Ada orang berkata :
“habis jenuh juga sih dengan segala promosi ke-Arab-an gaya orang2 fundies (model brother ……….). kemaren saya lihat di TV orang2 yang mengklaim mu'min dengan atribut abad ke-7 mereka (ya ampuun.. ada yang masih primitif di abad 21 ini!! ) pake ubel2 , celana ngatung , jenggot panjang , jidat hitem (maksudnya mau aplikasi QS 48:29) dan...... siwak yang penuh dengan bakteri! ..hiyyyy”
Aneh memang keadaan kaum muslimin sekarang ini. Dan patutlah kalau kaum muslimin saat ini dikatakan mundur dan telah hilang ‘izzah-nya di hadapan kaum kuffar. Sulit dibayangkan memang bahwa perkataan di atas muncul dari mulut kaum muslimin. Inilah yang dinamakan istihzaa’ atau sukhriyah (mengolok-olok) syari’at dan ahlinya.
Asy-Syaikh ‘Abdurrahmaan bin Yahyaa Al-Mu’allimiy Al-Yamaaniy menyitir perkataan Al-Haafidh Al-‘Iraaqiy rahimahumallah dalam Syarh Muqaddimah Ibni Shalaah :
روينا عن مؤمل أنه قال : حدثني شيخ بهذا الحديث - يعني حديث فضائل القرآن سورة سورة - فقلت للشيخ : من حدثك ؟ فقال حدثني رجل بالمدائن وهو حي ، فصرت إليه ، فقلت : من حدثك ؟ فقال : حدثني شيخ بواسط ، وهو حي؛ فصرت إليه ، فقال : حدثني شيخ بالبصرة ، فصرت إليه ، فقال :حدثني شيخ بعبادان ، فصرت إليه، فأخذ بيدي ، فأدخلني بيتا ، فإذا فيه قوم من المتصوفة / و معهم شيخ ، فقال : هذا الشيخ حدثني ، فقلت يا شيخ من حدثك ؟ فقال لم يحدثني أحد ، و لكننا رأينا الناس قد رغبوا عن القرآن ، فوضعنا لهم هذا الحديث ليصرفوا قلوبهم إلى القرآن.
لعل هذا الرجل قطع نحو ثلاثة أشهر مسافرا لتحقيق رواية هذا الحديث الواحد
Bolehkah Mengalokasikan Zakat ke Sekolah (yang Membutuhkan Bantuan) ?
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
13:00
18
komentar
Label:
Fiqh
Dijawab oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shaalih Al-Munajjid hafidhahullah sebagai berikut :
“Yang benar, tidak diperbolehkan memalingkan pemberian zakat kepada sekolah tersebut. Allah ta’ala telah menjelaskan pihak-pihak yang berhak diberikan zakat melalui firman-Nya :
إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَاءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِي الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِي سَبِيلِ اللَّهِ وَاِبْنِ السَّبِيلِ
“Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan” [QS. At-Taubah : 60].
Definisi Iman secara Bahasa
Iman secara bahasa berarti at-tashdiiq (pembenaran), sebagaimana firman Allah ta’ala :
وَمَا أَنْتَ بِمُؤْمِنٍ لَنَا
“Dan kamu sekali-kali tidak akan percaya/membenarkan kepada kami” [QS. Yuusuf : 17].
Dikarenakan ia merupakan lafadh syar’iy, maka tidak cukup hanya diartikan dari segi bahasa saja, akan tetapi harus dikembalikan pada pengertian nash-nash syar’iy. Maka, kita dapati Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah menyebutkan beberapa penjelasan penting tentang perbedaan antara tashdiiq dan iman. Beliau rahimahullah berkata :
Jika Ahlus-Sunnah Punya Madu dan Al-Habbatus-Saudaa’, Syi’ah Punya Tanah Kuburan Al-Husain untuk Dimakan (Sebagai Obat)
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
20:12
8
komentar
Label:
Syi'ah
Di antara cara pengobatan ala Syi’ah yang sampai sekarang belum saya mengerti adalah pengobatan dengan memakan tanah kuburan Al-Husain radliyallaahu ‘anhu.
