Al-Muhsin Bukan Termasuk Diantara Nama-Nama Allah yang Indah

1 komentar

Termasuk kaedah dalam penetapan nama-nama Allah yang indah (al-asmaa’ul-husnaa) adalah bahwa nama-nama tersebut bersifat tauqifiyyah. Karena bersifat tauqifiyyah, ia harus berlandaskan dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahiihah (hadits shahih). Nama-nama Allah ta’ala tidak boleh ditetapkan berdasarkan akal dan riwayat-riwayat yang lemah. Oleh karena itu, kali ini kita akan membahas tentang nama Al-Muhsin. Adakah ia benar-benar salah satu diantara nama-nama Allah yang indah ?.
Nama Al-Muhsin bersumber dari hadits berikut:

Nama-Nama Allah yang Indah Beserta Dalil-Dalilnya

0 komentar

Allah ta’ala berfirman:
وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا
Hanya milik Allah al-asmaul-husna (nama-nama yang indah), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut al-asmaul-husna itu” [QS. Al-A’raaf : 180].
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:
إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا مِائَةً إِلَّا وَاحِدًا مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّةَ
Sesungguhnya Allah mempunyai 99 (sembilan puluh sembilan) nama, seratus kurang satu. Barangsiapa yang menghitungnya[1], niscaya ia masuk surga”

Laknat

1 komentar

Definisi laknat secara bahasa adalah:
الإِبْعادُ والطَّرْد من الخير وقيل الطَّرْد والإِبعادُ من الله ومن الخَلْق السَّبُّ والدُّعاء واللَّعْنةُ الاسم والجمع لِعانٌ ولَعَناتٌ ولَعَنه يَلْعَنه لَعْناً طَرَدَه وأَبعده
“Menjauhkan dan menyingkirkan kebaikan. Dikatakan : ‘Menyingkirkan dan menjauhkan (jika berasal) dari Allah. Dan (jika berasal) dari makhluk maknanya adalah cacian dan doa’. Laknat adalah kata benda (ism), bentuk jamaknya adalah li’aan dan la’anaat. La’anahu – yal’anahu – la’nan, yaitu menyingkirkannya dan menjauhkannya” [Lisaanul-‘Arab, hal. 4044].
Adapun secara istilah:
البعد عن رحمة الله تعالى
“Menjauhkan dari rahmat Allah ta’ala dan pahala-Nya” [‘Umdatul-Qaariy 22/117; Majmuu’ Fataawaa Ibni Taimiyyah, 2/167; dan Aadaabusy-Syar’iyyah 1/344].

Riwayat Ibnu Abi ‘Aufaa Lemah ?

1 komentar

Disebutkan dalam satu artikel sebagai berikut:
Dari Sa’id bin Jumhan rahimahullah, ia berkata, : “Aku pernah mendatangi Abdullah bin Abi Aufa –radhiyallahu ‘anhu- dan beliau adalah seorang yang buta. Aku mengucapkan salam kepadanya, lalu ia berkata kepadaku “Siapakah kamu?” Aku berkata, “aku Said bin Jumhan”. Beliau berkata, “Apa yang terjadi pada bapakmu?” Aku berkata, “Kaum Khawarij Al Azariqah telah membunuhnya”. Beliau berkata, “Semoga Allah melaknat Al Azariqah, semoga Allah melaknat Al Azariqoh. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam mengabarkan kepada kami bahwa mereka adalah anjing-anjing neraka”. Aku berkata , “Apakah Al Azariqah saja atau Khawarij seluruhnya?” Beliau berkata, “Bahkan Khawarij seluruhnya”. Aku berkata, “Sesungguhnya penguasa telah menzalimi manusia dan semena-mena terhadap mereka”. Beliaupun menarik tanganku dengan keras seraya berkata, “Celaka engkau wahai Ibnu Jumhan, hendaklah engkau mengikuti as-sawaadul a’zhom (Ahlus Sunnah). Apabila penguasa mau mendengar nasehatmu, maka datangilah ia di rumahnya, lalu kabarkan kepadanya apa yang kamu ketahui, semoga ia menerima nasehat darimu. Jika tidak, maka tinggalkan ia, karena sesungguhnya engkau tidak lebih tahu darinya.” (HR. Ahmad dalam Musnad (4/382), Al Hakim dalam Al Mustadrak (no. 6435) dan Ibnu Abi Ashim dalam As Sunnah (no.905), dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Zhilalul Jannah: 905). Demikian para remaja itu menukilkan.
Jawabannya ialah sayangnya, anak-anak muda itu masih saja berputar-putar mencari riwayat pendukung pandangannya. Dan riwayat yang dibawakan ini juga sangat lemah pada dua rawi yang terdapat padanya, yaitu:

Tawassul dengan Nama-Nama dan Sifat-Sifat Allah ta’ala

1 komentar

Salah satu tawassul yang disyari’atkan dalam Islam adalah tawassul dengan nama-nama dan sifat-sifat Allah ta’ala. Tawassul jenis ini ‘tidak terlalu populer’ di sebagian kalangan, padahal tawassul ini justru merupakan tawassul yang paling sering dilakukan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Adapun dalilnya antara lain adalah firman Allah ta’ala:
وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا
Hanya milik Allah asmaulhusna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut nama-nama Allah yang indah (al-asmaaul-husnaa) itu” [QS. Al-A’raaf : 180].