Antara Kedzaliman dan Pelurusan : Sayyid Qutb

14 komentar

Fadhilatusy-Syaikh Masyhur Hasan Salman ditanya mengenai pendapatnya tentang Sayyid Qutb sebagaimana bisa dijumpai dalam website pribadi beliau http://almenhaj.net/makal.php?linkid=388.

Takbir di Awal Bulan Dzulhijjah

3 komentar

Firman Allah ta’ala :
وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الأنْعَامِ
“Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak” [QS. Al-Hajj : 28].
وَاذْكُرُوا اللَّهَ فِي أَيَّامٍ مَعْدُودَاتٍ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِي يَوْمَيْنِ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلا إِثْمَ عَلَيْهِ لِمَنِ اتَّقَى وَاتَّقُوا اللَّهَ وَاعْلَمُوا أَنَّكُمْ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ
“Dan berzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang terbilang. Barangsiapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan keberangkatannya dari dua hari itu), maka tidak ada dosa pula baginya bagi orang yang bertakwa. Dan bertakwalah kepada Allah, dan ketahuilah, bahwa kamu akan dikumpulkan kepada-Nya” [QS. Al-Baqarah : 203].

Ketinggian Allah ta’ala di Atas Semua Makhluk-Nya

25 komentar

Allah ta’ala berfirman :
يَخَافُونَ رَبَّهُمْ مِنْ فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ
“Mereka takut kepada Tuhan mereka yang di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)” [QS. An-Nahl : 50].
تَعْرُجُ الْمَلائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ فِي يَوْمٍ كَانَ مِقْدَارُهُ خَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ
“Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan dalam sehari yang kadarnya lima puluh ribu tahun” [QS. Al-Ma’aarij : 4].

Pemberian Pertolongan kepada Orang Kafir yang Tidak Dihukumi Kafir

11 komentar

Allah ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ تُلْقُونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَقَدْ كَفَرُوا بِمَا جَاءَكُمْ مِنَ الْحَقِّ يُخْرِجُونَ الرَّسُولَ وَإِيَّاكُمْ أَنْ تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ رَبِّكُمْ إِنْ كُنْتُمْ خَرَجْتُمْ جِهَادًا فِي سَبِيلِي وَابْتِغَاءَ مَرْضَاتِي تُسِرُّونَ إِلَيْهِمْ بِالْمَوَدَّةِ وَأَنَا أَعْلَمُ بِمَا أَخْفَيْتُمْ وَمَا أَعْلَنْتُمْ وَمَنْ يَفْعَلْهُ مِنْكُمْ فَقَدْ ضَلَّ سَوَاءَ السَّبِيلِ
“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia yang kamu sampaikan kepada mereka (berita-berita Muhammad), karena rasa kasih sayang; padahal sesungguhnya mereka telah ingkar kepada kebenaran yang datang kepadamu, mereka mengusir Rasul dan (mengusir) kamu karena kamu beriman kepada Allah, Tuhanmu. Jika kamu benar-benar keluar untuk berjihad pada jalan-Ku dan mencari keridaan-Ku (janganlah kamu berbuat demikian). Kamu memberitahukan secara rahasia (berita-berita Muhammad) kepada mereka, karena rasa kasih sayang. Aku lebih mengetahui apa yang kamu sembunyikan dan apa yang kamu nyatakan. Dan barang siapa di antara kamu yang melakukannya, maka sesungguhnya dia telah tersesat dari jalan yang lurus” [QS. Al-Mumtahanah : 1].

Mengenal Sebagian Nama Kitab-Kitab Hadits

18 komentar


‘Diriwayatkan oleh Al-Bukhariy, Muslim, At-Tirmidziy, dan An-Nasaa’iy’. Saya yakin banyak di antara rekan-rekan pernah membaca tulisan seperti ini. Apa artinya ?. Artinya adalah, hadits yang dimaksudkan telah diriwayatkan dan dibawakan oleh imam-imam tersebut dalam kitabnya, yaitu Shahih Al-Bukhaariy, Shahiih Muslim, Sunan At-Tirmidziy, dan Sunan An-Nasaa’iy. Sebenarnya, nama kitab-kitab tersebut tidak ‘betul-betul amat’ seperti itu, walau kalau ditulis demikian, juga bukan merupakan kekeliruan. Berikut keterangan singkat yang memberikan informasi tentang nama sebagian kitab hadits.

Deforestation History – The Way to ‘HTI’ ?

