Istighfaar

0 komentar

Definisi
Kata al-istighfaar (الاستغفار) merupakan mashdar dari إِسْتَغْفَرَ - يَسْتَغْفِرُ. Akar katanya ghafara (غَفَرَ) yang menunjukkan arti menutupi/as-satr (اَلسَّتْرُ), sehingga kata al-ghafru (الْغَفْرُ) maknanya adalah as-satru (اَلسَّتْرُ). Kata al-ghafru dan al-ghufraan maknanya satu. Dikatakan : غَفَرَ اللهُ ذَنْبَهُ غُفْراً وَمَغْفِراةً وَغُفْرَاناً.

Adzan dan Iqamat Saat Menguburkan Jenazah

0 komentar

Tanya : Apakah adzan dan iqamat itu disyari’atkan saat menguburkan jenazah?
Jawab : Saya belum mengetahui adanya dalil yang mensyari’atkan dikumandangkannya adzan dan iqamat saat menguburkan jenazah. Hadits-hadits yang shahih hanya menjelaskan bahwa adzan dan iqamat dikumandangkan untuk shalat fardlu saja, baik bagi orang yang mukim maupun musafir, seperti sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam:
فَإِذَا حَضَرَتِ الصَّلَاةُ فَلْيُؤَذِّنْ لَكُمْ أَحَدُكُمْ وَلْيَؤُمَّكُمْ أَكْبَرُكُمْ
Apabila waktu shalat (fardlu) telah tiba, hendaklah salah seorang diantara kalian mengumandangkan adzan untuk kalian dan hendaklah orang yang paling tua diantara kalian yang menjadi imam’ [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 628 & 631 dan Muslim no. 674].

Bagi Orang yang Punya Sumur

2 komentar

Sumur adalah sumber air yang dimanfaatkan untuk kebutuhan hidup bagi manusia. Dengan sumur, kita bisa minum dan memberi minum hewan ternak yang kita miliki. Ada satu hal krusial yang sering terjadi di masyarakat mengenai masalah persumuran ini, yaitu : jual beli air. Bagaimana hukumnya membisniskan air sumur bagi pemilik sumur ?. Bolehkah seseorang menghalangi orang lain untuk turut memanfaatkan air sumur yang ia miliki?. Mari kita perhatikan beberapa hadits berikut:
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ بَيْعِ فَضْلِ الْمَاءِ
Dari Jaabir bin ‘Abdillah, ia berkata : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang menjual kelebihan air” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1565].

Duduk di Atas Kuburan

7 komentar

Tanya : Beberapa waktu lalu saya pernah pergi mengiringi jenazah seorang kerabat untuk dikuburkan. Karena capek berdiri, maka saya duduk di atas sebuah nisan kuburan sambil menunggu orang-orang selesai menimbun tanah. Tiba-tiba ada orang yang menegur saya agar saya tidak duduk di atas nisan kuburan. Apakah perkataan orang tersebut benar ? Mohon penjelasan.
Jawab : Alhamdulillah,…. Islam telah turun dengan syari’atnya yang sempurna untuk mengatur segala sendi kehidupan. Termasuk dalam hal ini adab-adab dalam penguburan dan ziarah. Adalah benar apa yang dikatakan oleh orang tersebut bahwa Saudara agar tidak duduk dan menginjak di atas kuburan. Telah shahih hadits Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam tentang pelarangan tersebut diantaranya:

Beberapa Ijma’ tentang Hewan Kurban dan Sembelihan

1 komentar

250.   Para ulama bersepakat bahwa hewan kurban tidak boleh disembelih sebelum terbit matahari pada hari Nahr (‘Iedul-Adlhaa)[1].
251.   Para ulama bersepakat tentang kebolehan memberikan makanan daging kurban kepada orang-orang faqir dari kaum muslimin.
252.   Para ulama bersepakat bahwa apabila seseorang menyembelih hewan yang diperbolehkan untuk disembelih, menyebut nama Allah, memotong tenggorokan dan dua urat wadaj[2] yang ada di sebelah kerongkongan, serta mengalirkan darah; maka (daging) kambing/domba tersebut boleh untuk dimakan[3].