Turunnya Al-Qur’an Secara Ibtida’i dan Sababi

0 komentar

Turunnya Al-Qur’an dibagi menjadi dua macam :
1.    Secara Ibtida’i
Yaitu, ayat Al-Qur’an turun tanpa didahului oleh suatu sebab yang melatarbekanginya. Dan ini adalah keumuman ayat-ayat Al-Qur’an. Diantaranya adalah firman-Nya ta’ala:
 وَمِنْهُمْ مّنْ عَاهَدَ اللّهَ لَئِنْ آتَانَا مِن فَضْلِهِ لَنَصّدّقَنّ وَلَنَكُونَنّ مِنَ الصّالِحِينَ
Dan diantara mereka ada yang telah berikrar kepada Allah; sesungguhnya Allah memberikan sebagian karunia-Nya kepada kami, pastilah kami akan bershadaqah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih” [QS. At-Taubah : 75].

Faedah Mengetahui Asbaabun-Nuzul

0 komentar

Mengetahui asbaabun-nuzul (sebab-sebab turunnya ayat Al-Qur’an) sangatlah penting, karena mengandung beberapa faedah, diantaranya :
1.    Penjelasan bahwasannya Al-Qur’an benar-benar turun dari Allah ta’ala
Hal tersebut dikarenakan kadang Nabi ditanya tentang suatu perkara, lalu beliau diam tidak menjawabnya hingga kemudian turun kepada beliau wahyu (menjawabnya); atau tersembunyi atas beliau tentang satu permasalahan yang terjadi, lalu turun wahyu yang menjelaskan tentangnya kepada beliau .

Jelas dan Samar

0 komentar

Sebagian orang belakangan memiliki teori dalam masalah pemberian udzur kejahilan, khususnya dalam perkara yang dianggap jelas (yang tidak menerima udzur kejahilan) dan tidak jelas (menerima udzur kejahilan). Mereka katakan perkara tawassul (syirkiy), tabarruk (syirkiy), dan istighatsah (syirkiy) adalah perkara yang jelas; sedangkan perlara bid’ah penyimpangan dalam al-asmaa’ wash-shifaat adalah perkara yang samar. Cukup ‘dimaklumi’, karena banyak ulama terdahulu memberikan udzur dalam masalah asmaa’ wa shifaat saat merebak bid’ah Jahmiyyah.

Serba Serbi Media Sosial

0 komentar

Dulu sekali - di akun FB yang lama - saya pernah menulis status tentang motif sebagian penuntut ilmu hadir di pengajian ulama (waktu itu saya mengangkat case Tabligh Akbar Ulama di Masjid Istiqlaal) untuk kopi darat dan foto-foto, sementara pelajaran yang disampaikan pemateri tak ada bekasnya. Tak beberapa lama kemudian diinbox oleh seseorang - sebut saja namanya Mawar - yang 'mencak-mencak' karena merasa status saya membicarakan dirinya. Saya malah baru tahu apa yang ditulisnya setelah saya coba membuka apa yang tertulis dalam statusnya. Ooo, ternyata dia baru janjian mau ketemu dengan temannya di acara tersebut. Saya jelaskan padanya bahwa saya tidak memaksudkan ke individu tertentu, terlebih dirinya. Ia tak percaya, terus marah-marah. Akhirnya di-unfriend. Bahkan kemudian jika yang bersangkutan membicarakan saya, bawaannya selalu ofensif dan negatif setelah sebelumnya sering copy paste status saya.😎😁

Persatuan (Lagi)

0 komentar

Nabi bersabda:
لاَ يَحِلُّ دَمُ امْرِئٍ مُسْلِمٍ يَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَنِّى رَسُولُ اللَّهِ إِلاَّ بِإِحْدَى ثَلاَثٍ الثَّيِّبُ الزَّانِ وَالنَّفْسُ بِالنَّفْسِ وَالتَّارِكُ لِدِينِهِ الْمُفَارِقُ لِلْجَمَاعَةِ
Tidak halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwasannya tidak ada tuhan yang berhak untuk diibadai melainkan Allah dan bersaksi bahwasannya aku adalah utusan Allah; kecuali dengan dengan satu diantara tiga perkara : (1) orang yang pernah menikah lalu berzina; (2) jiwa dibalas dengan jiwa, dan (3) orang yang meninggalkan agamanya (murtad), yang memisahkan diri dari jama’ah” [Diriwayatkan oleh Muslim no. 1676].