عَنْ سَعْدِ بْنِ سَعْدٍ عَنْ أَبِي الْحَسَنِ ( عليه السلام ) قَالَ كُلُّ طِينٍ حَرَامٌ مِثْلُ الْمَيْتَةِ وَ الدَّمِ وَ لَحْمِ الْخِنْزِيرِ إِلَّا طِينَ قَبْرِ الْحُسَيْنِ ( عليه السلام ) فَإِنَّ فِيهِ شِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَ لَكِنْ لَا يُكْثَرُ مِنْهُ وَ فِيهِ أَمَانٌ مِنْ كُلِّ خَوْفٍ .
Dari Sa’d bin Sa’d, dari Abul-Hasan (‘alaihis-salaam), ia berkata : “Semua tanah/lumpur itu haram (dimakan) karena ia seperti bangkai, darah, dan daging babi; kecuali tanah/lumpur kuburan Al-Husain (‘alaihis-salaam). Karena padanya mengandung obat untuk setiap penyakit. Akan tetapi, jangan banyak-banyak memakannya. Padanya terdapat jaminan keamanan/perlindungan dari setiap kekhawatiran” [Diriwayatkan oleh Al-Kulainiy dalam Al-Kaafiy, 6/378].
Membahas waktu kapan waktu Shubuh dimulai, maka itu tak akan lepas dari nash-nash puasa. Yaitu, kapan seseorang yang akan berpuasa harus menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa (makan, minum, dan jima’). Di sini saya akan mencoba menuliskan sebuah catatan sederhana nan ringkas tentang tema kapan waktu Shubuh dimulai.
Allah ta’ala berfirman :
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الأبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الأسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ
“Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar” [QS. Al-Baqarah : 187].
‘Aliy bin Abi Thaalib Pernah Shalat Tanpa Berwudlu
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
19:04
1 komentar
Label:
Syi'ah
Allah ta’ala berfirman :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قُمْتُمْ إِلَى الصَّلاةِ فَاغْسِلُوا وُجُوهَكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ إِلَى الْمَرَافِقِ وَامْسَحُوا بِرُءُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan salat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki” [Al-Maaidah : 6].
Ayat di atas merupakan dalil wajibnya wudlu bagi orang yang hendak mengerjakan shalat. Allah ta’ala tidak akan menerima shalat orang yang tidak berwudlu.
حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ مَنْصُورٍ، وَقُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، وَأَبُو كَامِلٍ الْجَحْدَرِيُّ وَاللَّفْظُ لِسَعِيدٍ، قَالُوا: حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ، عَنْ سِمَاكِ بْنِ حَرْبٍ، عَنْ مُصْعَبِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ: " دَخَلَ عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ، عَلَى ابْنِ عَامِرٍ، يَعُودُهُ وَهُوَ مَرِيضٌ، فَقَالَ: أَلَا تَدْعُو اللَّهَ لِي يَا ابْنَ عُمَرَ؟ قَالَ: إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " لَا تُقْبَلُ صَلَاةٌ بِغَيْرِ طُهُورٍ
Antara Hizb 'Salafiy' dan Mengikuti Jalan Salaf
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
12:03
9
komentar
Label:
Manhaj
Asy-Syaikh Abu Ishaaq Al-Huwainiy Menuntun Syahadat Pemuda Jerman - Muhadlarah in Dortmund
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
17:24
2
komentar
Label:
Umum
Al-Imaam Ahmad rahimahullah berkata :
