Nama Hasan As-Saqqaaf sudah terkenal di belantara para pelaku penyimpangan. Namun, bagi sebagian saudara-saudara kita yang mengaku bermadzhab Asyaa’irah dalam ‘aqidah, As-Saqqaaf dianggap sebagai pahlawan, singa pembela madzhab Asyaa’irah (dalam melawan ‘Wahabiy’). Ia merupakan tokoh pujangga bagi para pencela madzhab salaf semisal Abu Salafy, Syakh Idahram, dan yang satu blueprint dengan keduanya. Melalui video ini, Anda akan tahu hakekat sebenarnya Hasan As-Saqqaaf dan siapa yang ia bela. Selamat menikmati.............
[abul-jauzaa’ – ngaglik, sleman, yogyakarta].

Comments
wow.. mengejutkan....
Ustadz,
Mungkin terjemahan Transkrip ini bisa dimasukan atau di kolom komentar saja juga ndak apa-apa:
TERJEMAHAN TRANSKRIP
Sebenarnya wahai Sidi
Sebahagian masalah yang mana hamba yg fakir ini (Saqqaf) menyetujui apa yang dikatakan Muktazilah dan selain Muktazilah
dan aku telah syarahkan didalam Syarah Tohawiyah, bahawa masalah2 ini telah dikatakan oleh sekeumpulan Ahli Sunnah, maka mereka ibarat berita angin dan propaganda semata supaya menjauhkan orang ramai dariku.
Namun demikian aku katakan: Muktazilah bukanlah diatas kebatilan, Muktazilah, disebabkan politik, adalah dizaman dahulu, zaman Daulah Abasiyah, disebabkan politik dan permusuhan khalifah2 terhadap Muktazilah, inilah yang menjadikan ramai ulama menyebutkan didalam kitab2 mereka khilaf Muktazilah lalu menolak kata2 mereka
sedangkan kebanyakan yang mereka tentang, kebanyakan yang mereka tolak dari Muktazilah tidak sohih.
Contohnya : Mereka menuduh bahawa Muktazilah menafikan azab kubur, dan ini adalah pembohongan terhadap Muktazilah.
Jika kita rujuk kitab2 Muktazilah, kita akan dapati mereka semuanya bersepakat menetapkan azab kubur.
Berkata Qadi Abdul Jabbar,, didalam ' Syarah Usul al-Khamsah ', dan beliau adalah salah seorang Imam Muktazilah, " Tiada khilaf tentangnya dikalangan seorangpun dari umat ini, melainkan sesuatu yang diceritakan dari Dhirar bin A'mru, dan ini tidak diterima oleh Muktazilah, "
Dan beliau ini dulu Muktazilah kemudian keluar darinya.
Dan ini termasuk memburuk2kan lawan, maka mereka menuduh2 mereka dengan tuduh2an yang lawan bebas darinya, atau dgn tuduh2an yang memang dikatakan mereka, tetapi tiada apa2 (kesalahan) disitu.
(Kata2) Quran itu Makhuk bukan Muktazilah sahaja yang mengatakannya,
Asyairah menyetujui mereka,
Ibadhiyah menyetujui mereka,
Zaidiyah menyetujui mereka,
Imamiyah menyetujui mereka,
Lihat wahai Sidi!
Aku berkata : Khilaf kita terhadap Wahabiyah lebih besar dan mendalam dari khilaf kita dengan Muktazilah,
Yang mengasaskan mazhab yang mereka namakan Asyairah secara tahqiq ialah Imamul Haramain dan Ghazali, bukan Abul Hasan Al-Asya'ri
Kerana Abul Hasan Al-Asya'ari dan Baqilani misalnya, mereka berdua berkata dalam kitab2 mereka :
Kami tidak katakan bahawa Istawa bermakna Istawla, bahawa tangan bermakna qudrat"
Tetapi Al-Ghazali dan Imam Haramain berkata :
Istiwa ialah Istila', tangan ialah qudrat, inilah kata2 Muktazilah yang sama!
aiwah!
By: Abu Ahmad Al Jawi
Assalamu`alaikum
Tadi ana baca teks bahasa Indonesia dikatakan Qadi Abdul Jabbar dalam Syarah Usul al Khamsah berkata "Tidak ada khilaf tentangnya(azab kubur)dikalangan seorangpun di umat ini" Bagaimana tanggapan ustadz tentang ini mengingat banyak ulama mengatakan Mu`tazillah menafikan azab kubur? Mohon penjelasan ustadz
Lanjutan Terjemahan Transkrip
Maka Abul Hasan Al-Asya'ari dan Baqilani, engkau dapati dalam kitab2 mereka mengutuk Muktazilah, mereka berkata bahwa Muktazilah mentakwilkan sifat tangan kepada qudrat, sedangkan kami tidak katakan bahawa tangan itu qudrat, tapi kami mengithbatkan bagi Allah sifat tangan, yang layak dengan keagunganNya, yang bukan anggota,tetapi ia sifat bagi Allah Ta'ala ...hingga akhirnya..
