Bulan Terbelah



Tanya : Saya pernah membaca sebuah buku yang menjelaskan bahwa bulan pernah terbelah di jaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Apakah pernyataan ini memang benar adanya atau hanya takhayul yang berkembang di masyarakat lalu masuk ke ajaran Islam ? Sebab banyak orang di masa sekarang mengingkarinya karena bertentangan dengan ilmu dan teknologi (IPTEK).
Jawab : Pernyataan mengenai terbelahnya bulan di jaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah haq (benar). Bahkan itu merupakan aqidah yang harus diyakini/diimani oleh setiap muslim yang mengaku bahwa Allah adalah Tuhannya dan Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah nabinya. Peristiwa itu telah disebutkan Allah dalam Al-Qur’an serta dikhabarkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wasallam dan para shahabatnya dalam As-Sunnah Ash-Shahiihah.
Allah ta’ala berfirman :
اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ * وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ
“Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan. Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mu’jizat), mereka berpaling dan berkata : “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus” [QS. Al-Qamar : 1-2].
Telah dekat hari kiamat[1] dengan salah satu tandanya, yaitu : telah terbelahnya bulan di jaman Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Ketika orang-orang musyrik melihat hujjah dan bukti yang kuat itu, mereka bukannya menerima, namun malah berpaling dan mengatakan itu semua adalah sihir yang disihirkan kepada mereka oleh Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
أَخْبَرَنَا أَبُو زَكَرِيَّا الْعَنْبَرِيُّ، ثنا مُحَمَّدُ بْنُ عَبْدِ السَّلامِ، ثنا إِسْحَاقُ، أَنْبَأَ عَبْدُ الرَّزَّاقِ، أَنْبَأَ بْنُ عُيَيْنَةَ، وَمُحَمَّدُ بْنُ مُسْلِمٍ، عَنِ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: " رَأَيْتُ الْقَمَرَ مُنْشَقًّا بِشِقَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ بِمَكَّةَ قَبْلَ مَخْرَجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ "، شِقَّةٌ عَلَى أَبِي قُبَيْسٍ، وَشِقَّةٌ عَلَى السُّوَيْدَاءِ، فَقَالُوا: سُحِرَ الْقَمَرُ، فَنَزَلَتْ اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ وَانْشَقَّ الْقَمَرُ، يَقُولُ: " كَمَا رَأَيْتُمْ مُنْشَقًّا، فَإِنَّ الَّذِي أَخْبَرْتُكُمْ عَنِ اقْتِرَابِ السَّاعَةِ حَقٌّ "
Telah mengkhabarkan kepada kami Abu Zakariyyaa Al-‘Anbariy : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin ‘Abdis-Salaam : Telah menceritakan kepada kami Ishaaq : Telah memberitakan kepada kami ‘Abdurrazzaaq : Telah memberitakan Ibnu ‘Uyainah dan Muhammad bin Muslim, dari Ibnu Abi Najiih, dari Mujaahid, dari Abu Ma’mar, dari ‘Abdullah bin Mas’uud radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : “Aku melihat bulan terbelah menjadi dua sebanyak dua kali di Makkah sebelum hijrahnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa aalihi sallam (dari Makkah hijrah menuju Madiinah). Satu belahan pada Abu Qubais, dan belahan yang lain pada As-Suwaidaa’. Mereka (orang-orang kafir) berkata : “Bulan telah disihir !”. Maka, turunlah ayat ayat : ‘Telah dekat (datangnya) saat itu dan telah terbelah bulan’ (QS. Al-Qamar : 1). Ibnu Mas’uud berkata : “Sebagaimana kalian melihat bulan telah terbelah. Sesungguhnya yang aku khabarkan kepada kalian tentang dekatnya hari kiamat adalah benar” [Diriwayatkan oleh Al-Haakim, 2/471; dishahihkan oleh Asy-Syaikh Muqbil dalam Ash-Shahiihul-Musnad min Asbaabin-Nuzuul, hal. 231].
حَدَّثَنَا بِشْرٌ، قَالَ: ثَنَا يَزِيدُ، قَالَ: ثَنَا سَعِيدٌ، عَنْ قَتَادَةَ، قَوْلَهُ: وَإِنْ يَرَوْا آيَةً يُعْرِضُوا وَيَقُولُوا سِحْرٌ مُسْتَمِرٌّ. قَالَ: " إِذَا رَأَى أَهْلُ الضَّلالَةِ آيَةً مِنْ آيَاتِ اللَّهِ قَالُوا: إِنَّمَا هَذَا عَمَلُ السِّحْرِ، يُوشِكُ هَذَا أَنْ يَسْتَمِرَّ وَيَذْهَبَ "
Telah menceritakan kepada kami Bisyr, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Yaziid, ia berkata : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid, dari Qataadah tentang firman-Nya ta’ala : ‘Dan jika mereka (orang-orang musyrikin) melihat sesuatu tanda (mu’jizat), mereka berpaling dan berkata : “(Ini adalah) sihir yang terus-menerus’ (QS. Al-Qamar : 2). Ia (Qataadah) berkata : “Jika orang-orang yang sesat melihat satu ayat di antara ayat-ayat Allah, mereka berkata : ‘Ini hanyalah trik-trik sihir yang sedang berlangsung dan hampir-hampir akan selesai” [Diriwayatkan oleh Ath-Thabariy dalam Jaami’ul-Bayaan, 22/570; sanadnya shahih].
Secara mudah dapat dipahami secara langsung dari QS. Al-Qamar ayat 1, bahwa bulan telah terbelah dimana ayat tersebut menggunakan fi’il madli (kata kerja lampau) yang berarti telah terjadi. Untuk merubah makna lampau menjadi makna yang akan datang membutuhkan dalil, dan di sini tidak ada.
Pada qira’at Hudzaifah bin Yaman radliyallaahu ‘anhu, ayat ini dibaca :
قَدِ اقْتَرَبَتِ السَّاعَةُ، وَقَدِ انْشَقَّ الْقَمَرُ
“Sungguh telah dekat (datangnya) saat itu dan sungguh telah terbelah bulan” [Diriwayatkan oleh ‘Abdurrazzaaq 3/193 no. 5285; sanadnya hasan].
Kata قَد (sungguh) merupakan bentuk penekanan (taukid), sehingga dalam ayat ini mengkhabarkan bahwa bulan benar-benar telah terbelah.
Apalagi jika kita perhatikan ayat setelahnya yang memperkuat makna itu :
وَكَذَّبُوا وَاتَّبَعُوا أَهْوَاءَهُمْ وَكُلُّ أَمْرٍ مُسْتَقِرٌّ
“Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya” [QS. Al-Qamar : 3].
Ayat ini dinyatakan dalam bentuk lampau (telah terjadi), yaitu orang-orang musyrik setelah melihat terbelahnya bulan, mereka tetap mendustakan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Dikuatkan lagi dengan keberadaan hadits shahih yang merekam peristiwa terbelahnya bulan :
حَدَّثَنَا صَدَقَةُ بْنُ الْفَضْلِ، أَخْبَرَنَا ابْنُ عُيَيْنَةَ، عَنْ ابْنِ أَبِي نَجِيحٍ، عَنْ مُجَاهِدٍ، عَنْ أَبِي مَعْمَرٍ، عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: انْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شِقَّتَيْنِ، فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " اشْهَدُوا "
Telah menceritakan kepada kami Shadaqah bin Al-Fadhl : Telah mengkhabarkan kepada kami Ibnu ‘Uyainah, dari Ibnu Abi Najiih, dari Mujaahid, dari Abu Ma’mar, dari ‘Abdullah bin Mas’uud radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : “Bulan pernah terbelah di jaman Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam menjadi dua bagian. Lalu Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : ‘Persaksikanlah !” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 3636].
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ، حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ كَثِيرٍ، حَدَّثَنَا سُلَيْمَانُ بْنُ كَثِيرٍ، عَنْ حُصَيْنٍ، عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ جُبَيْرِ بْنِ مُطْعِمٍ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ: " انْشَقَّ الْقَمَرُ عَلَى عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَتَّى صَارَ فِرْقَتَيْنِ عَلَى هَذَا الْجَبَلِ وَعَلَى هَذَا الْجَبَلِ "، فَقَالُوا: سَحَرَنَا مُحَمَّدٌ، فَقَالَ بَعْضُهُمْ: لَئِنْ كَانَ سَحَرَنَا مَا يَسْتَطِيعُ أَنْ يَسْحَرَ النَّاسَ كُلَّهُمْ ".
Telah menceritakan kepada kami ‘Abd bin Humaid : Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Katsiir : Telah menceritakan kepada kami Sulaimaan bin Katsiir, dari Hushain, dari Muhammad bin Jubair bin Muth’im, dari ayahnya, ia berkata : “Bulan pernah terbelah di jaman Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam hingga menjadi dua bagian, yang satu di atas gunung ini dan yang lain di atas gunung ini”. Mereka (orang-orang kafir) berkata : “Muhammad telah menyihir kita”. Sebagian lain di antara mereka berkata : “Seandainya ia telah menyihir kita, niscaya ia tidak mampu menyihir semua manusia” [Diriwayatkan oleh At-Tirmidziy 5/320 no. 3289; sanadnya hasan].
حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الْوَهَّابِ، حَدَّثَنَا بِشْرُ بْنُ الْمُفَضَّلِ، حَدَّثَنَا سَعِيدُ بْنُ أَبِي عَرُوبَةَ، عَنْ قَتَادَةَ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ أَهْلَ مَكَّةَ سَأَلُوا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُرِيَهُمْ آيَةً، فَأَرَاهُمُ الْقَمَرَ شِقَّتَيْنِ حَتَّى رَأَوْا حِرَاءً بَيْنَهُمَا "
Telah menceritakan kepadaku ‘Abdullah bin ‘Abdil-Wahhaab : Telah menceritakan kepada kami Bisyr bin Al-Mufadldlal : Telah menceritakan kepada kami Sa’iid bin Abi ‘Aruubah, dari Qataadah, dari Anas bin Maalik radliyallaahu ‘anhu : Bahwasannya penduduk Makkah meminta Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam agar diperlihatkan kepada mereka satu ayat. Maka beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam memperlihatkan kepada mereka bulan terbelah menjadi dua, hingga mereka dapat melihat Hiraa’ di antara kedua belahan tersebut [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 3868].
Asy-Syaukani rahimahullah berkata :
والحاصل أنا إذا نظرنا إلى كتاب الله ، فقد أخبرنا بأنه انشقّ ، ولم يخبرنا بأنه سينشق ، وإن نظرنا إلى سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ، فقد ثبت في الصحيح ، وغيره من طرق متواترة أنه قد كان ذلك في أيام النبوّة ، وإن نظرنا إلى أقوال أهل العلم ، فقد اتفقوا على هذا ، ولا يلتفت إلى شذوذ من شذّ ، واستبعاد من استبعد
“Kesimpulannya, bahwasannya jika kita melihat Kitabullah, sungguh Allah telah mengkhabarkan kepada kita bulan telah terbelah, dan Allah sama sekali tidak mengkhabarkan kepada kita bulan akan terbelah. Jika kita melihat sunnah Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, sungguh telah tetap dalam kitab Ash-Shahiih dan yang lainnya dari jalan-jalan mutawatir bahwa peristiwa terbelahnya bulan terjadi di masa nubuwwah. Dan jika kita melihat pada perkataan para ulama, sungguh mereka telah sepakat (ijmaa’) tentang hal ini. Janganlah menengok kepada pendapat yang ganjil dan kemustahilan (yang diucapkan) orang yang menganggap mustahil[Fathul-Qadiir, 5/120].
Oleh karena itu, peristiwa terbelahnya bulan telah menjadi ‘aqidah aksiomatik bagi orang-orang yang beriman dari dulu hingga sekarang.
Tentang masalah pengingkaran orang yang ingkar, maka telah berlalu hal yang sama dari kalangan orang musyrik/kafir. Sejarah berulang. Pengingkaran semacam ini akan senantiasa ada sepanjang jaman, sehingga tidak layak bagi kita menyibukkan diri memperhatikannya.
Seandainya IPTEK tidak bisa membuktikan bulan pernah terbelah, bukan berarti bulan tidak pernah terbelah. Ini merupakan ayat Allah (mu’jizat) yang besar yang tidak mewajibkan manusia dapat membuktikan kebenarannya melalui sains. Jangankan terbelahnya bulan, IPTEK manusia sampai hari ini tidak pernah bisa menjelaskan fenomena sihir[2] dalam perspektif sains modern, padahal kejadian itu (masih) mudah ditemui di sekitar kita. Kewajiban yang dituntut Allah dan Rasul-Nya hanyalah mengimaninya.
Wallaahu a’lam.
Semoga Allah senantiasa memberikan petunjuk kepada kita semua.
[abul-jauzaa’ - perumahan ciomas permai, ciapus, ciomas, bogor - 03071434/12052013 – 23:33].