5 komentar


Dalam sejarah hutan Indonesia, hutan kita telah mengalami beberapa kali pergantian rezim pengelolaan. Sebelum jaman VOC/Vereenigde Oost Indische Compagnie (pra-tahun 1602), hutan masih dipandang sebagai satu hal yang sakral sehingga pemanfaatannya masih sangat terbatas. Setelah VOC masuk dan menjajah Indonesia (tahun 1602-1799), hutan mulai dipandang sebagai satu aset ekonomi yang sangat berharga. Mulailah terjadi eksploitasi, terutama hutan jati di pulau Jawa, untuk memenuhi kebutuhan berbagai industri seperti perkapalan, kayu tong dan peti, bahan senjata, arang, mesiu, kayu bakar, kayu tukang serta kayu mebel di negeri Belanda/Eropa. Akibatnya, hutan di Pulau Jawa mengalami kerusakan.

Beberapa Catatan tentang Ijmaa’ Keberadaan Allah di Atas Langit

127 komentar


Tulisan kali ini akan sedikit membahas tanggapan seorang mukhaalif atas artikel yang ditulis Ustadz Firanda hafidhahullah di : http://www.firanda.com/index.php/artikel/31-bantahan/76-mengungkap-tipu-muslihat-abu-salafy-cs. Sayang sekali, harapan saya mendapatkan faedah dari tulisan mukhaalif tersebut sia-sia karena apa yang ditulisnya hanyalah daur ulang perkataan ngawur kawan-kawannya terdahulu, yang ia kemas dengan bungkus baru. But,…the content remains the same. Nothing’s new….

Allah ta’ala Menciptakan Empat Hal dengan Tangan-Nya

5 komentar


Abu Sa’iid Ad-Daarimiy rahimahullah berkata :
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ، ثنا عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ زِيَادٍ، ثنا عُبَيْدُ بْنُ مِهْرَانَ وَهُوَ الْمُكْتِبُ، ثنا مُجَاهِدٌ، قَالَ: قَالَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ: " خَلَقَ اللَّهُ أَرْبَعَةَ أَشْيَاءَ بِيَدِهِ: الْعَرْشُ، وَالْقَلَمُ، وَعَدْنٌ، وَآدَمُ، ثُمَّ قَالَ لِسَائِرِ الْخَلْقِ: كُنْ فَكَانَ "
Telah menceritakan kepada kami Muusaa bin Ismaa’iil : Telah menceritakan kepada kami ‘Abdul-Waahid bin Ziyaad : Telah menceritakan kepada kami ‘Ubaid bin Mihraan Al-Muktib : Telah menceritakan kepada kami Mujaahid, ia berkata : Telah berkata ‘Abdullah bin ‘Umar : “Allah menciptakan empat hal dengan tangan-Nya : Al-‘Arsy, Al-Qalam (pena), (surga) Al-‘Adn, dan Aadam. Kemudian Allah berfirman kepada seluruh makhluk : ‘Jadilah’, maka jadilah ia” [Naqdud-Daarimiy ‘alaa Bisyr Al-Maarisiy hal. 98 no. 44 & hal. 262 no. 112].

Salah Paham tentang Thaghut

23 komentar


Allah ta’ala berfirman :
فَمَنْ يَكْفُرْ بِالطَّاغُوتِ وَيُؤْمِنْ بِاللَّهِ فَقَدِ اسْتَمْسَكَ بِالْعُرْوَةِ الْوُثْقَى لا انْفِصَامَ لَهَا
“Barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus” [QS. Al-Baqarah : 256].
(Sebagian) orang-orang takfiriy (= gemar mengkafirkan orang) seringkali menggunakan ayat di atas dan ayat-ayat semisal untuk menstigma orang-orang tertentu sebagai thaaghuut. Dan anggapan mereka, semua hal yang disebut thaaghuut oleh para ulama adalah kafir. Atau kongkrit yang akan diangkat dalam artikel ini : Ketika para ulama menjelaskan salah jenis thaaghuut adalah penguasa yang tidak berhukum dengan hukum Allah, maka penguasa itu statusnya kafir karena thaaghuut itu berstatus kafir.
Ini adalah kekeliruan deduksi berat yang banyak menjangkiti orang-orang takfiriy.

Dalil Kebolehan Tawassul : “Aku berlindung kepada Allah dan Rasul-Nya…..”

7 komentar


Tanya : Seandainya tawassul kepada selain Allah tidak diperbolehkan, lantas mengapa shahabat pernah beristi’adzah kepada Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, seperti dalam hadits :
أَعُوذُ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ أَنْ أَكُونَ كَوَافِدِ عَادٍ
“Aku berlindung kepada Allah dan Rasul-Nya dari menjadi seperti utusan kaum ‘Aad ? ? ?.