Dan kata2 ini disisi kita tertolak, seratus peratus
Dan kata2 ini ini yang dikatakan Al-Asya'ri dalam kitab2nya... Allah mempunyai dua mata, Ini Tajsim!.. Tajsim belaka
Allah tidak katakan Dia ada dua mata, Allah berkata : Sesungguhnya engkau dengan mata2 Kami, contohnya, maka bagaimana kita boleh katakan Allah ada dua mata sedangkan Allah tidak sebut dalam kitabNya yang mulia bahawa Dia ada dua mata? Allah hanya sebutkan satu mata dan mata2
Sebab itu datang imam2 Asyairah yang sebenarnya, yang telah mengasaskan mazhab Asy'ari, mereka itulah Imam Ghazali dan syaikhnya Imam al-Haramain,
mereka berkata dalam kitab2 mereka bahawa : istiwa itu istila, .. Allah tiada dua mata, tangan itu qudrat, dan inilah yang dikatakan oleh mereka2 yang datang selepas mereka dikalangan Asya'irah. Inilah yang mereka setujui Muktazilah.
Muktazilah adalah manusia2 yang terhormat, datangkan dalil mereka bukan manusia terhormat!
Mereka adalah satu jama'ah yang mensucikan ( Allah )
Mereka gunakan akal, bukan seperti golongan Muhadithin yang gila...
...
Hatta dalam masalah penciptaan perbuatan ( خلق الأفعال ), Imam Haramain dan Ghazali berkata dengan kata2 Muktazilah. Imam Subki telah mengaku hal demikian, beliau berkata : " Mereka berkata2 dengan mazhab yang mendekati sedekat2nya dengan Muktazilah, tapi ia bukannya ia. "
http://www.youtube.com/watch?v=3uKCSa4X7mo&feature=related
Wahh ini baru buat saya. Ternyata aqidahnya As-Saqqaaf lebih parah daripada yg saya bayangkan selama ini. Benar2 mu'tazilah tulen. Ga heran dia panen kecaman dan bantahan dari para ulama ahlusunnah, pantesan juga dia dikagumi banget oleh para mu'tazili dan jahmi di tanah air kita yg mengaku2 (katanya) asy'ari pdhl Al Imam Abul Hasan berlepas diri dari mereka. Allahul Musta'an.
Muantab Tadz...
Bagaimana ternyata As-Saqqaaf yang dibangga-banggakan oleh mereka ternyata malah justru menselisihi dan mencela panutan mereka sendiri yaitu As-Syaikh Abul Hasan Al-Asy'ari dan malah mengagungkan kaum Mu'tazilah..
Apakah kritik As-Saqqaf terhadap tahqiq Syaikh Al-Albani layak utk didengar? http://ahmadfaruq.blogdetik.com/2009/02/05/kesalahankelemahan-albani/
Tentang pendapat Mu'tazilah, Ibnu Hajar mengatakan bahwa sebagian Mu'tazilah mengingkarinya, seperti Dliraar bin 'Amru dan Bisyr Al-Mariisiy [Fathul-Baariy, 3/233].
Dan Al-Qaadliy 'Abdul-Jabbaar falam kitab Syarh Ushuulil-Khamsah (hal. 733) dan Fadlul-I'tizaal (hal. 202) berkata :
وأنكر مشايخنا عذاب القبر ونعيمه في كل حال
"Dan masyaikh kami mengingkari 'adzab kubur dan nikmatnya dalam segala keadaan" [selesai].
Secara umum, kritik As-Saqqaaf tersebut menunjukkan keinkonsistensiannya dan kebodohannya. Inkonsistensi karena ia sendiri melemahkan beberapa hadits shahih dalam Shahihain tanpa alasan yang ilmiah. Bodoh karena ia tidak memahami hadits dan sekalgus perkataan Al-Albaaniy.
wallaahu a'lam.
Buat yang belum tau,
Tokoh yang dijadikan artikel kali ini adalah salah satu keturunan Nabi/Habib dari jalur Sayyidina Husain.
Mungkin lebih tepatnya Habib pembela Mu'tazilah.
Ya memang... keturunan Nabi bukan pemegang kunci surga. Keturunan Nabi tidak dijamin selalu benar. Buktinya di atas.