[1]      Tentang dekatnya hari kiamat, Allah ta’ala berfirman :
اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ
Telah dekat kepada manusia hari menghisab segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (daripadanya)” [QS. Al-Anbiyaa’ : 1].
يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا
Manusia bertanya kepadamu tentang hari berbangkit. Katakanlah: "Sesungguhnya pengetahuan tentang hari berbangkit itu hanya di sisi Allah". Dan tahukah kamu (hai Muhammad), boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya” [QS. Al-Ahzaab : 63].
Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
بُعِثْتُ أَنَا وَالسَّاعَةَ هَكَذَا "، وَيُشِيرُ بِإِصْبَعَيْهِ فَيَمُدُّ بِهِمَا
Aku diutus sedangkan aku dan hari kiamat seperti ini” – beliau berisyarat dengan dua jarinya, lalu menjulurkannya [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 5301 & 6503, Muslim no. 2950, dan yang lainnya dari Sahl bin Sa’d As-Saa’idiy radliyallaahu ‘anhu].
[2]      Silakan baca artikel : Sihir dan Pasal Santet.

Comments

Abu Yahyaa mengatakan...

Jangankan bulan terbelah, matahari mengelilingi bumi saja mereka bilang tidak mungkin secara IPTEK. Sayangnya banyak muslimin yang membeo akan hal ini.

Ana sudah sering masuk ke forum-forum di internet minta satu saja bukti TAK TERBANTAHKAN bahwa bumi-lah yang mengelilingi matahari. Tapi hingga kini belum pernah mendapatkan jawaban yang memuaskan. Semua bisa terbantahkan. Semua relatif! Ajaibnya, jawaban mereka terkesan "sok" seperti yang paling mengetahui bagaimana langit dan bumi tercipta.

"Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar dari penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (alMu-min: 57)

Lincoln Barnet berkata dalam bukunya, The Universe and Dr. Einstein, hal 63:

"...nor has any physical experiment ever proved that the Earth actually is in motion."

(...tak satu pun eksperimen fisik yang pernah membuktikan bahwa Bumi itu bergerak)

Anonim mengatakan...

Dengan tidak mengurangi rasa hormat kpd syaikh 'Utsaimin rahimahullah dan yg sependapat dgn beliau (termasuk Komentator di atas saya), Saya ingin bertanya, [1] Dimana adanya dalil (Alquran dan atau Hadits yg SHAHIH) yg JELAS dan TEGAS yg mengatakan BAHWA MATAHARI MENGLILINGI BUMI, [2], Jika No. 1 ada, Apakah matahari mengelilingi planet BUMI SAJA, atau ada planet lain juga yg ikut DIKELILINGI oleh Matahari, spt kita ketahui antara Matahari dan Bumi ada planet lain. dan TIDAK MUNGKIN Matahari HANYA Mengelilingi BUMI SAJA, karena Matahari TIDAK AKAN MUAT utk masuk diantara celah antara bumi dan planet itu. Saya sudah baca buku "Matahari mengelilingi Bumi", tapi tidak saya temukan DALIL yg JELAS DAN TEGAS tentang hak tsb. barangakali ust. abul jauzaa, ada menemukan dalil tsb ?

Abu Yahyaa mengatakan...

Bismillaah,

Ana jawab:

1. Jika antum bilang sudah membaca buku "Matahari Mengelilingi Bumi" dan mengatakan masih belum ada 1 pun dalil yang jelas dan tegas --menurut antum--, maka maafkan ana kalau mengatakan antum masih harus membaca lagi buku itu pelan-pelan. Bicara masalah dalil, artinya antum harus tauqif. Sami`naa wa atho`naa. Bukan seperti mu`tazilah yang menimbang dalil dengan akalnya, sahih atau tidak sahih. Terlebih lagi, di dalam buku tersebut sudah dinukil `ijma `ulama salaf mengenai perkara ini. Beda kalau bicara dalil `aqliyah atau sains, ini lain cerita.

