Bertaubat kepada Allah ta’ala



Khusus untuk kalimat yang saya garis merah, Al-Muzanniy rahimahullah (w. 264 H) berkata:
"Dan hendaknya bertaubat kepada Allah 'azza wa jalla agar supaya pemimpin berkasih-sayang kepada rakyatnya"
[Syarhus-Sunnah lil-Muzanniy, hal. 85, tahqiiq : Jamaal ‘Azzuun].
Beliau rahimahullah saat menjelaskan rambu-rambu manhaj Ahlis-Sunnah wal-Jama'ah menekankan agar rakyat segera dan selalu bertaubat atas segala kesalahan mereka. Hal itu tidak lain karena kedhaliman para pemimpin disebabkan karena kedhaliman dan dosa yang mereka lakukan. Nabi dalam sebuah penggalan hadits bersabda:
وَلمَ ْيَنْقُصُوْا اْلمِكْيَالَ وَاْلمِيْزَانَ إِلَّا أَخَذُوْا بِالسِّنِيْنَ وَشِدَّةِ اْلمَئُوْنَةِ وَجُوْرِ السُّلْطَانِ عَلَيْهِمْ
"Dan tidaklah mereka mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali akan ditimpakan kepada mereka paceklik dan, kesusahan hidup, dan kedhaliman para penguasa atas mereka" [Diriwayatkan oleh Ibnu Maajah no. 4019].
Ibnu Abil-'Izz Al-Hanafiy rahimahulah mengatakan:
فإذا أراد الرعية أن يتخلصوا من ظلم الأمير الظالم ، فليتركوا الظلم
Maka, apabila rakyat ingin mengakhiri/melepaskan diri dari kedhaliman pemimpin yang dhalim, hendaklah mereka meninggalkan kedhaliman (yang mereka perbuat)” [Syarh Al-’Aqidah Ath-Thahawiyyah hal 370].
Apakah kedhaliman yang kita lakukan sedikit ? Mari kita hitung mulai bangun pagi hingga saat ini, kemarin hingga hari ini, tahun lalu hingga tahun ini.
Allah ta'ala berfirman:
وَأَنِ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوا إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُمْ مَتَاعًا حَسَنًا إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِي فَضْلٍ فَضْلَهُ وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ
"Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertobat kepada-Nya. (Jika kamu, mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat" [QS. Huud : 3].
Ketika kita bertaubat dan meminimalkan kedhaliman yang kita lakukan, semoga dengannya Allah ta'ala memberikan taufik kepada para pemimpin kita meninggalkan kedhaliman mereka dan mengasihi rakyatnya....
Wallaahu a’lam bish-shawwaab.

[abul-jauzaa’ – sore yang hujan, 21032017].

Comments

achmad chumaidi mengatakan...

Aamiin. Syukron ustaadz

Anonim mengatakan...

Mengakui salah itu yang gak mudah ya ustadz.....