Yeni Wahid : Data atau Bualan ?



Baru-baru ini seorang wanita yang dinamakan orang tuanya Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, atau dikenal dengan sebutan Yeni Wahid, mengatakan bahwa tingkat perkosaan di Arab Saudi yang mewajibkan kaum wanita untuk menutup aurat lebih tinggi dibanding negara-negara Eropa yang wanitanya tampil buka-bukaan. Wallaahi, ini adalah salah satu perkataan paling tolol yang pernah saya dengar, selain perkataan ayahnya (tentu saja). Lebih cocok jika dikatakan : 'bualan'. Mohon dimaafkan kejujuran saya. Data mana yang dipakai untuk melahirkan kesimpulan tersebut ?. Saya khawatir, data yang ia dapatkan via kegiatan tirakat di samping makam ayahnya. Jika benar, tentu bukan data ilmiah.
Statistik jumlah kejahatan perkosaan di berbagai negara, menurut data yang terekam dan tertulis di http://www.nationmaster.com/graph/cri_rap-crime-rapes, Arab Saudi berada di urutan ke-115. Bertengger di urutan 10 besar adalah negara kafir yang penduduknya banyak menganut free sex. Silakan lihat screen shot di bawah :

Begitu juga screen shot data berikut :

Menurut data United Nation Office on Drugs and Crime[1], tingkat perkosaan di Amerika Serikat per 100.000 penduduk tahun 2010 sebesar 27,3. Bandingkan dengan Yaman saja, bahwa tingkat perkosaan per 100.00 penduduk di negeri itu tahun 2009 hanya 0,8.
Baca juga :
Silakan Anda nilai bualan mbak Yeni.
Selamat beranalisa !
[abul-jauzaa' – kantor – 08012013 – 13:59].
NB : Terima kasih pada rekan-rekan yang telah memberikan data di atas.

Comments

Abu namira mengatakan...

Ada papatah terkenal : buah jatuh tidak jauh dari pohonnya.
Pepatah itu, sangat cocok untuk Yeni Wahid.

Reisha mengatakan...

saya juga nonton ketika mba Yeni ngomong seperti itu, benar2 seperti membual .

Abu jinan mengatakan...

inilah akhlak hasil didikan sang papah

Khansa mengatakan...

Kalo dia (mbak yeni) nggak mau pakai jilbab yang syar'i, ya sudah... Terserah. Tapi mbok yang jangan sampai membual gitu lah... :-/

aburasyid mengatakan...

Alhamdulillah data-datanya lengkap, semakin jelaslah yang kebohongannya...

Anonim mengatakan...

gusdurisme.

Anonim mengatakan...

anjing tidak akan pernah melahirkan kucing



anang dwicahyo

Anonim mengatakan...

Jadi ingat perkataan gusdur yg mengatakan; Alqur'an adalah kitab suci paling 'porno' di dunia.


Abu Unaisah

Abul Abbas mengatakan...

Maksud judulnya begini stadz

Yeni Wahid = Data atau Bualan ?

Begitu ya stadz (pakai sama dengan)?

DAMAR AL FARISI mengatakan...

YENI, WAHID BUALANNYA

asyraf ananda mengatakan...

assalammualaikum Waroh matullahi wabarokatu, sudah saya duga pasti akan berpolemik khususnya dari temen2 as sunnah waljamaah. sebenernya teori yg diungkapkan oleh yeni adalah teori lama karena waktu saya mahasiwa, waktu itu sedang berdiskusi kecil2an dengan temen2 dari organanisasi islam atau nasional. ada yg berpendapat seperti itu, jd teori seperti itu sudah saya kenal lama. intinnya adalah kalau kita orang Islam ketika kita berdikusi atau berdialog dalam forum atau komunitas haruslah berlandaskan pada Al Qur'an dan Hadist. itu aja sih komen dari saya yaa.. ^_^

Anonim mengatakan...

Anti-Pembual
Abul Jauza yang terhotmat anda harusnya tabayun ya ama Lily Wahid jangan sampai anda kayaknya yang membual dan bodoh ups maaf klo kasar ^_^ https://www.youtube.com/watch?v=eqZLrtpp9t0&feature=player_embedded

Abu Al-Jauzaa' : mengatakan...

