Bagaimana Cara Berinteraksi dengan ‘Awwaamul-Hizbiyyiin ?


Pertanyaan :
“Dalam kondisi tersebarnya hizb-hizb di negeri kami dan begitu juga pada umumnya negeri-negeri kaum muslimin – kecuali yang dirahmati oleh Allah, dan betapa sedikit jumlah mereka ini - , bagaimana kaedah/aturan berinteraksi dengan orang-orang awam dari kalangan hizbiyyiin - semoga Allah menolong Anda dalam ketaatan kepada-Nya - ?”.
Asy-Syaikh Muhammad Al-Imaam hafidhahullah menjawab :
“Jumhur kaum muslimin mesti dipergauli dengan kelembutan, kesabaran, dan nasihat. Kita hendaknya senantiasa menasihati mereka dari waktu ke waktu. Mereka tidak boleh di-hajr (diboikot), karena mereka adalah medan dakwah bagi kita, medan dakwah kepada Allah. Apabila orang-orang ini di-hajr, lantas siapa orang yang akan kita dakwahi ?.
Oleh karena itu, kita mesti berbuat baik kepada mereka, sabar terhadap mereka, dan berlemah lembut dengan mereka. Kita berikan mereka nasihat. Dan alhamdulillah, kami telah melihat banyak kebaikan ketika kami aktif (berdakwah) dan berhadapan dengan jumhur kaum muslimin. Kami dapati dampak positif, sambutan, dan penerimaan yang baik dari mereka. Betapa banyak perbuatan-perbuatan syirik, penyelisihan terhadap syari’at, bid’ah-bid’ah, dan berbagai maksiat ditinggalkan ketika dakwah Ahlus-Sunnah masuk ke dalam masyarakat. Kebaikan tersebut didapati oleh masyarakat yang terpengaruhi oleh tashawwuf (shufi), tasyayyu’ (Syi’ah), dan tahazzub (hizbiy).
Tidak diragukan lagi bahwa dampak dakwah tersebut akan berbeda-beda sesuai kondisi dan waktunya. Di beberapa tempat, da’i-da’i dari kalangan ahlul-bid’ah banyak jumlahnya dan diterima oleh masyarakat, dakwah Ahlus-Sunnah tidak diterima dan memberikan dampak (kepada masyarakat), kecuali hanya sedikit saja. Mereka ini butuh waktu, cara-cara yang hikmah/bijaksana, dan kesabaran yang lebih banyak. Kita memohon kepada Allah agar menjadikan kita sebagai pembuka pintu-pintu kebaikan dan penutup pintu-pintu kejelekan”
[selesai – perumahan ciomas permai, ciapus, ciomas, bogor - 14121434/20102013 – 00:30]



Post by
« اِعْدِلُوا هُوَ أقْرَبُ لِلتَّقْوَى ».

Comments

Heri Suheri mengatakan...

Sebagian ikhwan yg sudah mengenal salaf bahkan sudah lama ngaji tidak mau mengucapkan salam pada pelaku bid'ah..
Mereka hanya mengucapkan salam kepada orang yg dikenal sudah salafy, atau mirip2 cassingnya dengan salafy..

Apakah benar sikap seperti ini ustadz..?

Anonim mengatakan...

Penanya memakai istilah "orang-orang awam dari kalangan hizbiyyiin" sedangkan Syaikh Muhammad al Imaam -hafizhohulloh- menjawab dengan istilah "Jumhur kaum muslimin.."
Inilah dakwah bil hikmah..

Baarokallohu fiikum..

Anonim mengatakan...

bagaimana dengan pendapat, bahwa boikot (hanya) bisa dilakukan (terhadap ahlul bid'ah) jika ahlusunnah adalah mayoritas. Dan jika ahlussunnah merupakan minoritas (dibandingkan ahlul bid'ah) maka ahlusunnah perlu mempergauli jumhur kaum muslimin dengan lebih hikmah ?

Anonim mengatakan...

bismillah...
afwan ustadz keluar konteks...
bagaimana mengkompromokan hadist berikut
"Dari Abdullah bin Umar Radhiallahu ‘Anhuma, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: Barang siapa yang meminum khamr maka shalatnya tidak diterima empat puluh malam, lalu jika dia bertaubat maka Allah terima taubatnya, lalu jika dia kembali minum maka shalatnya tidak diterima empat puluh malam, lalu jika dia taubat maka Allah terima taubatnya, lalu jika dia kembali minum maka shalatnya tidak diterima empat puluh malam, lalu jika dia taubat maka Allah terima taubatnya, jika keempat kalinya dia minum lagi, maka tidak akan diterima shalatnya empat puluh malam, dan jika dia bertaubat tidak akan diterima taubatnya oleh Allah. Dan, Allah akan meminumkan dia dengan Thinatul Khabaal. Mereka bertanya: “Wahai Abu Abdirrahman (Ibnu Umar), apakah Thinatul Khabaal?” Beliau menjawab: “Nanah yang bercampur darah dari penduduk neraka.” (HR. At Tirmidzi No. 1785, katanya: hasan, Al Baghawi dalam Syarhus Sunnah, 11/357-358. Katanya: hasan)

dengan kaidah " selalu terbukanya pintu taubat sampai ruh sampai kerongkongan / matahari terbit dari barat?

sangat diharapkan dan ditunggu jawaban ustadz...jazakallohu khoiron

abu hammam

Anonim mengatakan...

jawaban yg bagus dari muhammad al imam..

Anonim mengatakan...

Apakah kategori 'awwamul hizbiyin itu?
Di negeri ini, apakah mereka yang dilabeli turotsiyun, halabiyun, ma'ribiyun termasuk 'awwamul hizbiyin tsb?
Permasalahannya adalah penerapan dari nasehat sebagian ulama untuk meredam fitnah, di sisi lain, sebagian ulama menekankan bahwa fulan hizbiyin, mubtadi'.

Abu Al-Jauzaa' : mengatakan...

Banyak sekali ya list hizbiyyiin Anda. Tapi kayaknya masih kurang, karena ada juga yang menyebut : Madkhaliyyuun, Luqmaniyyuun, Tahdziriyyuun, dsb.

Mungkin saja kelompook-kelompok di atas di negeri kita termasuk hizbiyyuun atau 'awwaamul-hizbiyyiin sebagaimana dikatakan Asy-Syaikh Muhammad Al-Imaam hafidhahullah.