2. Prinsipnya: bumi diam ditengah semesta sementara lainnya berputar mengelilingi bumi. Konsepnya, bisa antum gambarkan dulu dengan tata surya yang antum kenal sekarang dengan matahari di pusat. Taruh pensil di pusat (matahari) dan putar gambarnya. Seperti itulah gambaran tata surya yang antum didoktrin dari sejak SD. Sekarang pindahkan pensil ke bumi, putar gambarnya maka seperti itulah perputaran yang sebenarnya dengan bumi di pusat semesta. Tanpa harus menggeser satu pun objek di langit. Simulasi bisa antum coba dengan mengakses situs ini (butuh java runtime):

http://www.astroarts.com/simulation/cometary-orbit.php

1. Masukkan 55P di kotak "Object Name".
2. Klik tombol "Search".
3. Klik tombol "Show Orbit".
4. Untuk perbandingan matahari di pusat dan bumi di pusat, ganti kotak "Center" dengan "Sun" atau "Earth".
5. Tombol "Zoom" untuk melihat planet-planet yang lebih jauh.
6. Klik tombol ">>" untuk menjalankan secara otomatis.
7. Selamat bereksperimen.

Kesimpulan:
Tidak ada perubahan secuil pun dengan mengganti pusat semesta, baik itu matahari atau bumi.

Anonim mengatakan...

http://www.atlanteanconspiracy.com/2011/11/earth-is-not-moving.html

http://loveforlife.com.au/content/08/01/28/astronomy-geocentricity-heliocentricity-does-earth-go-around-sun-or-does-sun-go-aro

Anonim mengatakan...

^anonim: bukankah syaikh albany pernah berfatwa ttg heliosentris?

Abu Yahyaa mengatakan...

To Anonim 14 Mei 2013 08.08:

Syaikh albany rohimahullaah berpendapat berdasarkan hadits, "Engkau lebih mengerti urusan duniamu." Namun semua perkataan dapat diterima dan ditolak kecuali perkataan Rosulullaah shollallaahu `alaihiwasallam. Tanpa menghilangkan rasa hormat kepada beliau rohimahullaah, ada 2 alasan hal ini tertolak:
1. Hal ini menyangkut perkara `aqidah bukan hanya masalah duniawi.
2. Perkataan beliau rohimahullaah menyelisihi `ijma salaf.

Anonim mengatakan...

Mungkin saya kurang perlahan ketika membaca buku itu, krn buku punya orang :), mungkin Abu Yahya bisa mencantumkan disini AYAT atau hadits yg SHAHIH dan TEGAS mengatakan bahwa MATAHARI MENGELILINGI BUMI. Konon syaikh al-albani rahimahullah menguatkan heliosentris "[ternyata dalam kaset Silsilah al-Huda wan Nur no. 497, ada pertanyaan sebagai berikut:

السائل يقول: ما قولكم في مسألة دوران الأرض؟
فأجاب الشيخ: نحن في الحقيقة لا نشك في أن قضية دوران الأرض حقيقة علمية لا تقبل جدلا

Seorang penanya bertanya: Apa pendapat Anda tentang maslalah perputaran Bumi?
Syaikh al-Albani menjawab: Kami pada hakikatnya tidak ragu bahwa perkara perputaran bumi merupakan hakikat (realitas) ilmiah yang tidak menerima perdebatan….

Selanjutnya, beliau menegaskan bahwa masalah ini termasuk dalam keumuman hadits: “Kalian lebih mengetahui urusan dunia kalian” dan beliau paparkan hujjah yang menunjukkan apa yang kemukakan di atas.

Beliau juga membantah pendalilan yang digunakan pihak yang mengatakan bahwa bumi itu diam.]", saya bukan mu'tazilah, saya percaya Nabi Musa menampar malakul maut, percaya kematian akan disembelih, percaya akan hadits lalat dst, krn SHAHIH dan TEGAS mengatakan hal itu. Apakah keyakinan heliosentris bertentangan dgn alquran dan sunnah yg shahih ?, kalo antum bisa menunjukan hal tsb sy pasti sami'na wa a'tho'na. disini ditulis bukti2 empiris ttg heliosentris http://myquran.org/forum/index.php/topic,29835.0.html

Abu Yahyaa mengatakan...

To Anonim 14 Mei 2013 11.58

alQur-an:
Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang mendebat Ibrahim tentang Tuhannya karena Allah telah memberikan kepada orang itu kekuasaan. Ketika Ibrahim mengatakan, "Tuhanku ialah Yang menghidupkan dan mematikan." Orang itu berkata, "Saya dapat menghidupkan dan mematikan." Ibrahim berkata, "SESUNGGUHNYA ALLAH MENERBITKAN MATAHARI DARI TIMUR, MAKA TERBITKANLAH DIA DARI BARAT." Lalu, terdiamlah orang kafir itu dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim. [alBaqoroh: 258]

alHadits:
Rasulullaah shollallaahu`alahiwasallam bersabda, "Ada seorang nabi dar Bani Isroil yang berperang, maka dia berkata kepada kaumnya, 'Jangan ada yang mengikutiku seseorang yang beristri dan dia ingin mencampurinya namun ia belum sempat mencampurinya, jangan pula seseorang yang telah membangun rumah namun belum memasang atapnya dan jangan pula seseorang yang telah membeli kambing sedangkan dia sedang menunggu kelahiran anaknya.' Maka nabi itu pun berperang dan dia mendekat pada desa yang dituju saat sholat `ashr maka dia berkata kepada matahari, 'Engkau adalah makhluk yang diperintah dan saya pun diperintah. Ya Allah, tahanlah matahari itu untukku sebentar.' Maka matahari itu pun ditahan sampai Allah memberinya kemenangan." [HR. Bukhori: 3124, Muslim: 1747]

Mengenai link yang antum klaim "empiris" itu, Ana sudah lama lihat forum itu dan ana yakinkan antum bahwa ana sanggup membantah secara empiris pula semua klaim-klaim heliosentris di forum itu. Boleh sodorkan 1 saja bukti favorit yang menurut antum sangat kuat dan TAK TERBANTAHKAN secara empiris. InsyaAllaah ana bisa jawab.

Anonim mengatakan...

To: Abu Yahyaa,
jazakallah khairan atas link yg antum share (http://www.astroarts.com/simulation/cometary-orbit.php.
Sangat membantu dalam simulasi matahari mengelilingi bumi.

Cuman masih ada hal yg 'mengganjal' di hati. Mohon penjelasan lebih lanjut.
Dari simulasi tersebut diperoleh informasi bahwa matahari mengelilingi bumi membutuhkan waktu1 tahun.
Bukankah siang dan malam ditempuh selama 24 jam?
Apakah untuk perubahan siang malamnya, bumi ber-rotasi?

barakallahu fikum,
abu ahmad

Abu Yahyaa mengatakan...

To Abu Ahmad,

Yang perlu antum pahami dengan baik adalah, heliosentris dan geosentris hanya berbeda sudut pandang saja. Yakni, siapa yang diam dan siapa yang bergerak. Untuk heliosentris, siang malam diperoleh dengan merotasi bumi. Sementara untuk geosentris, siang malam diperoleh dengan perputaran langit dan seisinya (bumi diam).

Untuk simulasi yang ana tunjukkan dalam link di komentar atas, tidak untuk simulasi siang-malam. Tapi, simulasi gerakan tahunan.

Wa fiikum barokallaah.

Muhammad Abdee mengatakan...

Assalamu Alaikum warah matullahi wabarakatuh,,,

Mohon tanggapannya uztad, ada sebuah lembaga beladiri(Hikmatul Iman) di bandung yg berani berfatwa bahwa :
- Nabi Muhammad membelah Bulan dengan Tenaga Dalamnya.

- Nabi adam masih hidup

- Nabi Yunus bukan ditelan oleh ikan tp oleh kapal selam

- Nabi adam di usir dari surga karna telah ber-khuldi (berhubungan) dgn hawa

Dan paham ini sudah menyebar ke seluruh murid muridnya.

Itu saja sebagian paham paham aneh yg bisa saya sampaikan, masih banyak sebenarnya paham yg lebih aneh lagi. Dan kami mempunyai bukti apa yg telah mereka sampaikan.

Jazakallahu khoir,,,

Anonim mengatakan...

