Dinosaurus dalam Islam

8 komentar

Tanya : Bagaimana perspektif Islam terhadap keberadaan binatang prasejarah di masa lampau seperti Dinosaurus dan yang semisalnya?. Adakah ia benar-benar pernah ada di bumi ? Dan benarkah seandainya kita tahu dan tidak tahu tentang masalah dinosaurus, tidaklah menambah iman maupun mengurangi iman kita ?.
Jawab : Al-Qur’an dan As-Sunnah tidak menetapkan atau menafikkan keberadaan makhluk-makhluk tersebut di dunia secara spesifik. Yang disebutkan dalam nash-nash adalah bintang-binatang dengan jenis sebagaimana yang kita kenal sekarang seperti gajah, singa, anjing, burung, tikus, dan yang lainnya.

Ushuulus-Sunnah lil-Imaam Ahmad bin Hanbal (7) – Meninggalkan Perdebatan dalam Masalah Agama

1 komentar

٦ - تَرْكُ الْمِرَاءِ وَالْجِدَالِ وَالْخُصُومَاتِ فِي الدِيْنِ
6.     Meninggalkan perdebatan, berbantah-bantahan, dan pertengkaran dalam (masalah) agama.
Penjelasan:
Ketiga istilah ini (al-miraa’, al-jidaal, dan al-khushuumaat) mempunyai makna satu atau berdekatan, yaitu perdebatan. Perdebatan dalam agama ada 2 (dua) macam, yaitu : perdebatan yang disyari’atkan/diperintahkan dan perdebatan yang tidak disyari’atkan/dilarang.
Perdebatan yang Disyari’atkan.
Diantara dalilnya adalah:

Ushuulus-Sunnah lil-Imaam Ahmad bin Hanbal (6) – Tanda-Tanda Ahlul-Bid’ah

0 komentar

Terdapat beberapa tanda para ahlul-bid’ah dan pengekor hawa nafsu, diantaranya adalah :
a.    Mencela Ahlul-Atsar.
Telah berkata Abu Haatim Ar-Raaziy rahimahullah :
علامات أهل البدع الوقيعة في أهل الأثر
“Tanda-tanda ahlul-bid’ah adalah mencela Ahlul-Atsar” [‘Aqiidah Abi Haatim Ar-Raaziy, hal. 69].
b.    Sangat Besar Permusuhannya dengan Ahli Hadits Namun Diam terhadap Para Penyeru Kesesatan dan Kebathilan.
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah menyifati mereka dengan sabdanya :

Ushuulus-Sunnah lil-Imaam Ahmad bin Hanbal (5) – Larangan Bermajelis dengan Ahlul-Ahwaa’

0 komentar

٥ - وَتَرْكُ الْخُصُومَاتِ وَالْجُلُوسِ مَعَ أَصْحَابِ الْأَهْوَاءِ
5.     Meninggalkan berbantah-bantahan dan bermajelis dengan para pengikut hawa nafsu.
Penjelasan:
Para ulama telah menjelaskan klasifikasi golongan manusia yang diberikan kecintaan dan kebencian dalam Islam:
1.     Golongan yang diberikan kecintaan/loyalitas secara murni tanpa ada kebencian; yaitu para nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang yang shaalih. Allah ta’ala berfirman:

Tata Cara Wudlu Menurut Madzhab Ahlul-Bait

3 komentar

Artikel ini sedikit akan mengupas bagaimana tata cara wudlu yang diajarkan oleh Ahlul-Bait Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, khususnya dari ‘Aliy bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhu. Tentu saja, apa yang diajarkan oleh Ahlul-Bait – yaitu ‘Aliy radliyallaahu ‘anhu – merupakan cara yang diajarkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Harapannya, kita akan semakin cinta kepada sunnah dan semakin cinta kepada Ahlul-Bait Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang shaalih. Berikut riwayat-riwayatnya:
1.     Riwayat Ibnu ‘Abbaas radliyallaahu ‘anhumaa