Atsar Faathimah Berziarah ke Kubur Hamzah radliyallaahu ‘anhumaa

0 komentar

Al-Haakim rahimahullah berkata:
حَدَّثَنَا أَبُو حُمَيْدٍ أَحْمَدُ بْنُ مُحَمَّدِ بْنِ حَامِدٍ الْعَدْلُ بِالطَّابرَانِ، ثنا تَمِيمُ بْنُ مُحَمَّدٍ، ثنا أَبُو مُصْعَبٍ الزُّهْرِيُّ، حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي فُدَيْكٍ، أَخْبَرَنِي سُلَيْمَانُ بْنُ دَاوُدَ، عَنْ جَعْفَرِ بْنِ مُحَمَّدٍ، عَنْ أَبِيهِ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحُسَيْنِ، عَنْ أَبِيهِ، أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَتْ تَزُورُ قَبْرَ عَمِّهَا حَمْزَةَ كُلَّ جُمُعَةٍ فَتُصَلِّي وَتَبْكِي عِنْدَهُ.
Telah menceritakan kepada kami Abu Humaid Ahmad bin Muhammad bin Haamid Al-‘Adl di Thabraan : Telah menceritakan kepada kami Abu Mush’ab Az-Zuhriy : Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ismaa’iil bin Abi Fudaik : Telah mengkhabarkan kepadaku Sulaimaan bin Daawud, dari Ja’far bin Muhammad, dari ayahnya, dari ‘Aliy bin Al-Husain, dari ayahnya : “Bahwasannya Faathimah bintu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam biasa berziarah ke kubur pamannya, yaitu Hamzah, setiap hari Jum’at, melakukan shalat, dan menangis di sisinya” [Al-Mustadrak, 1/377].
Al-Haakim mengatakan bahwa para perawinya tsiqaat.

Ganti Nama Ketika Masuk Islam

2 komentar

Pertanyaan:
هل يلزم من أعلن إسلامه أن يغير اسمه السابق مثل جورج وجوزيف وغيرهما ؟
“Apakah diwajibkan bagi orang yang mengumumkan keislamannya untuk mengganti namanya yang dahulu, seperti George, Joseph, dan yang lainnya?”.
Asy-Syaikh Ibnu Baaz rahimahullah menjawab:

Hukum Daging Anjing (Sate Jamu)

1 komentar

Anjing diharamkan menurut jumhur ulama, diantaranya Hanafiyyah, Maalikiyyah, Syaafi’iyyah, dan Hanabilah. Sebagian ulama Maalikiyyah berpendapat makruh tidak sampai pada derajat haram. Sekelompok orang belakangan membolehkannya.
Yang raajih dalam permasalahan ini adalah pendapat yang mengharamkannya dengan dukungan dalil:
Tentang dalil pengharaman mengkonsumsi daging anjing, maka banyak, baik pengambilan hukumnya dilakukan secara implisit ataupun eksplisit. Diantaranya:

Diantara Angan-Angan dan Makar Ahlul-Bid’ah

1 komentar

Ahlul-bid’ah adalah golongan yang sangat membenci dan memusuhi Ahlus-Sunnah. Mereka mempunyai banyak perbendaharaan makar terhadap Ahlus-Sunnah. Keinginan mereka untuk memadamkan dakwah Ahlus-Sunnah padam sangatlah besar. Makar mereka terhadap Ahlus-Sunnah membuat mereka sangat benci terhadap nash-nash samawiyyah dan berangan-angan seandainya itu semua hilang tercabut dari sisi Ahlus-Sunnah.
Adz-Dzahabiy rahimahullah pernah menjelaskan angan-angan buruk mereka tersebut sebagai berikut:

Mengajar di Masjid Ahlul-Bid’ah

1 komentar

Pertanyaan : “Apabila ahlul-bid’ah mengundang saya datang ke masjid mereka untuk memberikan nasihat kepada mereka dan berkhuthbah; apakah dalam hal ini saya mesti memenuhinya atau menolaknya ?”.
Asy-Syaikh Zaid bin Muhammad Al-Madkhaliy rahimahullah menjawab : “Jangan,...jangan engkau menolaknya apabila ahlul-bid’ah memintamu datang ke masjid mereka untuk berkhutbah, memberikan nasihat kepada mereka, atau menyelenggarakan seminar atau muhaadlarah. Akan tetapi wajib bagimu untuk fokus pada kebid’ahan yang mereka terjatuh di dalamnya. Membicarakannya dan menjelaskan bahaya-bahayanya dengan memberikan dalil-dalil dari ayat-ayat Al-Qur’an dan sunnah nabawiyyah. Semoga Allah ‘azza wa jalla memberikan petunjuk melalui kalimat, nasihat, dan khuthbah yang engkau sampaikan. Barangsiapa yang Allah berikan petunjuk dari hamba-hamba-Nya (melalui usaha yang engkau lakukan), maka bagimu pahala dari-Nya. Wallaahu a’lam.