Salaf, Antara Mencatat dan Tak Mencatat Ilmu

9 komentar


Ilmu merupakan harta tak ternilai yang dimiliki manusia. Allah ta’ala telah meninggikan orang-orang yang mempunyai ilmu beberapa derajat dibandingkan selain mereka, sebagaimana firman-Nya :
يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ
Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” [QS. Al-Mujaadilah : 11].

Sifat Dzaatiyyah : Tangan Kiri

38 komentar


Telah berkata Al-Imaam Muslim rahimahullah :
وحَدَّثَنَا أَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي شَيْبَةَ، حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ، عَنْ عُمَرَ بْنِ حَمْزَةَ، عَنْ سَالِمِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " يَطْوِي اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ السَّمَاوَاتِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، ثُمَّ يَأْخُذُهُنَّ بِيَدِهِ الْيُمْنَى، ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ الْجَبَّارُونَ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُونَ، ثُمَّ يَطْوِي الْأَرَضِينَ بِشِمَالِهِ، ثُمَّ يَقُولُ: أَنَا الْمَلِكُ أَيْنَ الْجَبَّارُونَ أَيْنَ الْمُتَكَبِّرُونَ "
Dan telah menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abi Syaibah : Telah menceritakan kepada kami Abu Usaamah, dari ‘Umar bin Hamzah, dari Saalim bin ‘Abdillah : Telah mengkhabarkan kepadaku ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Allah ‘Azza wa Jalla akan menggulung langit-langit kelak di hari kiamat, kemudian Ia mengambilnya dengan tangan kanan-Nya dan berfirman : ‘Akulah Raja. Dimanakah orang-orang yang selalu bertindak sewenang-wenang ?. Dimanakah orang-orang yang selalu menyombongkan diri ?’. Kemudian Allah menggulung bumi-bumi dengan tangan kiri-Nya, dan berfirman : ‘Akulah Raja. Dimanakah orang-orang yang selalu bertindak sewenang-wenang ?. Dimanakah orang-orang yang selalu menyombongkan diri ?” [Shahiih Muslim no. 2788].

Dia Bukan Salafiy

4 komentar


Pertanyaan :
“Semoga Allah melimpahkan kebaikan kepada Anda wahai syaikh,.... Penanya ini berkata : ‘Sungguh akhir-akhir ini telah banyak digunakan kalimat : ‘Fulan bukan salafiyyiin’ atau ‘Ia bukan termasuk salafiyyiin’. Apakah perkataan ini dianggap sebagai tabdii’ dan menjadi keharusan untuk menegakkan hujjah kepadanya ?”.

Mengapa Kamu Mengatakan Apa yang Tidak Kamu Lakukan ?

4 komentar

Allah ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لِمَ تَقُولُونَ مَا لا تَفْعَلُونَ
“Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat?” [QS. Ash-Shaff : 2].
أَتَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَتَنْسَوْنَ أَنْفُسَكُمْ وَأَنْتُمْ تَتْلُونَ الْكِتَابَ
Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir?” [QS. Al-Baqarah : 44].

Definisi ‘Ashabiyyah

14 komentar


Al-Imaam Abu Daawud rahimahullah berkata :
حَدَّثَنَا مُحْمُودُ بْنُ خَالِدٍ الدِّمَشْقِيُّ، حَدَّثَنَا الْفِرْيَابِيُّ، حَدَّثَنَا سَلَمَةُ بْنُ بِشْرٍ الدِّمَشْقِيُّ، عَنْ بِنْتِ وَاثِلَةَ بْنِ الْأَسْقَعِ، أَنَّهَا سَمِعَتْ أَبَاهَا، يَقُولُ: قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، " مَا الْعَصَبِيَّةُ ؟، قَالَ: أَنْ تُعِينَ قَوْمَكَ عَلَى الظُّلْمِ "
Telah menceritakan kepada kami Mahmuud bin Khaalid Ad-Dimasyqiy : Telah menceritakan kepada kami Al-Firyaabiy : Telah menceritakan kepada kami Salamah bin Bisyr Ad-Dimasyqiy, dari Bintu Waatsilah bin Al-Asqa’ : Bahwasannya ia mendengar ayahnya berkata : Aku pernah bertanya : “Wahai Rasulullah, apakah ashabiyyah itu ?”. Beliau menjawab : “Engkau menolong kaummu dalam kedhaliman” [As-Sunan, hal. 926 no. 5119].

