Memang Benar Ada Kitab Suci Lain Selain Al-Qur’an di Sisi Syi’ah


Sebenarnya pengetahuan ini adalah pengetahuan aksiomatik, namun banyak ditutup-tutupi oleh orang-orang Syi’ah dengan dalih taqiyyah. Atau,…. mungkin saja ada orang Syi’ah yang masih awam pengetahuannya akan keyakinan mereka sendiri yang mengingkarinya. Katanya, riwayat-riwayat yang berkaitan dengan itu tidak valid.
Berikut akan saya bawakan riwayat valid menurut penilaian ulama Syi’ah yang menguatkan statement yang ada di judul.

عَلِيُّ بْنُ الْحَكَمِ عَنْ هِشَامِ بْنِ سَالِمٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام ) قَالَ إِنَّ الْقُرْآنَ الَّذِي جَاءَ بِهِ جَبْرَئِيلُ (عليه السلام) إِلَى مُحَمَّدٍ (صلى الله عليه وآله) سَبْعَةَ عَشَرَ أَلْفَ آيَةٍ
‘Aliy bin Al-Hakam, dari Hisyaam bin Saalim, dari Abu ‘Abdillah (‘alaihis-salaam), ia berkata : “Sesungguhnya Al-Qur’an yang diturunkan melalui perantaraan Jibril (‘alaihis-salaam) kepada Muhammad (shallallaahu ‘alaihi wa aalihi) adalah 17.000 ayat” [Al-Kaafiy, 1/643].
Al-Majlisiy berkata : “Muwatstsaq” [12/525].
Dalam satu riwayat yang agak panjang, namun saya singkat sebagai berikut :
عِدَّةٌ مِنْ أَصْحَابِنَا عَنْ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَجَّالِ عَنْ أَحْمَدَ بْنِ عُمَرَ الْحَلَبِيِّ عَنْ أَبِي بَصِيرٍ عَنْ أَبِي عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام ) قَالَ .......... وَ إِنَّ عِنْدَنَا لَمُصْحَفَ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) وَ مَا يُدْرِيهِمْ مَا مُصْحَفُ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) قَالَ قُلْتُ وَ مَا مُصْحَفُ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) قَالَ مُصْحَفٌ فِيهِ مِثْلُ قُرْآنِكُمْ هَذَا ثَلَاثَ مَرَّاتٍ وَ اللَّهِ مَا فِيهِ مِنْ قُرْآنِكُمْ حَرْفٌ وَاحِدٌ قَالَ قُلْتُ هَذَا وَ اللَّهِ الْعِلْمُ قَالَ إِنَّهُ لَعِلْمٌ وَ مَا هُوَ بِذَاكَ
Beberapa orang shahabat kami dari Ahmad bin Muhammad, dari ‘Abdullah bin Hajjaaj, dari Ahmad bin ‘Umar Al-Halabiy, dari Abu Bushair, dari Abu ‘Abdillah ia berkata : “……Sesungguhnya pada kami terdapat Mushhaf Faathimah (‘alaihas-salaam). Dan tidaklah mereka mengetahui apa itu Mushhaf Faathimah”. Aku berkata : “Apakah itu Mushhaf Faathimah (‘alaihas-salaam) ?”. Abu ‘Abdillah menjawab : “Mushhaf Faathimah itu, di dalamnya tiga kali lebih besar daripada Al-Qur’an kalian. Demi Allah, tidaklah ada di dalamnya satu huruf pun dari Al-Qur’an kalian”. Aku berkata : “Demi Allah, ini adalah ilmu” [Al-Kaafiy, 1/239-240].
Al-Majlisiy berkata : “Shahiih” [3/54].