Saya kutip ulang apa yg saya minta "..mungkin Abu Yahya bisa mencantumkan disini AYAT atau hadits yg SHAHIH dan TEGAS mengatakan bahwa MATAHARI MENGELILINGI BUMI". Adapun apa yg akh Abu Yahya jelaskan tidak membuat saya puas, perhatikan yg saya Caps, ayat itu bisa juga dipahami/dijelaskan dgn fenomena adanya rotasi bumi. Akan panjang dan bertele-tele kalo membahas soal penafsiran. Hanya yg saya sesalkan di buku itu dengan jelas EKSPLISIT, disebut di judul "MATAHARI MENGELILINGI BUMI" lalu sub judulnya "SEBUAH KEPASTIAN AL-QURAN DAN AS-SUNNAH", mungkin akan lebih bijak kalo kata "KEPASTIAN" diganti jadi "PENAFSIRAN", masa sekelas Syaikh Al-ALbani (juga syaikh Ali Hasan) tidak mengetahui hal ini (jika ini sebuah KEPASTIAN) ??, dan nyatanya tidak ada ayat dan hadits yg menyebut itu kan ?, OK lah, taruh benar matahari (dan benda2 langit lain di alam semesta ?) mengelilingi bumi, dengan sebab apakah benda2 langit itu mengelilingi bumi ?, apakah [1] krn Gravitasi bumi?, ataukah [2] mereka memang 'sukarela' bergerak mengelilingi bumi krn 'diperintah' olehNYA?, [1]kalo krn Gravitasi Bumi, maka tentu tdk ada makhluk yg bisa ada di permukaan bumi -gravitasi yg besar luarbiasa (sampe bisa menarik benda langit lain dgn jarak tahunan cahaya) benda apapun akan 'terhisap' ke dlm bumi. [2] Kalo mereka bergerak dgn 'sukarela', seperti jamaah haji thawaf keliling ka'bah, maka dari mana energinya (utk membuat dia bergerak terus menerus mengitari bumi) dlm kecepatan yg mustahil (krn jarak tahunan cahaya itu) harus mengitari bumi dlm sekira 24 jam saja. Adalah sunnatullah, DIA menciptakan alam ini dgn keteraturan, sebab-akibat, sehingga manusia bisa memikirkan ayat2 kauniyah-NYA. Mungkin Sudah ribuan astronom di era modern telah terlahir, mereka kerjaanya 'cuman' ngamati benda2 langit dan memperkirakan kapan terjadi gerhana, komet, asteroid dll, tp saya BELUM PERNAH MENDENGAR adanya pendapat dari astronom soal matahari mengitari bumi. Kalo cuman penafsiran, saya ikut imam malik, 'semua orang bisa diambil atau ditolak pendapatnya, kecuali Rasulullah'. Apakah tidak mungkin soal ini masuk dlm hadits (spt kata syaikh al-albnai rahimahullah) 'Kamu lebih mengetahui urusan dunia-mu'

Ibnu Abi Irfan mengatakan...

yang jelas, bumi itu diam. dalilnya :
"Tidaklah tegak hari kiamat hingga matahari terbit dari arah barat. Apabila ia telah terbit (dari arah barat) dan manusia melihatnya, maka berimanlah mereka semua. Pada hari itu tidaklah bermanfaat keimanan seseorang yang tidak beriman sebelum hari itu atau belum mengusahakan kebaikan di masa imannya." (HR. Bukhori dan Muslim dari sahabat Abu Huroiroh)

seandainya bumi itu yang berputar, kemudian pada hari kiamat nanti putaran bumi itu dibalik 180 derajat, maka sudah pasti apa yang ada dalam isi bumi itu, termasuk manusia, hewan, tumbuhan, bangunan, dan lain2 akan hancur berantakan.

akan tetapi pada hadits itu disebutkan bahwa manusia masih hidup dan mereka juga sempat beriman dan beramal sholeh pada Alloh. akan tetapi iman dan amal sholeh mereka tidak bermanfaat sama sekali.

Abu Yahyaa mengatakan...

To Anonim 15 Mei 2013 17.57

Kaidahnya, hukum asal yang terambil dari nash alQur-an dan alHadits adalah lafadz dzhohirnya. Kecuali, terdapat dalil lain yang memalingkannya pada makna kiasan atau lainnya. Berlaku pula kaidah ini pada ayat-ayat shifat (seperti: Tangan, Betis, Mata dan lain-lain). Ana yakin antum tahu kaidah ini. Dua dalil yang ana tunjukkan pada komentar sebelumnya, dari alQur-an dan alHadits, Allah-lah yang menerbitkan matahari dari timur. Seandainya terbit-tenggelam bukan karena pergerakan matahari, tentu lafadz alQur-an bukan seperti itu. Juga dalam alHadits dimana salah seorang nabi dari Bani Isroil meminta Allah menahan matahari sampai ia memenangkan perang. Masih banyak dalil lainnya, baik dari alQur-an mau alHadits. Misalnya dalam alQur-an surat alAnbiyaa ayat 33, "Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya." Silahkan buka tafsir Ibnu Katsir, Ibnu Abbaas rodhiallahu`anhuma ketika menafsirkan ayat ini beliau berkata, "Maksudnya berputar seperti alat tenun yang berbentuk bulat."

Masih 'kekeuh'-kah antum tidak ada dalil yang SHAHIH lagi TEGAS penunjukkannya dalam hal ini?

Lantas bagaimana dengan ijma `ulama salaf? Apa tanggapan antum dengan ijma dalam hal ini? Misalnya, yang ternukil dari Imam alQurthubi rohimahullaah dalam tafsirnya di surat arRo'd ayat 13, "Yang diyakini oleh kaum muslimin dan ahli kitab adalah bahwa bumi itu berhenti dan tetap tenang dan biasanya gerakan itu hanya terjadi kalau ada gempa." Apakah Allah akan membiarkan para `ulama salaf berijma dalam kesesatan? Mungkin antum akan menyanggah bahwa ini bukan ijma, para `ulama salaf telah berselisih akan hal ini. Jika demikian adanya, ana hanya meminta bukti dari antum saja. Tapi bukan khilaf setelah ijma, khilaf seperti ini tidak teranggap, ana yakin antum tahu kaidah ini. Jika memang ada, berarti telah terjadi khilaf ijtihadiyah sehingga kita tidak perlu berlarut-larut dalam hal ini.

Abu Yahyaa mengatakan...

Kemudian menjawab pertanyaan antum mengenai pergerakan benda langit dalam geosentris, simpelnya seperti ini (sekaligus bantahan bagi penganut heliosentris seperti antum):
1. Bumi diam. Eksperimen Michelson-Morley menunjukkan hal ini.
2. Langit memiliki batas. Kecuali bagi penganut heliosentris, mereka meyakini semesta senantiasa mengembang sejak terjadinya Big Bang. Adalah hal aneh bagi penganut heliosentris namun meyakini semesta yang terbatas (fixed). Sebab, semua teori pendukung heliosentris (misal: Red Shifting, Relativity, Time Space Curvature dan lain-lain) akan hancur berantakan.
3. Semesta tidak hampa. Melainkan terisi oleh "ether". Eksperimen Alain Aspect menunjukkan hal ini. Jamannya dulu waktu Einstein masih hidup, berkembang keyakinan bahwa semesta ini adalah hampa. Einstein bilang bahwa media antara benda langit di dalam semesta terisi oleh ruang waktu (Time Space), beliau mencetuskan teori Time Space Gravity menggantikan Newton Gravity. Einstein pun dapat nobel. Akan tetapi perkembangan terbaru saat ini, para peneliti mulai mengobservasi "ether" di dalam semesta. Mereka menamakannya Dark Matter. Ana punya teman lulusan Fisika dari ITB yang mengkonfirmasi hal ini. Tetapi, jauh-jauh hari para ilmuwan geosentris (jangan bilang geosentris tidak punya ilmuwan) telah menjadikan "ether" ini sebagai jawaban bagaimana gravitasi dan pergerakan langit di di dalam semesta.

So, dengan meramu 3 prinsip dasar di atas dapat diilustrasikan bahwa semesta dalam geosentris itu seperti bola besar yang berisi air. Air dalam bola berputar teratur 24 jam sehari membawa objek-objek kecil seperti matahari dan planet-planet lainnya. Kecuali, bumi yang terkunci ditengah arus perputaran tersebut. Ilustrasi ini berkesesuaian dengan `aqidah ahlussunnah waljama`ah bahwa bumi berada dipusat semesta dan langit memiliki batas (7 lapis).

