Cerita Seseorang tentang NII

8 komentar

Beberapa waktu lalu, santer pemberitaan tentang NII, terutama pasca diculiknya salah satu PNS Kementerian Perhubungan beberapa waktu lalu. Di beberapa perguruan tinggi, tidak terkecuali UGM, diadakan koordinasi untuk mencegah masuknya NII ini di lingkungan kampus. Ada dosen saya yang bilang bahwa salah satu mahasiswanya (S1) disinyalir terkena imbas NII ini. Jarang kuliah, sering ngilang dari kostnya, dan tidak pernah kontak dengan kerabat (termasuk ortunya).

Bekerja

8 komentar

Syari’at Islam datang untuk membawa kemaslahatan. Termasuk kemaslahatan dalam Islam adalah perintah Allah ta’ala kepada manusia yang berkemampuan untuk bekerja, mencari karunia-Nya yang terhampar luas di permukaan bumi.
هُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ الأرْضَ ذَلُولا فَامْشُوا فِي مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا مِنْ رِزْقِهِ وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya. Dan hanya kepada-Nya-lah kamu (kembali setelah) dibangkitkan” [QS. Al-Mulk : 15].

Larangan dan Celaan Para Imam terhadap Nikah Mut’ah

3 komentar

Telah lewat bahasan dalam blog ini tentang shahihnya riwayat dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang mengharamkan nikah mut’ah. Begitu juga dari ‘Aliy radliyallaahu ‘anhu. Sekarang kita ganti tema menelaah riwayat Syi’ah yang melarang nikah mut’ah.

Berobat dengan Sesuatu yang Diharamkan

17 komentar

Sakit merupakan tabiat raga manusia yang diciptakan dalam keadaan lemah. Besi yang keras saja dapat termakan karat jika tak terawat. Oleh karena itu, bukanlah satu hal yang luar biasa sebenarnya apabila ada di antara kita terkena cobaan sakit, baik sakit ringan ataupun berat.
Allah ta’ala berfirman tentang sakit yang menimpa sebagian hamba-hamba-Nya yang shaalih :
وَلَقَدْ فَتَنَّا سُلَيْمَانَ وَأَلْقَيْنَا عَلَى كُرْسِيِّهِ جَسَدًا ثُمَّ أَنَابَ
“Dan sesungguhnya Kami telah menguji Sulaiman dan Kami jadikan (dia) tergeletak di atas kursinya sebagai tubuh (yang lemah karena sakit), kemudian ia bertaubat” [QS. Shaad : 34].

Belajar dan Bekerja Sebagai Akuntan….

7 komentar

Pernah ditanyakan kepada Asy-Syaikh Dr. Abu ‘Abdil-Mu’iiz Muhammad ‘Aliy Firkuuz hafidhahullah sebagai berikut :
ما حكم دراسة المحاسبة في الجامعة؟ وما حكم العمل كمحاسب؟ وبارك الله فيكم
“Apa hukum mempelajari ilmu akuntansi di universitas ? Dan apa hukumnya bekerja sebagai akuntan ? Baarakallaahu fiikum.
Beliau hafidhahullah menjawab sebagai berikut :

Jaahil dan Jaahiliyyah

4 komentar

Kata jahl (جهل) dalam bahasa ‘Arab merupakan asal dari dua hal, yaitu :
1.      Kosongnya jiwa dari ilmu. Dikatakan Fulaan jaahil, yaitu tidak ada ada ilmu pada dirinya.
2.      Al-Khiffah (الخِفة), yang merupakan lawan kata dari ath-thuma’niinah (الطمأنينة) (ketenangan). Dan dari kata tersebut adalah perkataan orang-orang tentang sepotong kayu yang digerak-gerakkan oleh bara api dengan sebutan mijhal (مِجْهَل). Dan dikatakan istajhalatir-riihu al-ghushn : hembusan angin menggoyangkan dahan pohon.[1] 

Berlepas Dirinya Imam Ahlul-Bait terhadap Orang-Orang yang Mencela Abu Bakr dan ‘Umar radliyallaahu ‘anhumaa