مُحَمَّدُ بْنُ يَحْيَى عَنْ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنِ ابْنِ مَحْبُوبٍ عَنِ ابْنِ رِئَابٍ عَنْ أَبِي عُبَيْدَةَ قَالَ سَأَلَ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ (عليه السلام) بَعْضُ أَصْحَابِنَا ...... فَمُصْحَفُ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) قَالَ فَسَكَتَ طَوِيلًا ثُمَّ قَالَ إِنَّكُمْ لَتَبْحَثُونَ عَمَّا تُرِيدُونَ وَ عَمَّا لَا تُرِيدُونَ إِنَّ فَاطِمَةَ مَكَثَتْ بَعْدَ رَسُولِ اللَّهِ ( صلى الله عليه وآله ) خَمْسَةً وَ سَبْعِينَ يَوْماً وَ كَانَ دَخَلَهَا حُزْنٌ شَدِيدٌ عَلَى أَبِيهَا وَ كَانَ جَبْرَئِيلُ ( عليه السلام ) يَأْتِيهَا فَيُحْسِنُ عَزَاءَهَا عَلَى أَبِيهَا وَ يُطَيِّبُ نَفْسَهَا وَ يُخْبِرُهَا عَنْ أَبِيهَا وَ مَكَانِهِ وَ يُخْبِرُهَا بِمَا يَكُونُ بَعْدَهَا فِي ذُرِّيَّتِهَا وَ كَانَ عَلِيٌّ ( عليه السلام ) يَكْتُبُ ذَلِكَ فَهَذَا مُصْحَفُ فَاطِمَةَ ( عليها السلام ) .
Muhammad bin Yahyaa, dari Ahmad bin Muhammad, dari Ibnu Mahbuub, dari Ibnu Riaab, dari Abu ‘Ubaidah, ia berkata : Sebagian shahabat kami bertanya kepada Abu ‘Abdillah (‘alaihis-salaam) : “…… Lalu tentang Mushhaf Faathimah ?”. Abu ‘Abdillah terdiam beberapa lama, lalu berkata : “Sesungguhnya kalian benar-benar ingin mempelajari apa-apa yang kalian inginkan dan tidak kalian inginkan. Sesungguhnya Faathimah hidup selama 75 hari sepeninggal Rasulullah (shallallaahu ‘alaihi wa aalihi). Ia sangat merasakan kesedihan atas kematian ayahnya. Maka pada waktu itu, Jibriil mendatanginya dan mengucapkan ta’ziyyah atas kematian ayahnya, menghiburnya, serta mengkhabarkan kepadanya tentang keadaan ayahnya dan kedudukannya (di sisi Allah). Jibril juga mengkhabarkan kepadanya tentang apa yang akan terjadi terhadap keturunannya setelah Faathimah meninggal. Dan selama itu, ‘Aliy mencatatnya (yaitu perkataan Jibril kepada Faathimah). Inilah Mushhaf Faathimah (‘alaihas-salaam)” [Al-Kaafiy, 1/241].
Al-Majlisiy berkata : “Shahih” [3/59].
عِدَّةٌ مِنْ أَصْحَابِنَا عَنْ أَحْمَدَ بْنِ مُحَمَّدٍ عَنْ عَلِيِّ بْنِ الْحَكَمِ عَنِ الْحُسَيْنِ بْنِ أَبِي الْعَلَاءِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عَبْدِ اللَّهِ ( عليه السلام ) يَقُولُ إِنَّ عِنْدِي الْجَفْرَ الْأَبْيَضَ قَالَ قُلْتُ فَأَيُّ شَيْ‏ءٍ فِيهِ قَالَ زَبُورُ دَاوُدَ وَ تَوْرَاةُ مُوسَى وَ إِنْجِيلُ عِيسَى وَ صُحُفُ إِبْرَاهِيمَ ( عليه السلام ) وَ الْحَلَالُ وَ الْحَرَامُ وَ مُصْحَفُ فَاطِمَةَ مَا أَزْعُمُ أَنَّ فِيهِ قُرْآناً وَ فِيهِ مَا يَحْتَاجُ النَّاسُ إِلَيْنَا.....
Beberapa orang shahabat kami, dari Ahmad bin Muhammad, dari ‘Aliy bin Al-Hakam, dari Al-Husain bin Abi ‘Alaa’, ia berkata : Aku mendengar Abu ‘Abdillah (‘alaihis-salaam) berkata : “Sesungguhnya di sisi kami terdapat Al-Jafr Al-Abyadl”. Aku berkata : “Apa saja yang terdapat di dalamnya ?”. Ia menjawab : “Zabuur Daawud, Taurat Muusaa, Injiil ‘Iisaa, shuhuf Ibraahiim (‘alaihis-salaam), halal dan haram, serta Mushhaf Faathimah. Aku tidak mengatakan di dalamnya ada Al-Qur’aan. Padanya (Al-Jafr) terdapat semua hal yang dibutuhkan manusia kepada kami….” [Al-Kaafiy, 1/240].