Antum mengatakan, "Mungkin Sudah ribuan astronom di era modern telah terlahir, mereka kerjaanya 'cuman' ngamati benda2 langit dan memperkirakan kapan terjadi gerhana, komet, asteroid dll, tp saya BELUM PERNAH MENDENGAR adanya pendapat dari astronom soal matahari mengitari bumi." Pertama, banyak belum berarti benar. Kedua, antum tidak mendalami masalah ini (cuma taqlid saja). Sementara, Ana sudah bertahun-tahun mendalami masalah ini. Sumber empiris ana banyak dan berlimpah. Ilmuwan astronomi juga tidak melulu dari heliosentris. Geoentris juga banyak.

Jika saja antum tahu sejarah dicetuskannya teori heliosentris, tentu saja tidak akan berkilah bahwa ini hanya masalah duniawi saja. Ketahuilah akhiy, teori heliosentris dicetuskan saat segelintir orang berusaha keluar dari doktrin gereja yang saat itu berhaluan geosentris. Sampai-sampai Paus mengeluarkan dekrit yang mengutuk dan menyatakan ahli bid'ah untuk penganut Copernicus (heliosentris). Parahnya, paham ini semakin populer dikalangan akademisi yang notabene atheis. Riset demi riset dilakukan untuk membuktikan kebenaran heliosentris sebagai tandingan geosentris (doktrin agama). Ada yang menyatakan berhasil dan ada pula yang gagal. Yang menyatakan berhasil, seolah-olah mengatakan, "Nih, bukti agama itu tidak absolut." Sementara, riset yang gagal otomatis menjadi pembuktian tersendiri bagi geosentris. Ditambah lagi ilmuan berhaluan geosentris tidak tinggal diam. Genderang perang heliosentris vs geosentris tetap ditabuh hingga kini. Meski, geosentris kalah banyak.

"Berapa banyak terjadi golongan yang sedikit dapat mengalahkan golongan yang banyak dengan izin Allah." [alBaqoroh: 249]

Hingga kini, tidak ada satu pun bukti absolut untuk heliosentris. Meski mereka mengklaim empiris.

Abu Al-Jauzaa' : mengatakan...

@Abu Yahyaa,... seandainya antum masuk dalam forum diskusi kami saat membahas buku Ustadz Ahmad Sabiq, barangkali akan memberikan banyak faedah. Karena di dalamnya ada beberapa ikhwan doktor fisika (termasuk fisika teori/astronomi - al akh Andy Octavian Latif) yang membicarakan hal ini dari berbegai sudut pandang : agama dan sains.

Abu Al-Jauzaa' : mengatakan...

@Muhammad Abdee, kalau lembaga itu memang benar seperti yang antum katakan, maka apa yang dikatakan lembaga itu adalah sesat dan menyesatkan, ngawur. Sebaiknya dijauhi dan dilaporkan kepada MUi setempat.

Aan Sulistyo mengatakan...

http://www.voa-islam.com/news/citizens-jurnalism/2010/03/26/4402/fakta-ilmiah-mukjizat-nabi-muhammad-terbelahnya-bulan/


semoga bermanfaat.

Abu Al-Jauzaa' : mengatakan...

Sebenarnya,.... tulisan di situ menurut para ahli adanya gambaran 'kanal' di bulan tidak cukup kuat membuktikan bulan terbelah. Coba baca :

Di Bulan Tidak Ada Bukti Bulan Pernah Terbelah.

Intinya, kita tidak perlu mencari-cari bukti kongkrit (sains) agar kita yakin bulan pernah terbelah. Cukup bagi kita Al-Qur'an dan As-Sunnah yang menunjang keyakinan kita itu. Adapun sains, itu hanya pendukung, kalau memang ada. Jangan dibalik.

Anonim mengatakan...

@ Ibnu Abi Irfan : yang jelas Bumi itu diam (dgn alasan kalo bergerak, lalu tiba2 geraknya dibalik 180 derajat, maka apa yg ada di permukaan bumi akan hancur)
jawab saya :
Hadits itu tidak menunjukan bahwa bumi itu diam (afwan, kalo saya akan menyisipkan kata "menurut saya" diantara kata2 "yang jelas" dan "bumi itu diam"), coba cek hadits2 lain berkenaan dgn tanda2 kiamat, diantaranya tentang saat2 (sebelum atau sedang atau setelah ??, wallohu a'lam yg jelas dekat itu) kemunculan Dajjal, disitu dikatakan (mungkin ust. Abul Jauzaa lebih tahu redaksinya) ada HARI-HARI YG PANJANG, hari yg BUKAN 24 JAM, karena disebut (kalo tdk salah) sehari seperti seminggu, sehari seperti sebulan dan sehari seperti setahun, bukan 24 jam, krn ketika sahabat bertanya apakah hari2 yg panjang itu kita shalat 5 kali saja, jawab nabi Tidak !, tp kira2kan saja.
Nah, mengenai HARI-HARI YG PANJANG, penjelasannya bagaimana?
[1] Kalo menurut teori MMB (Matahari Mengelingi Bumi), maka saat itu gerakan MMB akan MELAMBAT ... melambat dan AKHIRNYA Matahari akan bergerak ke arah sebaliknya (sehingga dia terbit dari barat), apa yg ada di permukaan bumi tidak hancur, apa yg menyebabkan gerakan MMB melambat ?, apa yg menyebabkan Matahari bergerak ke arah sebaliknya ?, wallohu a'lam

[2] Kalo menurut teori RB (Rotasi Bumi, dari awal saya komen soal ini, baru dlm kerangka BUMI BEROTASI, belum bicara BMM(Bumi Mengelilingi Matahari)), kembali soal HARI2 YG PANJANG, maka pada saat itu ROTASI BUMI AKAN MELAMBAT, sehingga siangnya panjang, begitu juga malamnya, melambat ... melambat dan AKHIRNYA gerak RB ke arah sebaliknya (yg sebelumnya dari barat ke timur menjadi dari timur ke barat), sehingga BAGI PENGHUNI BUMI akan NAMPAK bahwa matahari terbit dari barat. apa yg ada di permukaan bumi tidak hancur (krn rotasi tdk berubah arah secara TIBA-TIBA, tp diawali dgn perlambatan terlbih dahulu) apa yg menyebabkan Rotasi Bumi bergerak melambat ?, apa yg menyebabkan Rotasi Bumi bergerak ke arah sebaliknya ?, wallohu a'lam

Saya hargai kalo antum pilih 'skenario/penjelasan' pertama, soal hari2 yg panjang dan terbitnya matahari dari barat, tp saya lebih memilih skenario yg kedua (krn apa yg saya minta, nash yg dgn JELAS mendukung MMB, tdk (belum) saya dapat).

note : menurut para ulama tanda2 kiamat besar ini jaraknya berdekatan, yg mana yg pertama muncul wallohu a'lam, yg jelas kalo salah satunya sudah muncul, maka akan SEGERA disusul oleh tanda yg lainnya. Tanda2 itu : [1] Munculnya Dajjal, [2] Turunnya Isa Al Masih, [3] Terbitnya Matahari dari barat.

Anonim mengatakan...