Anda mau membual, mengigau, atau mengemukakan data statistik ?. Kalau semua orang yang ngomong - meski pake bahasa 'Arab - Anda anggap bisa dijadikan dasar bicara di depan publik, ini namanya bukan orang cerdas. Bagi saya, link yang Anda sampaikan itu tak layak didengar, tak layak pula untuk ditoleh, kecuali oleh orang yang semisal dengannya. Sayangnya, Anda salah satu diantaranya.

Makanya, yang saya tampilkan di atas adalah data resmi dari lembaga terkemuka dunia. Bukan gosip.

NB : Ngomong-ngomong, yang saya bicarakan itu Yeni Wahid, bukan Lily Wahid. Gak bisa baca judul sebesar itu ya ?.

Ade Malsasa Akbar mengatakan...

Alhamdulillah, tampak sudah mana yang benar dari mana yang salah. Anak kecil saja kalau lihat data ini, sudah pasti bisa menilai. Jangan sampai kita kalah. Barakallahu fiikum.

rvstam mengatakan...

Subhanalloh.. keren blog antum stadz.. isi dan komentar cuma ghibah, caci maki.. Tapi gpp sih.. antum kan maksum ya stadz.. udah yakin masuk surga.. :)

Anonim mengatakan...

@rvstam : kl cuma ngomong doang anak TK pun bisa ..coba antum jd manusia yg cerdas sedikit..kl antum punya ilmu bantah saja seluruh tulisan di blog ini jgn cuma jadi komentator sepak bola yg bisanya teriak2..hadeehh..

@AbuAlzam

ridenx mengatakan...

@anonim : Smg Alloh SWT senantiasa memberikan antum petunjuk kebenaran al-quran&hadist. Hingga mampu membuat setiap lisan perkataan yg keluar adalah hnylah kebaikan. Bahwasannya teko hny akan mengeluarkan sesuai isinya,afwan:)! Ustad syukron atas informasi yg disertai dg data2 pendukung yg insya alloh valid kebenarannya. Smg Alloh SWT merahmati qt semua,aamin.

Anonim mengatakan...

Harap diingat, data tersebut adalah data yang dapat dihimpun secara resmi (dilaporkan secara resmi di pengadilan). Di banyak negara dengan kesetaraan hukum yang sudah memadai, berbagai tindak kriminal dapat dengan cepat (akses mudah, dan tekanan sosial sedikit)dilaporkan dan dipublikasikan; sebaliknya beberapa negara lain tidak mengalami hal yang sama sehingga terjadi apa yang disebut fenomena gunung es, yang terjadi di lapangan lebih banyak dari yang terlaporkan.

Abu Al-Jauzaa' : mengatakan...

Mungkin saja. Akan tetapi justifikasi tentu harus ilmiah. Bukan mereka-reka, asumsi, opini, apalagi mengkhayal. Tentang kesetaraan hukum, di Saudi pun juga sudah jauh lebih maju dibandingkan negara Eropa. Tentu itu sudah sangat maklum bagi orang yang tinggal di Saudi, bukan orang luar Saudi. Bagaimana rasa aman lebih tercipta di sana dibandingkan seandainya Anda berjalan di lorong-lorong seorang diri di negara Eropa, apalagi Indonesia. Jangan terprovokasi pemberitaan TKW di Indonesia. Harap diingat, banyak opraktik kejahatan di Saudi itu dilakukan oleh orang non-Saudi, tidak terkecuali TKI/TKW kita.

Jika ingin berstatemen yang diterima kalangan cerdas, buktikan secara ilmiah dengan metode survei dan analisis statistik memadai. Kalau semua cuma bermain opini, orang tak sekolah pun sudah terlalu cakap melakukannya. Right ?.

dede lukman mengatakan...

Aslmk,nyantai brow,Alloh lebih tahu tentang yeni wahid dn pak ustadz.

isin doang mengatakan...

aslmkm ustaz.sebelum kaji kitab besar, kaji dulu kitab kecil. Coba ustz kaji kitab mabadiul awwaliyyah. Pembahasan manthuq wal mafhun dengan teliti.