حَدَّثَنَا أَبُو النَّضْرِ هَاشِمُ بْنُ الْقَاسِمِ، حَدَّثَنَا عَبْدُ الْحَمِيدِ يَعْنِي ابْنَ بَهْرَامَ، قَالَ: حَدَّثَنِي شَهْرُ بْنُ حَوْشَبٍ، قَالَ: سَمِعْتُ أُمَّ سَلَمَةَ زَوْجَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ جَاءَ نَعْيُ الْحُسَيْنِ بْنِ عَلِيٍّ، لَعَنَتْ أَهْلَ الْعِرَاقِ، فَقَالَتْ: قَتَلُوهُ، قَتَلَهُمْ اللَّهُ، غَرُّوهُ وَذَلُّوهُ، لعنهم اللَّهُ، فَإِنِّي رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ جَاءَتْهُ فَاطِمَةُ غَدِيَّةً بِبُرْمَةٍ، قَدْ صَنَعَتْ لَهُ فِيهَا عَصِيدَةً تَحْمِلُهُ فِي طَبَقٍ لَهَا، حَتَّى وَضَعَتْهَا بَيْنَ يَدَيْهِ، فَقَالَ لَهَا: " أَيْنَ ابْنُ عَمِّكِ؟ " قَالَتْ: هُوَ فِي الْبَيْتِ، قَالَ: " فَاذْهَبِي، فَادْعِيهِ، وَائْتِنِي بِابْنَيْهِ "، قَالَتْ: فَجَاءَتْ تَقُودُ ابْنَيْهَا، كُلُّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا بِيَدٍ، وَعَلِيٌّ يَمْشِي فِي إِثْرِهِمَا، حَتَّى دَخَلُوا عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَجْلَسَهُمَا فِي حِجْرِهِ، وَجَلَسَ عَلِيٌّ عَنْ يَمِينِهِ، وَجَلَسَتْ فَاطِمَةُ عَنْ يَسَارِهِ، قَالَتْ أُمُّ سَلَمَةَ فَاجْتَبَذَ مِنْ تَحْتِي كِسَاءً خَيْبَرِيًّا، كَانَ بِسَاطًا لَنَا عَلَى الْمَنَامَةِ فِي الْمَدِينَةِ، فَلَفَّهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ جَمِيعًا، فَأَخَذَ بِشِمَالِهِ طَرَفَيْ الْكِسَاءِ، وَأَلْوَى بِيَدِهِ الْيُمْنَى إِلَى رَبِّهِ تَعَالى قَالَ: " اللَّهُمَّ أَهْلِي، أَذْهِبْ عَنْهُمْ الرِّجْسَ، وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا، اللَّهُمَّ أَهْلُ بَيْتِي، أَذْهِبْ عَنْهُمْ الرِّجْسَ، وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا، اللَّهُمَّ أَهْلُ بَيْتِي أَذْهِبْ عَنْهُمْ الرِّجْسَ وَطَهِّرْهُمْ تَطْهِيرًا "، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَلَسْتُ مِنْ أَهْلِكَ ؟ قَالَ: " بَلَى، فَادْخُلِي فِي الْكِسَاءِ "، قَالَتْ: فَدَخَلْتُ فِي الْكِسَاءِ بَعْدَمَا قَضَى دُعَاءَهُ لِابْنِ عَمِّهِ عَلِيٍّ وَابْنَيْهِ وَابْنَتِهِ فَاطِمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ
Minuman yang Mengandung Alkohol = Khamr = Haram ?
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
02:45
13
komentar
Label:
Fiqh
Khamr dalam Islam, adalah dzat yang tidak diragukan lagi keharamannya, berdasarkan Al-Qur’an, As-Sunnah, dan ijma’.
Allah ta’ala berfirman :
يَسْأَلُونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا
“Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah : ‘Pada keduanya itu terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya” [QS. Al-Baqarah : 219].
‘Sodomi’ dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai : (1) pencabulan dng sesama jenis kelamin atau dng binatang; (2) sanggama antarmanusia secara oral atau anal, biasanya antarpria; semburit [Kamus Bahasa Indonesia Online - http://kamusbahasaindonesia.org/sodomi]. Wikipedia yang mengutip dari artikel What is Sodomy-nya Brendan I. Koener memberikan definisi : istilah hukum yang digunakan dalam untuk merujuk kepada tindakan seks "tidak alami" yang bergantung pada yuridiksinya dapat terdiri atas seks oral atau seks anal atau semua bentuk pertemuan organ non-kelamin dengan alat kelamin, baik dilakukan secara heteroseksual, homoseksual, atau antara manusia dan hewan [see : http://id.wikipedia.org/wiki/Sodomi].
Bagaimana Hukum Memeluk Lutut Saat Mendengarkan Khutbah Jum’at ?
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
02:16
4
komentar
Label:
Fatawa,
Fiqh
Tanya : Bagaimana hukum memeluk lutut ketika mendengarkan khotib berkhutbah, apakah dibolehkan atau tidak? mohon penjelasannya.
Barokallohu fiik.
[Abu Umamah].
Jawab : Wa fiika baarakallaah.
Duduk seperti itu disebut sebagai hubiyah. Di sini, jawaban akan kami petikkan dari Silsilah Al-Fataawaa Asy-Syar’iyyah karya Asy-Syaikh Abul-Hasan Al-Ma’ribiy hafidhahullah :
Langgan:
Entri (Atom)