@Abu Yahya, [komentar 1] Ya justru itu yg saya minta lafadz dzhohirnya. yg (afwan saya ulang2) dengan JELAS dan TEGAS mengatakan MATAHARI MENGELILINGI BUMI (afwan uppercase saya ulang2 utk penekanan), ayat2 (dan hadits) tantang sifat kan jelas, TANGAN, WAJAH, MATA, BETIS dll, itu JELAS-JELAS DISEBUT. nah ini yg saya minta soal MMB, (krn di buku disebut "SEBUAH KEPASTIAN", saya harap ust. Abu Yusup hafidzhahullah, atau penerbit meninjau ulang penggunaan kata2 itu). Gerakan MMB tidak diungkap sama sekali SECARA DHAHIR oleh ayat-ayat yg antum cantumkan, semuanya hanya DIPAHAMI dari dhahir ayat, tetapi BUKAN dari DHAHIR (REDAKSI) ayat itu sendiri, jadi memang tidak ada hak bagi kita utk menyelewengkan ungkapan dhahir ayat tsb. ayat2 (juga hadits) yg berkaitan dgn matahari terbit dan terbenam (sependek yg saya tahu), semuanya berkait dari prespektif penduduk bumi, yg merasa diam, sehingga matahari lah yg NAMPAK (olehnya) bergerak, tidak ada masalah dlm hal ini, cuman soal gerak relatif apa/siapa terhadap pengamat apa/siapa. misal :
[QS 2:258] "Ibrahim berkata, "SESUNGGUHNYA ALLAH MENERBITKAN MATAHARI ... ", disini Nabi Ibrahim as yg berkata
[QS 6:78] "Kemudian tatkala dia (Ibrahim as) melihat matahari terbit ...", disini Nabi Ibrahim as yg melihat
[QS 18:17] "Dan kamu akan melihat matahari ketika terbit, condong dari gua mereka ... ", disini Kamu yg melihat
[QS 18:86] "Hingga apabila dia telah sampai ketempat terbenam matahari, dia melihat matahari terbenam di dalam laut yang berlumpur hitam ...", disini dia (zulkarnain) yg melihat
dll, semua terkait dari presfektif penduduk bumi, apa yg dikatakan (Nabi Ibrahim as, Kamu, Zulkarnain dll) itu BENAR (sesuai prespektifnya) tapi tidak lantas menunjukan HAKEKATNYA demikian. kalo mau ambil dhohir ayat, bolehkah kita katakan "Matahari terbenam di dalam laut yg berlumpur hitam", dimana itu ?, ini ayatnya JELAS, DISEBUT BEGITU lho, nah ayat yg spt ini yg saya minta, menyebut soal MMB, dan belum saya dapat. Matahari bergerak (disebut di ayat), ya, saya yakin itu, bulan juga bergerak, ya, saya yakin juga, keduanya beredar dlm garis edarnya, ya, saya yakin itu, dan semua astronom modern pasti sepakat. Cuma kemudian apakah gerakan matahari itu mengitari Bumi ?, nah soal ini tidak disebut di ayat, bahkan penafsiran ibnu abbas radhiallohu 'anhuma juga tidak menyebut itu, 'cuman' "berputar seperti alat tenun yg berbentuk bulat", bukan "berputar MENGELILINGI BUMI seperti alat tenun dst". Diriwayatkan dari Nabi "Ummatku TIDAK AKAN BERSEPAKAT dlm kesesatan", apakah memang ada Ijma' ?, apakah Ijma itu mengatakan dgn TEGAS soal MMB ?, hadits "Ummatku TIDAK AKAN BERSEPAKAT ...", apakah kata UMMATKU hanya merujuk kpd Ulama Salaf saja, dan tidak kpd selain mereka ??, wallohu a'lam, barangkali ust. abul Jauzaa lebih dpt menjelaskan soal ini. Apakah Allah membiarkan Ulama Salaf berijma dlm kesesatan ?, Apakah Allah membiarkan ulama sekelas Imam Nawawi dan Ibnu Hajar tergelincir dlm masalah sifat ?, Apakah Allah membiarkan seorang syaikh 'alim (sampai disebut perpustakaan berjalan) yg telah hidup bertahun2 di saudi tp tdk mengenal Riyal (mata uang negara itu)?

Saya tidak akan 'keukeuh' kalo antum bisa menunjukan nash yg saya minta. Insya Allah saya bukan penganut madzab 'kambing terbang', cukup bila telah jelas hakekat burung itu, atau dia sudah terbang, maka saya akan relakan meninggalkan kambing itu ;p, biarlah perbedaan ini kita sikapi dgn bijak, jangan sampai menghilangkan ukhuwah diantara kita, OK ;p

Anonim mengatakan...

[komentar 2] Saya ralat, saya bukan seorang heliosentris (kalo dipahami bahwa matahari sbg pusat semesta, krn pembicaraan saya baru pada konteks yg jauh lebih kecil dari itu, cuman setitik debu di jagat semesta raya, saya bicara dlm konteks Sistem Tata Surya) Sepertinya soal MMB ini memang antum lebih banyak riset (spt kata antum) dan ana menunggu hasilnya, cukup menarik (dan logis juga) teori semesta berisi ether dan semua benda langit bergerak di dalamnya. Dengan teori ini, memang bisa menjelaskan (apapun) yg diklaim sbg bukti 'heliosentris' , bisa diklaim juga sbg bukti geosentris (hanya masalah sudut pandang), cuma ada terbetik beberapa pertanyaan/ kemungkinan berikut :
[1]. Apakah semesta (langit) itu diam, dan 'ether' lah yg menggerakan semua benda langit, dgn bumi ada di porosnya, maka tentu kecepatan ether ini bergerak dgn kecepatan 'mustahil' sehingga bintang yg berjarak miliaran thn cahaya akan berputar 360 derajat mengitari bumi dlm 24 jam.
[2]. Semesta (langit) justru yg bergerak (dan ether, dan semua benda langit didalamnya diam), gerakannya memutar dgn bumi sbg porosnya, dan dgn kecepatan konstan shg semua benda langit selain bumi akan mengitari bumi dlm tempo 24 jam saja, maka bagi bumi akan NAMPAK semua benda langit selainnya bergerak mengitarinya.
[3]. Semesta bergerak, ether juga bergerak, semua benda langit diam, hal ini tertolak
[4]. Semesta bergerak, ether juga bergerak, semua benda langit juga bergerak (bukan hanya krn gerakan ether)
[5]. Semesta bergerak, ether juga bergerak, sebagian benda langit juga bergerak dst.

Nampaknya point no 2 lebih mudah diterima menurut geosentris (setidaknya menurut saya), barangkali akh abu yahya bisa share soal hasil risetnya, jadi bisa menambah faedah kepada kita.
Barakallohu fikum, wa jazakallahu khairan atas penjelasannya.

note: Ada hadits (bisa jadi rujukan utk geosentris) ttg matahari bersujud di bawah 'arsy lalu minta ijin 'utk lewat', 2 kali lalu utk yg ketiga dia diminta kembali dari arah sebaliknya, barang kali ust Abul jauzaa bisa menampilkan soal ini, PR buat antum, just kidding ;p

Abu Yahyaa mengatakan...

To Anonim 17 Mei 2013 12.48

Dalam surat azZumaar ayat 5 Allah berfirman:

"Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar. Dia menutupkan malam atas siang dan

menutupkan siang atas malam dan menundukkan matahari dan bulan, masing-masing

berjalan menurut waktu yang ditentukan. Ingatlah Dialah Yang Maha Perkasa lagi Maha

Pengampun."

Yang menghalangi antum memahami ayat ini secara dzhohirnya, yakni siang-malam karena

pergerakan matahari, bukankah karena secara IPTEK hal ini keliru? Bahwa yang benar

adalah siang-malam karena rotasi bumi sementara matahari diam saja? Kalau pun

matahari beredar, tapi bukan beredar mengelilingi bumi melainkan mengelilingi pusat

galaksi, bukankah begitu?

Sekarang pertanyaan ana atas ayat di atas:
1. Okelah di ayat yang antum cantumkan sebelumya ada perspektif manusia di situ.

Sekarang, dalam perspektif siapa siang-malam dalam ayat tersebut, perspektif manusia

atau Allah? Jangan-jangan kalau antum tetap 'kekeuh' itu perspektif manusia, makna

ayat, "Dia menciptakan langit dan bumi dengan benar," bukan benar-benar Allah yang

menciptakan? Atau maknanya, Allah membiarkan langit dan bumi tercipta sendirinya

sebagaimana teori Big Bang?
2. Apa yang terbersit di pikiran antum ketika tak satu pun nash yang menunjukkan

bergerak bumi tapi malah benda-benda langit yang lain yang disebutkan bergerak?
3. Antum MEYAKINI ataukah MENGETAHUI --keduanya ini berbeda-- bahwa yang benar itu

bumi mengelilingi matahari? Jika antum MEYAKINI tanpa MENGETAHUI, artinya ini masuk

ranah `aqidah. Kalau sudah begini, apa nash-nash yang antum jadikan dalil? Kalau

antum MENGETAHUI sehingga MEYAKINI, apa bukti empiris yang absolut yang menjadi dasar

antum?

Kemudian perkara ijma, maka saya katakan memang terjadi ijma bahwa `ulama salaf

meyakini bumi diam dan matahari bergerak, atau dengan kata lain mataharilah yang

mengelilingi bumi. Meskipun antum mencoba mengkait-kaitkan ketergelinciran Ibnu Hajar

dan anNawawi rohimahumullaah dalam perkara Shifat Allah maka ini tidak relevan.

Sebagaimana tidak relevan-nya ketika orang membawa-bawa nama alAlbani rohimahullaah

dalam perkara ini. Karena khilaf setelah ijma, tidak teranggap.