Beugh, gila bener itu as-saqaf. Masa Mu'tazillah dibilang berakal sedangkan ulama2 hadits dibilang gila?
Apa dia saat berbicara itu baru bangun tidur dan masih mengigau ya?
Siapapun dia, mau keturunan Nabi, harap dicatat...jika dia mendakwahkan kesesatan, maka tidak sepantasnya kita berloyalitas padanya. Yg lebih pantas mendapat rasa hormat kita adalah habib2 yg mendakwahkan Al Qur'an dan As Sunnah dengan pemahaman salafus sholeh, bukan mendakwahkan kebid'ahan.
Hmm mungkin tulisan pengantar videonya provokatif akh , golongan ulama Ahlusunnah wal jama'ah asyairoh di Mesir sendiri banyak menentang pendapat beliau.Meskipun memang kita harus adil bahwa banyak juga karangan beliau yang ilmiah yang bisa kita ambil hikmah dan keilmuannya.Toh tidak lantas karena Akidahnya dianggap bermasalah , kita harus menolak mentah2 perkataannya sebelum kita teliti secara ilmiah.Hal yang sama juga akan kita temukan ketika beberapa ulama menganggap akidah Syaikhul Islam Ibn Taymiyah ada masalah , toh tidak semua perkataan beliau dibuang.
Nah sebagaimana saudara2 salafi / wahabi tidak mau digeneralisir , saya kira mereka pun harus adil . karena kalau tidak , yah apa bedanya yah ga ^_^
dan semoga Allah menunjukkan kita ke jalan yang benar manakala kita menyimpang
Di atas saya katakan :
"Namun, bagi sebagian saudara-saudara kita yang mengaku bermadzhab Asyaa’irah dalam ‘aqidah, As-Saqqaaf dianggap sebagai pahlawan, singa pembela madzhab Asyaa’irah (dalam melawan ‘Wahabiy’)" [selesai].
Apakah kalimat itu bernada menggeneralisir ya ?.
Ushul 'aqiidah As-Saqqaaf itu bermasalah. Bukan tidak bermasalah. Saya tidak pernah mengatakan bahwa semua perkataan As-Saqqaaf itu keliru, sebagaimana saya tidak pernah mengatakan semua perkataan orang Nashara itu keliru dalam doktrinitas agama mereka. Namun berhubung asas 'aqidahnya salah, para ulama tidak pernah merekomendasikan untuk membaca kitab-kitab As-Saqqaaf atau kitab Bible-nya orang Nashara.
NB : Harap antum jangan salah paham ketika saya menyandingkan As-Saqqaaf dengan Nashara sebagai bentuk pengkafiran terhadap As-Saqqaaf (karena saya belum pernah mendengar para ulama mengkafirkannya). Saya lakukan itu agar gambaran masalahnya jelas.
Mohon maaf jika ada kurang berkenan.
Wallaahu a'lam.
Afwan akh , mungkin kita berbeda dalam memahami nash tulisan antum .
Karena dari tulisan antum , kata "sebagian" kemudian disifati dengan kalimat selanjutnya "saudara-saudara kita yang mengaku bermadzhab Asyaa’irah dalam ‘aqidah" , disini terkesan generalisirnya.
tapi kalau yang antum maksud adalah "Sakhsyun Mu'ayyanun / Thoifatun Mu'ayanatun minal Asya'iroh" , yah berarti ana yang salah dalam memahami nash.
Bagi saya yang belajar Ahlusunnah wal Jama'ah Asya'iroh , Dalam bidang ushul akidah , Hassan As-Saqaf jelas bukan dari golongan Saya.Bahkan para guru saya di Masjid Al-Azhar dan di Kuliah mengingatkan saya untuk tidak "tenggelam" dalam buku2nya.Namun seperti yang sudah saya katakan , tidak semua perkataannya lantas menjadi bathil.
di Indonesia banyak terdapat karangan Beliau , sebagian orang terkesan menjadikan beliau Asya'iroh karena hujjah yang dipakai Hassan As-Saqof dianggap cocok untuk menentang akidah wahabi.
Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan , semoga Allah menunjuki kita manakala kita menyimpang.