Perbedaan Adzab Kubur dan Fitnah Kubur

7 komentar


Tanya : Apakah ada perbedaan antara adzab kubur dan fitnah kubur ?
Jawab : “Ya (ada perbedaan). Adzab (kubur) adalah diadzab dan dipukulnya manusia (di dalam kuburnya), serta dibukakan baginya pintu neraka. Adapun fitnah (kubur) adalah cobaan dan ujian. Maka, datanglah malaikat Nakiir dan Munkar kepadanya yang akan mengujinya dengan pertanyaan : ‘Siapakah tuhanmu ? Apa agamamu ? Siapakah nabimu ?’. Kemudian datanglah hukuman setelah itu. Ia diberikan fitnah dengan adanya pertanyaan, kemudian ia diadzab (karena tidak mampu menjawabnya). Adzab adalah suatu hal, dan fitnah adalah hal yang lain. Adzab merupakan akibat/hasil dari fitnah. Setelah diberikan fitnah, maka diadzab. Dan fitnah adalah ujian yang menimpa baik mukmin maupun kafir. Seorang mukmin diberikan fitnah, lalu ia berhasil melaluinya. Allah selamatkan ia sehingga mampu menjawabnya. Adapun orang kafir, akan diberikan fitnah dan ia binasa (karenanya). Allah ta’ala berfirman :

12 atau 13 ?

4 komentar


Selama ini – mungkin – Anda, saya, dan kebanyakan orang mengenal Syi’ah yang di Iran/Iraq itu dengan nama Syi’ah Itsna ‘Asyariyyah atau Syi’ah 12 imam. Sekte Syi’ah inilah yang banyak mewabah di Indonesia dibandingkan sekte semisal. Artikel ini akan mengajak Pembaca mencermati bahasan ringan tentang klaim 12 imam itu. Let we start it…..

Wisuda S3

3 komentar


Sore itu, setengah tahun yang lalu… Terlepas sudah gelar mahasiswa dari pundakku. Digantikan dengan gelar sarjana sains yang melekat di belakang namaku.
Ah Pena… Seandainya kau rasakan kebahagiaanku ketika itu. Isak haru ibu, ucapan selamat dari dosen dan sahabat. Sore itu, senyum tak lepas dari bibirku.

Tidak Berhukum dengan Syari’at yang Diturunkan Allah

0 komentar


Permasalahan tidak berhukum dengan syari’at yang diturunkan Allah ta’ala merupakan permasalahan yang urgent untuk dibahas. Ada di antara kaum muslimin yang berlebih-lebihan, ada pula yang meremehkannya. Melalui artikel kecil ini, saya akan sedikit membahas kaedah yang terkait dengan permasalahan, terutama dalam memahami kekeliruan pemahaman golongan yang berlebih-lebihan, sehingga mereka mengkafirkan orang secara membabi buta.

Mereka Takut terhadap Islam : Moslem Demographics (Revised)

4 komentar


Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda :
تَزَوَّجُوا الْوَدُودَ الْوَلُودَ، فَإِنِّي مُكَاثِرٌ بِكُمُ الأُمَمَ
“Nikahilah oleh kalian wanita yang penyayang lagi subur, karena akan berbangga akan jumlah kalian di hadapan umat-umat yang lain” [Diriwayatkan oleh Abu Daawud no. 2050, An-Nasaa’iy no. 3227, dan yang lainnya; shahih].
Banyaknya umat merupakan tanda eksistensi dan kejayaan bagi umat tersebut. Hal ini tidak bisa dipungkiri. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam telah menganjurkan kepada kita agar menikahi wanita yang subur sehingga mempunyai banyak keturunan. Keturunan yang akan membawa nama Islam dan berjihad menegakkan kalimat-kalimat-Nya.

Mengenal Musnad Al-Imaam Ahmad

3 komentar


Saya yakin sebagian besar Pembaca pernah mendengar ‘Musnad Ahmad bin Hanbal’. Minimal, pernah membaca di beberapa artikel kalimat : ‘diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya...’. Melalui artikel ini saya mencoba membantu para Pembaca sekalian untuk mengenal lebih lanjut tentang kitab Al-Musnad ini. Dalam sajian ringkas tentu saja.

Syubhat QS. At-Taubah ayat 31

0 komentar


Allah ta’ala berfirman :
اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لا إِلَهَ إِلا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
"Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putra Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan" [QS. At-Taubah : 31].