Untuk pergerakan geosentris, yang antum tanyakan, yang benar adalah langit (7 lapis) sebagai 'cangkang bola' yang transparan, masing-masing rongga bola berisi ether. Cangkang ini berputar 24 jam sehari berikut ether di dalamnya yang membawa objek-objek langit (planet, bintang, asteroid, galaksi dan lain-lain). Masing-masing objek di dalam ether, memiliki pergerakan sendiri terhadap ethernya. Kecepatan ether konstan, sementara kecepatan objek-objek langit terhadap ethernya berbeda-beda. Bumi tidak ikut bergerak karena berada di poros semesta. Cara kerjanya seperti giroskop, silahkan lihat video di sini mengenai prinsip kerja giroskop:

http://www.youtube.com/watch?v=cquvA_IpEsA

faidzin mengatakan...

Maaf pak abu yahya, hasil riset antum bisa dibaca di jurnal apa ya? Saya sangat tertarik untuk mempelajarinya. Sebagai orang yg sudah banyak melakukan riset, tentunya minimal ada salah satu yang dimuat di jurnal ilmiah.
Atau kalaupun belum ada, bolehkah saya memperoleh satu konsep makalah ilmiah yg terkait yg antum tuliskan. Bisa lewat japri ke email saya faizin.f@gmail.com.
Terimakasih
Abu zaid

Anonim mengatakan...

barangkali bisa utk menambah wawasan, kata "pakarfisika", (saya gak kenal dengan pembicara) cek disini http://www.youtube.com/watch?v=aQQGpIgv7X8

Anonim mengatakan...

Akhi Abu Yahyaa, bagaimana dgn komentar Pangeran Sultan bin Salman yang melihat bahwa bumi memang benar2 berputar ketika beliau naik pesawat discovery keluar angkasa? : http://en.m.wikipedia.org/wiki/Abd_al-Aziz_ibn_Baz
(Aditya Siregar)

Abu Yahyaa mengatakan...

To Faidzin,

Afwan ana tak pernah sekali pun menyatakan bahwa ana banyak melakukan riset. Riset butuh dana tidak sedikit untuk peralatan, laboratorium, bahan material dan lain-lain. Ana tidak semampu itu. Ana hanya hobbyist, banyak baca buku, khususnya buku-buku astronomi. Join milis dan forum astronomi (meski sebagai pembaca pasif). Serta, update info-info terbaru astronomi. Itu saja.

Sumber-sumber buku tak melulu dari MMB (Matahari Mengelilingi Bumi) tapi justru yang terbanyak dari BMM (Bumi Mengelilingi Matahari). Bagi ana, memahami terlebih dahulu dengan baik BMM dari sisi teori dan observasi. Setelah itu, baru mengkomparasikan dengan teori dan observasi MMB. Hasilnya, RELATIF! Ya, RELATIF! Semua hasil observasi yang dijadikan dalil bagi BMM dapat dicounter dengan baik oleh MMB. Yang membedakan hanya satu, MMB mendukung nash-nash agama (tidak hanya Islam, tapi juga Yahudi dan Nashrani), sementara BMM bertentangan.

Berikut daftar buku-buku yang pernah ana baca(urutan berdasarkan abjad):
- "A Briefer History of Time" oleh Stephen Hawking.
- "An Attempt to Prove the Motion of the Earth from Observations" oleh Robert Hooke.
- "Einstein’s Theory of Relativity" oleh Max Born.
- "Geared to the Stars: The Evolution of Planetariums" Oleh Henry C. King.
- "Geocentrism Re-examined" oleh Jeremy Goodman.
- "Gravitation and the Universe" oleh Robert H. Dicke.
- "Gravitation versus Relativity" oleh Charles Lane Poor.
- "Heavenly Intrigue: Johannes Kepler, Tycho Brahe, and the Murder Behind One of History’s Greatest Scientific Discoveries" oleh Joshua Gilder dan Anne-Lee Gilder.
- "Introduction to Concepts and Theories in Physical Science" oleh Gerald Holton and Stephen G. Brush.
- "Light Velocity and Relativity" oleh Arthur S. Otis.
- "Measuring the Universe" oleh Kitty Ferguson.
- "Michelson and the Speed of Light" oleh Bernard Jaffe.
- "Modern Physics and Antiphysics" oleh Adolf Baker.
- "Nicolaus Copernicus: An Essay on his Life and Work" oleh Fred Hoyle.
- "On the Shoulders of Giants" oleh Stephen Hawking.
- "Physics: Principles with Applications, 5th edition" oleh Douglas C. Giancoli
- "Scientific American: Was Einstein Right?” oleh George Musser.

[bersambung...]

Abu Yahyaa mengatakan...

[sambungan...]
- "Space, Time and Gravitation: An Outline of the General Relativity Theory" oleh Arthur S. Eddington.
- "The Big Bang: The Creation and Evolution of the Universe" oleh Joseph Silk.
- "The Biggest Bangs" oleh Jonathan Katz.
- "The Day the Universe Changed" oleh James Burke.
- "The Evolution of Physics: From Early Concepts to Relativity and Quanta" oleh Albert Einstein dan Leopold Infeld.
- "The Fabric of the Cosmos: Space, Time and the Texture of Reality" oleh Brian Greene.
- "The Large Scale Structure of Space-Time" oleh Stephen Hawking, G.F.R. Ellis, P.V. Landshoff, D.R. Nelson, D.W. Sciama, dan S. Weinberg.
- "The Nature of the Physical World" oleh Arthur S. Eddington.
- "The Observational Approach to Cosmology" oleh Edwin Hubble.
- "The Relative Motion of the Earth and the Luminiferous Ether" oleh Albert A. Michelson.
- "The Science of Mechanics" oleh Ernst Mach.
- "The Special Theory of Relativity" oleh Herbert Dingle.
- "The Universe and Dr. Einstein" oleh Lincoln Barnett.

Dan masih banyak lagi. Dari sekian banyak bacaan dan kutipan yang ana baca, anehnya terkesan tak satu pun ilmuwan yang jumud dengan MMB atau pun BMM. MMB atau BMM hanya sekeder preferensi, sekedar pilihan yang disukai dan tak disukai bagi mereka. Yang menjadikannya akidah, hanyalah kesesuaiannya dengan nash-nash yang ada.

Sebagai bonus, mungkin banyak yang belum mengetahui, sebuah alat pendeteksi CMB (Cosmic Microwave Background) yakni WMAP (Wilkinson Microwave Anisotropy Probe) telah mengumpulkan data yang cukup untuk memetakan posisi CMB. Max Tegmark dari Universitas Pennsylvania menggunakan komputer untuk menggambar pemetaan ini. Hasil pemetaannya cukup mencengangkan. Max Tegmark berkata:

"This is our best guess as to what the cosmic microwave background looks like, from the paper described below. Our entire observable universe is inside this sphere of radius 13.3 billion light-years, WITH US AT THE CENTER!"

Link: http://space.mit.edu/home/tegmark/wmap.html

==========

To Anonim 22 Mei 2013 21.46,

Dalam dunia geosentris, alam semesta tidak hampa, melainkan berisi 'ether' (telah ana jelaskan dalam komentar di atas). Sehingga bila suatu objek keluar dari gravitasi bumi, dia akan 'hanyut' bersama 'ether' mengelilingi bumi. Karena kecepatan 'ether' konstan, seolah-olah dia melihat bumi tidak bergerak.

Abu Yahyaa mengatakan...

Ralat,

Karena kecepatan 'ether' konstan, seolah-olah dia melihat bumi bergerak.

taufik mengatakan...

ustadz,MENANYAKAN TERJEMAHAN رَأَيْتُ الْقَمَرَ مُنْشَقًّا بِشِقَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ بِمَكَّةَ قَبْلَ مَخْرَجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَآلِهِ وَسَلَّمَ "، شِقَّةٌ عَلَى أَبِي قُبَيْسٍ
Aku melihat bulan terbelah menjadi dua sebanyak dua kali di Makkah sebelum hijrahnya Nabi shallallaahu ‘alaihi wa aalihi sallam
(dari Makkah hijrah menuju Madiinah). Satu belahan pada Abu Qais,

sepertinya salah ketik, yang tepat ABU QUBAIS. Wallahu a'lam

Abu Al-Jauzaa' : mengatakan...

Ya, antum benar. terima kasih atas koreksiannya. Sudah saya perbaiki. Jazaakallaahu khairan.

Anonim mengatakan...