Al-Majlisiy berkata : “Hasan” [3/57].
Al-Kulainiy sendiri dalam kitab Al-Kaafiy membuat bab yang berjudul :
باب فِيهِ ذِكْرُ الصَّحِيفَةِ وَ الْجَفْرِ وَ الْجَامِعَةِ وَ مُصْحَفِ فَاطِمَةَ (عليها السلام)
“Baab penyebutan padanya tentang Shahiifah, Al-Jafr, Al-Jaami’ah, dan Mushhaf Faathimah (‘alaihas-salaam)” [Al-Kaafiy, 1/238].
Nah,…. sekarang kita cermati ‘analisis’ orang Syi’ah ini :
Pernyataan menggelikan yang dilontarkan oleh Ustad salafi   ialah adanya Qur’an orang Syiah yang disebutnya dengan Mushaf Fatimah.  “ Al Qur’an mereka yang berjumlah 17 ribu ayat itu disebut Mushaf Fatimah “. Dalam catatan kaki, ia mengutipnya, dari kitab Al Kafi, juz 1 halaman 240 – 241.
Padahal, kalau kita merujuk kepada kitab tersebut,  tidak ada satu kata atau kalimat dimanapun di dalam kitab tersebut yang menyebutkan bahwa Mushaf Fatimah adalah kitab suci Al Qur’an. Entah darimana Ustad salafi  memperoleh ‘mimpi’  bahwa Mushaf Fatimah adalah kitab suci Al Qur’an. Sekedar pengetahuan buat Ustad salafi   bahwa dalam ajaran Syi’ah   ( versi orang Syi’ah ) yang kami yakini,  Mushaf Fatimah bukanlah kitab suci Al Qur’an.
Memang,… dalam riwayat tersebut (yaitu riwayat pertama yang tertulis dalam artikel ini) tidak menyebutkan kata Mushhaf Faathimah. Namun di situ jelas disebutkan dalam riwayat bahwa Al-Qur’an yang diturunkan Jibril kepada Muhammad itu 17.000 ayat. Muwatstsaq lagi, kata Al-Majlisiy.
Adapun tentang Mushhaf Faathimah sendiri, maka ia adalah wahyu yang diturunkan melalui perantaraan Jibriil sepeninggal Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang besarnya tiga kali dari Al-Qur’an kaum muslimin. Dan perhatikan dalam keterangan riwayat tentang Al-Jafrul-Abyadl. Mushhaf Faathimah disandingkan/disejajarkan dengan wahyu Allah (Zabur, Taurat, Shuhuf Ibraahiim, Injil, perkara halal dan haram).
Maka, kita dapatkan satu kesimpulan dari riwayat-riwayat di atas yang dihukumi maqbuul oleh Al-Majlisiy bahwa ada dua kitab samawiyyah yang dipegang oleh sekte Syii’ah. Pertama, Al-Qur’an versi Syi’ah yang terdiri dari 17.000 ayat; dan kedua, Mushhaf Faathimah - yang juga merupakan wahyu - yang besarnya tiga kali dari Al-Qur’an yang ada pada kaum muslimin saat ini. Atau, barangkali keduanya adalah satu barang menilik ukuran (jumlah ayatnya) yang hampir sama.