Salam hangat di pagi kairo yang dingin
Wallahu a'lam
hm lebih baik tentang beliau adalah menampilkan secara full video tersebut agar jelas maksudnya tidak terpotong-potong bahkan divideo tersebut ada bunyi ledakan(derr)
guna mengklarifikasi tersebut bisa mengirimkan email ke:
hasan_alsaqqaf@maktoob.com
tapi arabic only
hasana berkata :
"Sebahagian masalah"
yang mana hamba yg fakir ini (Saqqaf) menyetujui apa yang dikatakan Muktazilah dan selain Muktazilah
---
Namun demikian aku katakan: Muktazilah bukanlah diatas kebatilan, Muktazilah, disebabkan politik, adalah dizaman dahulu, zaman Daulah Abasiyah, disebabkan politik dan permusuhan khalifah2 terhadap Muktazilah, inilah yang menjadikan ramai ulama menyebutkan didalam kitab2 mereka khilaf Muktazilah lalu menolak kata2 mereka
____
INgat "Sebagian" yang beliau katakan
____
sedangkan kebanyakan yang mereka tentang, "kebanyakan yang mereka tolak dari Muktazilah tidak sohih".
___
inti beliau mengajak kita untuk memilah yang shahih dan yang tidak dari perkataan Muktazilah
metoda kontroversi ini juga diterapkan oleh
syeikh ibnu tamiyah
dan mengenai bukunya saqqaf selalu mengaitkan buku satu ke satu nya untuk memahami
dan melakukan pemahaman-pemahaman mana yang beliau maksud
hal ini seperti
metoda al bani(yang dibilang muhadis gila divideo tersebut)
kembali lagi seperti ibnu tamiyah "jangan taklid buta"
@ Anonim 3 Maret 2012 07:04
maksud antum itu apa ya?..mungkin antum bisa lebih jelas menyatakan pendapat antum, misalnya saya keberatan Syaikh As-Saqqaf dianggap Pro Mu'tazilah atau saya keberatan Mu'tazilah dianggap sesat.
saya rasa itu lebih mudah dimengerti oleh para pembaca, khususnya saya yang masih awam ini.
kalau menurut antum inti beliau mengajak kita untuk memilah yang shahih dan yang tidak dari perkataan Muktazilah...saya rasa itu terlalu prematur.
Bukankah kata sebagian itu diucapkan hanya di awal dan untuk menceritakan bahwa ada hal-hal yang belaiu setujui dari pendapat Mu'tazilah.
kemudian kan dengan jelas beliau katakan Muktazilah bukanlah diatas kebatilan
apakah pernyataan beliau tersebut masih kurang jelas dan tegas akan pembelaan beliau terhadap Mu'tazilah dengan sebelumnya berbasa-basi :)
Ada sedikit tambahan Vitamin buat antum terkait pembelaan Syaikh As-Saqqaf terhadap Mu'tazilah (rekaman suara):
http://www.youtube.com/watch?v=n8MTcqkZUHs&feature=related
Terjemahan Transkrip:
Disitu ada soalan, ditulis oleh seorang ikhwah sebentar tadi...
Apakah Muktazilah orang2 yang sesat pada pendapat engkau?
Saqqaf - Tidak ! Padaku Muktazilah adalah imam2 ahli petunjuk !
Maka Muktazilah, mungkin kita berselisih, aku bukan Mukatzilah.
Yakni, aku bukan mahir dalam kitab2 Muktazilah, tapi aku tahu beberapa masail mereka.
Dan aku ada beberapa kitab, tetapi orang Muktazilah adalah akal yang bersih
Akal yang tidak tercemar dengan khurafat
Syaikh Kauthasri telah berkata dalam pendahuluannya untuk kitab Tabyin Kadzibil Muftari nusiba Ila Abi al-Hasan al-Asy'ari bahawa...
Muktazilah mempunyai tangan2 putih dalam menetapkan aqidah.
Dan mereka adaprbincangan dan munazarah beberapa puak Islam, menolak orang2 Kristian
dan golongan Falsafah dan selain mereka
Maka Muktazilah padaku adalah ahli petunjuk, dan mereka adalah golongan yang terhormat.
Dan pada zaman Salaf, ada jamaah dari Imam2 Ahlul Bait, mereka cinta Imam2 Ahlul Bait,
mereka mengikuti imam2 Ahlul Bait, dan Sayidina Muhammad an-Nafs az-Zakiah (Imam Syiah Zaidiyah)..
selalu bersama daurah2nya orang2 dari Muktazilah.
Mungkin perlu di kaji pendapat Syaikh As-Saqqaf bahwa banyak Muhaditsin (Ahli Hadits) Gila yang tidak menghormati Mu'tazilah seperti Imam Syafi'i, Imam Ahmad, Imam Bukhori dll
sepertinya mereka semua TERSESAT dan yang paling PARAH SESAT itu Imam Asy'ari..sudah benar di Mu'tazilah kok rela bertaubat dari Mu'tazilah.
Wahai Syaikh As-Saqqaf, semoga Allah memberi hidayah pada anda, saya dan seluruh pembaca blog ini, amin
Poskan Komentar