4 komentar

Sudah menjadi pengetahuan yang jamak bahwa dua imam, Abu Bakr dan ‘Umar radliyallaahu ‘anhumaa, menjadi musuh utama orang-orang Syi’ah. Orang-orang Syi’ah membenci mereka berdua melebihi kebenciannya terhadap orang Majusi yang jelas-jelas kafir.[1] Kebencian mereka dilandasi dalih Abu Bakr dan ‘Umar radliyallaahu ‘anhumaa telah mendhalimi imam mereka dalam perkara imamah. Mereka kobarkan dakwah (palsu) kecintaan terhadap Ahlul-Bait dengan sebab itu,…… padahal Ahlul-Bait sebenarnya berlepas diri dari kecintaan (palsu) mereka. Berikut salah beberapa buktinya :

Ibnu ‘Abbaas dan Nikah Mut’ah

9 komentar

Strike Straight to the point :
Telah masyhur di kalangan Ahlus-Sunnah bahwa Ibnu ‘Abbaas radliyallaahu ‘anhumaa adalah salah seorang shahabat Nabi yang berpendapat ‘membolehkan’ nikah mut’ah. Bahkan ‘Aliy bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhu pernah mengecamnya dengan keras atas pendapatnya itu, sebagaimana riwayat :

Perbedaan Pendapat di Kalangan Salaf : Apakah Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam Melihat Allah Ketika Mi’raj (2)

0 komentar


Pendapat di Kalangan Taabi’iin dan Taabi’ut-Taabi’iin
Pendapat dari kalangan taabi’iin dan taabi’ut-taabi’iin secara umum tidaklah keluar dari tiga pendapat yang beredar di kalangan shahabat di atas. Hanya saja, tidak ternukil dari mereka pendapat yang menafikkan ru’yah secara mutlak, kecuali sebagian orang yang tawaquf dalam permasalahan ini.

Ekowisata dan Pendidikan

4 komentar

Abul-Jauzaa’             (10/308334/PKT/00943)

Definisi
Banyak ahli berbeda pendapat kapan istilah ekowisata ini dimunculkan. Hetzer (1965) sebagaimana disitir Fennel (1999) dan Blamey (2001), telah menggunakan istilah yang mirip ketika ia memperkenalkan empat prinsip wisata bertanggung jawab (responsible tourism), yaitu meminimalkan dampak lingkungan, menghormati budaya setempat, memaksimalkan manfaat bagi masyarakat lokal, dan memaksimalkan kepuasan wisatawan. Orams (1995) dan Hevenegaard (1994) dalam Fennel (1999) menyatakan istilah itu hanya bisa ditelusuri balik pada akhir tahun 1980-an, sedangkan yang lain (Higgins, 1996) mengatakan istilah itu bisa ditelusuri hingga akhir tahun 1970-an. Namun Fennel (1999) sendiri mengatakan bahwa pernyataan yang secara konsisten ada dalam beberapa literature mendukung fakta Ceballos-Lascurain adalah orang yang pertama kali menggunakan frase ‘ekowisata’ pada awal tahun 1980-an.

Tuhan Sembilan Senti

5 komentar

Taufiq Isma’il
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,

Sumpah dengan (Menyebut) Mushhaf

5 komentar

Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimiin rahimahullah berkata :
.....والمصحف يتضمن كلام الله، وكلام الله تعالى من صفاته، وهو -أعني كلام الله- صفة ذاتية فعلية؛ لأنه بالنظر إلى أصله وأن الله لم يزل ولا يزال موصوفاً به، لأن الكلام كمال فهو من هذه الناحية من صفات الله الذاتية، إذ لم يزل ولا يزال متكلماً فعالاً لما يريده، وبالنظر إلى آحاده يكون من الصفات الفعلية، لأنه يتكلم متى شاء، قال الله تعالى إنما أمره إذا أراد شيئاً أن يقول له كن فيكون، فقرن القول بالإرادة، وهو دليل على أن كلام الله يتعلق بإرادته ومشيئته سبحانه وتعالى، والنصوص في هذا متضافرة كثيرة وأن كلام الله تحدث آحاده حسب ما تقتضيه حكمته.......