For your information. Bahwa al Kulaini (RH) memasukkan hadis di atas dalam Bab An Nawâdir. Dan, tahukah anda apa yang kami maksudkan dengan An Nawadir  ?. Seperti disebutkan Syeikh Mufîd bahwa para ulama Syi’ah telah menetapkan bahwa hadis-hadis nawâdir adalah tidak dapat dijadikan pijakan dalam amalan, sebagaimana istilah nadir ( bentuk tunggal kata Nawâdir) sama dengan istilah Syâdz. Dan para Imam Syi’ah AS. telah memberikan sebuah kaidah dalam menimbang sebuah riwayat yaitu hadis syâdz harus ditinggalkan dan kita harus kembali kepada yang disepakati al Mujma’ ‘Alaih.
Menanggapi hal itu, saya cuma menukil perkataan Al-Majlisiy saat mengomentari hadits Al-Qur’an yang katanya 17.000 ayat :
موثق، وفي بعض النسخ عن هشام بن سالم موضع هارون ابن سالم، فالخبر صحيح ولا يخفى أن هذا الخبر وكثير من الأخبار في هذا الباب متواترة معنى، وطرح جميعها يوجب رفع الاعتماد عن الأخبار رأسا، بل ظني أن الأخبار في هذا الباب لا يقصر عن أخبار الامامة فكيف يثبتونها بالخبر ؟
Muwatstsaq. Dalam sebagian naskah tertulis : ”dari Hisyaam bin Saalim” pada tempat rawi yang bernama Haaruun bin Saalim. Maka khabar/riwayat ini shahih dan tidak tersembunyi lagi bahwasannya riwayat ini dan banyak lagi yang lainnya dalam bab ini telah mencapai derajat mutawatir secara makna. Menolak keseluruhan riwayat ini (yang berbicara tentang perubahan Al-Qur’an) berkonsekuensi menolak semua riwayat (yang berasal dari Ahlul-Bait). Aku kira, riwayat-riwayat dalam bab ini tidaklah lebih sedikit dibandingkan riwayat-riwayat tentang imamah. Nah, bagaimana masalah imamah itu bisa ditetapkan melalui riwayat ? [Mir-aatul-‘Uquul fii Syarhi Akhbaari Aalir-Rasuul 12/525].
Jadi menurut Al-Majlisiy, hadits tentang another Qoran adalah mutawatir !! Menolaknya berarti menolak semua riwayat Ahlul-Bait.
Semoga keterangan singkat ini ada manfaatnya.
Wallaahu a’lam bish-shawwaab.
NB : Di sini saya tidak menyinggung Al-Jafr, Al-Jaami’ah, atau yang lain, termasuk tahriif Al-Qur’an untuk mempersingkat.
[abul-jauzaa’ – ngaglik, yokyakarta].

Comments

Anonim mengatakan...

Ada kesamaan bantahannya dengan kaum ahmadiyah .

Anonim mengatakan...

Assalamu'alaikum..

Ustadz, mau tanya, kalau Istilah Mushaf ini, apakah hanya di khususkan untuk al-Quran saja ataukah boleh untuk yang lainnya.? (misal, saya membuat tulisan, kemudian saya membukukan tulisan saya itu, dan saya menyebutnya "Mushaf Saya").

oh iyah ustadz, tolong jelasin juga tentang arti Mushaf, baik secara bahasa maupun secara Istilah Syar'i. dan apakah benar bahwa Mushaf Fatimah itu ada.?

mohon penjelasannya ya Ustadz, saya sedang bingung dalam hal ini..

Anonim mengatakan...

17000 ayat dalam 75 hari sisa hidup Fatimah , apakah bisa dipercaya Jibril menyampaikan ayat sebanyak itu dalam 75 hari saja. Sementara Alquran saja disampaikan secara perlahan & puluhan tahun jumlah ayatnya hanya 6236 ayat