Assalamu a'laikum,,
SUBHANALLAH,,
Ana bersyukur sekali ada forum seperti ini,,
kalo memang ada rujukan yang bermanfaat tolong share ke ana ya,, ana butuh banget info tentang teori BIG BANG yang sebenernya seperti apa????
karena ana ingin meluruskan pemahaman teman ana yg menggunakan teori tsb, dan ada indikasi beliau menjurus menjadi ATHEIS,,
Tolong saling membantu ya saudaraku!!

Ana khawatir dengan AQIDAH teman ana yg semakin lama semakin aneh!!

share info rujukannya yaa!!
syukron!!
jazakallahu khoiron!!

Rievan Putra mengatakan...

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

ustadz Abu Yahya, gmn membantah eksperimen pendulum foucault yg menyatakan bumi berotasi?

جزكم الله خير

Abu Yahyaa mengatakan...

Wa`alaikumsalaam warohmatullaahi wabarokaatuh,

Mas Rievan Putra, berikut tanggapan ane:

Pertama, ane bukan ustadz.

Kedua, yang bilang Foucault Pendulum adalah bukti Heliocentrist maka ane pastikan dia ku-det (kurang up-to-date alias ketinggalan jaman). Ditemukannya saja tahun 1851, oleh Jean Foucault. Sudah 160-an tahun berlalu, apa dikira Geocentrist tidak punya jawaban selama ratusan tahun?!

Sebenarnya, Heliocentrist sekarang gak pernah lagi menjadikan Foucault Pendulum sebagai bukti. Karena, justru akan menampakkan blunder mereka sendiri. Kenapa bisa begitu? Kita mulai dulu dari cara kerja Foucault Pendulum.

Foucault Pendulum itu bekerja dengan cara mengayunkan bandul yang terikat dengan tali/kabel, maju-mundur. Seperti bandul pada jam tua. Sementara di bagian bawah biasanya ada bidang statisioner (tetap) yang dijadikan patokan. Bedanya dengan jam tua, ujung tali/kabel bagian atas terikat pada bidang yang bebas bergerak. Jadi, ketika diayunkan maju-mundur dengan arah jam 6-12 (dilihat dari atas), arah ayunan bandul perlahan-lahan bergeser menjadi jam 7-1, jam 8-2, jam 9-3 dan seterusnya hingga kembali lagi ke arah jam 6-12. Di kutub utara maupun selatan, pergerakan bandul 360 drjt selama sehari-semalam, artinya, per-jam bandul bergeser 15 drjt. Makin ke ekuator, pergeseran makin kecil, hingga bila bandul berada tepat di ekuator, pergeseran = 0 drjt.

Heliocentrist jadul mengklaim bahwa pergeseran bandul ini adalah ilusi. Yang terjadi sebenarnya (menurut mereka), bandul terayun maju-mundur secara statisioner, bidang yang menempel pada Bumi-lah yang bergerak. Inilah yang mereka anggap sebagai bukti Bumi berotasi.

Okelah, kita anggap saja apa kata si Heliocentrist jadul ini benar. Namun sebelum itu, mari kita tanya, terhadap apa bandul itu stasioner? Mereka pasti akan menjawab, "Terhadap rasi bintang!" Alasannya:

1. Bila bandul stasioner terhadap Bumi, tentu tidak akan terjadi pergeseran. Oleh karena itu, bandul harus stasioner oleh sesuatu yang dianggap "fixed". Dalam hal ini, gravitasi dari rasi bintang-lah yang menyebabkan bandul stasioner.
2. Mustahil (bagi Heliocentrist) pergerakan siang-malam itu karena semesta yang mengelilingi Bumi yang kecil massa-nya. Yang lebih mudah, tentunya, Bumi-lah yang berotasi.

Bersambung...

Abu Yahyaa mengatakan...

Sambungan...

Tanggapan Geocentrist:

Blunder #1, rasi bintang dalam istilah astronomi disebut sebagai "distant stars" atau "fixed stars". Yang terdekat dengan kita adalah Proxima Centauri yang berjarak sekitar 4,2 juta tahun cahaya. Artinya, cahaya butuh 4,2 juta tahun untuk sampai ke Bumi dari Proxima Centauri. Relativitas (salah satu teori dalam Heliocentrism) bilang, "Tidak ada yang lebih cepat dari cahaya." Pertanyaannya kenapa efek gravitasi dari rasi bintang diterima secara instan oleh bandul sehingga menyebabkannya stasioner?
Taruhlah kecepatan gravitasi ter-limit oleh kecepatan cahaya, coba ayunan bandul kita hentikan kemudian kita ayun ulang, seharusnya 4,2 juta tahun kemudian barulah bandul mengalami distorsi ayunan. Tapi, yang terjadi malah efek Foucoult langsung instan terjadi.

Istilah ini dikenal sebagai "Action-at-Distance." Momok bagi Heliocentrist. Yang hingga kini belum ada penjelasannya.

Blunder #2, satu-satunya jalan untuk mengatasi masalah "action-at-distance" adalah dengan menghidupkan kembali konsep "Ether" yang dibunuh oleh Heliocentrist. Ether sebagai partikel terkecil yang menempati seluruh ruang di alam semesta (bahkan ruang antar atom), bertindak sebagai agen gravitasi dan cahaya. Kuantitasnya yang super-massive, padat namun elastis (seperti sifat fluida), menimbulkan "tekanan" yang diterima oleh semua objek di alam semesta. Tekanan inilah wujud sebenarnya dari GRAVITASI. Sehingga, gangguan yang ada ujung semesta langsung terasa efeknya di mana saja (termasuk di Bumi).

Akan tetapi keberadaan Ether mengharuskan:

1. Semesta terbatas tidak mengembang (finite universe). Bila semesta terus mengembang bahkan tanpa batas, tentu Ether tidak bisa berfungsi. Sebagaimana air dengan kuantitas tetap berada dalam wadah yang terus mengembang, tekanan pun akan berkurang. Bukankah ini bertentangan dengan konsep Heliocentrist bahwa semesta terus mengembang?
2. Deteksi gerakan Bumi mengelilingi Matahari yang melewati lautan Ether yang stasioner dapat dengan mudah dilakukan. Namun, faktanya tidak begitu. Tidak satu pun eksperimen yang pernah berhasil membuktikan bahwa Bumi bergerak mengelilingi Matahari melewati Ether. Bermula dari percobaan Michelson-Morley tahun 1887 hingga detik ini tidak pernah terbukti. Hal inilah yang menyebabkan Heliocentrist meniadakan Ether.

Ringkasnya begini:
1. Jika Heliocentrist meng-klaim Foucault Pendulum sebagai bukti rotasi Bumi, tanyakan pada mereka terhadap apa Foucault Pendulum stasioner?
2. Jika dijawab terhadap "Fixed Stars", maka teori Relativitas membatalkan jawaban ini. Karena, Relativitas meng-klaim tidak ada yang lebih cepat dari cahaya, termasuk gravitasi. Oleh karena itu, gravitasi dari "Fixed Stars" butuh waktu yang sangat lama untuk membuat pendulum stasioner.
3. Jika dijawab Ether yang mengisi semesta menjadi media penghantar tekanan dari "Fixed Stars", maka katakan pada mereka bahwa tak satu pun eksperimen yang berhasil mendeteksi pergerakan Bumi terhadap Ether.

Barokallaahu fiikum.

Ibnu Abi Irfan mengatakan...

saya baru tahu kalo ternyata komentar saya ada yang menjawab. saya akan mencoba membalas jawaban tersebut.

to Anonim 17 Mei 2013 12.44

Kemunculan Dajjal dimana pada saat itu hari-hari menjadi semakin panjang (sehari bagaikan setahun, lalu sehari bagaikan sebulan, dst...) itu terjadi sebelum terbitnya matahari dari barat.

Justru setelah Dajjal dibunuh oleh Isa bin Maryam, umat Islam berjaya dan menguasai dunia. Sedangkan terjadinya matahari terbit dari barat adalah ketika tidak ada lagi seorang mu'min pun di muka bumi ini.

Selain itu, melambatnya hari ketika Dajjal muncul itu dimulai dengan 1 hari = 1 tahun, 1 hari = 1 bulan, 1 hari = 1 pekan, kemudian 1 hari = 1 hari biasa. bukan sebaliknya.

Dan juga mungkin anda lupa bahwa dalam hadits tersebut dikatakan bahwa terbitnya matahari dari barat itu terjadi secara tiba-tiba. kalau kalau diawali dengan melambatnya hari dulu, kemudian baru terbalik arah terbitnya, itu namanya bukan tiba-tiba dan pasti semua orang akan mengetahui sebelum kejadiannya.

Anonim mengatakan...

Hmm.