Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam Telah Dijamin Surga

5 komentar

Sedang hangat dalam dua pekan ini perihal statement kakek[1] Quraish Shihab tentang tidak dijaminnya surga bagi Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam[2]. Ini menambah daftar statement bermasalah Quraish Shihab dalam masalah agama yang menyebar ke tengah umat[3].
Quraish Shihab menyatakan ketiadaan jaminan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam masuk surga berdalil dengan hadits bahwa tidak ada seorang pun yang masuk surga dengan amalnya. Perkataan ini mengandung dua kekeliruan pokok, yaitu:

Masuk Surga Karena Amal (atau Rahmat Allah) ?

2 komentar

Allah ta’ala berfirman:
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَنَعِيمٍ * فَاكِهِينَ بِمَا آتَاهُمْ رَبُّهُمْ وَوَقَاهُمْ رَبُّهُمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ * كُلُوا وَاشْرَبُوا هَنِيئًا بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ
Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam surga dan kenikmatan, mereka bersuka ria dengan apa yang diberikan kepada mereka oleh Tuhan mereka; dan Tuhan mereka memelihara mereka dari azab neraka. (Dikatakan kepada mereka): "Makan dan minumlah dengan enak sebagai balasan dari apa yang telah kamu kerjakan” [QS. Ath-Thuur : 17-19].
وَحُورٌ عِينٌ * كَأَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُونِ * جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Dan (di dalam surga itu) ada bidadari-bidadari yang bermata jeli, laksana mutiara yang tersimpan baik. Sebagai balasan bagi apa yang telah mereka kerjakan” [QS. Al-Waaqi’ah : 24].

Kesesatan Yahudi

0 komentar

Beberapa penyimpangan dan kesesatan Yahudi yang Allah ta’ala cela dalam Al-Qur'an :
1.     Kesombongan mereka terhadap ahli ilmu dan sikap mereka yang ekstrem yang membunuh para Nabi.
قَالُوا يَا مُوسَى إِنَّا لَنْ نَدْخُلَهَا أَبَدًا مَا دَامُوا فِيهَا فَاذْهَبْ أَنْتَ وَرَبُّكَ فَقَاتِلا إِنَّا هَا هُنَا قَاعِدُونَ
Mereka berkata : ‘Wahai Musa, kami sekali-kali tidak akan memasukinya (menaklukkan Palestina), selagi mereka (orang-orang yang gagah perkasa itu) ada di dalamnya. Maka dari itu pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti di sini saja[QS. Al-Maaidah : 24].

Ucapan Terima Kasih yang Dilarang

0 komentar

Pernah ditanyakan kepada Asy-Syaikh Shaalih Aalusy-Syaikh hafidhahullah :
“Apa pendapat Anda dengan ucapan seseorang kepada yang lainnya : ‘(Saya sampaikan) terima kasihku yang murni kepadamu’ ?”.
Beliau hafidhahullah menjawab :
“Kami telah mengingatkan berkali-kali bahwasannya syukur adalah ibadah. Syukur adalah ibadah yang ditujukan kepada Allah ‘azza wa jalla. Allah telah memerintahkan untuk bersyukur sebagaimana firman-Nya :

Makan Dulu atau Shalat Dulu ?

2 komentar

Tanya : Ketika saya baru mulai makan, terdengar adzan. Manakah yang harus saya dahulukan, makan atau bergegas menuju masjid untuk shalat?.
Jawab : Jika Anda merasa lapar dan keinginan untuk makan, maka Anda dahulukan untuk makan daripada shalat. Dalilnya antara lain adalah:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، أَنّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِذَا قُدِّمَ الْعَشَاءُ فَابْدَءُوا بِهِ قَبْلَ أَنْ تُصَلُّوا صَلَاةَ الْمَغْرِبِ، وَلَا تَعْجَلُوا عَنْ عَشَائِكُمْ
Dari Anas bin Maalik, bahwasannya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda : “Apabila makan malam telah tersedia, dahulukan makan malam sebelum engkau melaksanakan shalat Maghrib. Dan jangan engkau tergesa-gesa dari makan malam kalian” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 672 & 5463, Muslim no. 557, At-Tirmidziy no. 353, An-Nasaa’iy no. 853, dan Ibnu Maajah no. 933].