Mendefinisikan sesuatu terkadang menjadi hal yang menyulitkan. Pikiran kita bersifat absurd dan susah untuk mengungkapkannya secara jelas. Oleh sebab itu, terkadang kita merasakan sesuatu yang kita tidak tahu apa itu. Nah, tugas seorang pemikir adalah mengungkapkan apa-apa yang susah diungkap itu. Sebenarnya kita semua adalah pemikir-pemikir kreatif yang mempunyai potensi untuk mengungkap berbagai rahasia pikiran. Hanya saja, kita kurang mengetahui ilmunya dan kurang belajar untuk itu.
Al-Imaam Al-Bukhaariy rahimahullah berkata :
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي يَعْقُوبَ الْكِرْمَانِيُّ، حَدَّثَنَا حَسَّانُ، حَدَّثَنَا يُونُسُ، قَالَ مُحَمَّدٌ هُوَ الزُّهْرِيُّ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: " مَنْ سَرَّهُ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ، أَوْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ، فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ "
Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Abi Ya’quub Al-Kirmaaniy[1] : Telah menceritakan kepada kami Hassaan[2] : Telah menceritakan kepada kami Yuunus[3] : Telah berkata Muhammad – ia adalah Az-Zuhriy[4] - , dari Anas bin Maalik radliyallaahu ‘anhu, ia berkata : Aku mendengar Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang suka diluaskan rizkinya dan ditangguhkan kematiannya, hendaklah ia menyambung silaturahim” [Shahiih Al-Bukhaariy no. 2067].
Sanad ini hasan, namun shahih dengan keseluruhan jalannya.
Faathimah Termasuk Al-Asmaa’ul-Husnaa
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
23:55
9
komentar
Label:
Syi'ah
Allah ta’ala berfirman :
وَلِلَّهِ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى فَادْعُوهُ بِهَا
“Hanya milik Allah Al-Asmaa’ul-Husnaa (nama-nama yang indah), maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut Al-Asmaaul-Husnaa itu” [QS. Al-A’raaf : 180].
اللَّهُ لا إِلَهَ إِلا هُوَ لَهُ الأسْمَاءُ الْحُسْنَى
“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Dia mempunyai Al-Asmaaul-Husnaa (nama-nama yang baik)” [QS. Thaha : 8].
Fenomena Jasad Utuh Setelah Bertahun-Tahun Meninggal
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
18:15
11
komentar
Label:
'Aqidah,
Umum
Al-Imaam An-Nasaa’iy rahimahullah berkata :
أَخْبَرَنَا إِسْحَاقُ بْنُ مَنْصُورٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا حُسَيْنٌ الْجُعْفِيُّ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ يَزِيدَ بْنِ جَابِرٍ، عَنْ أَبِي الْأَشْعَثِ الصَّنْعَانِيِّ، عَنْ أَوْسِ بْنِ أَوْسٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: " إِنَّ مِنْ أَفْضَلِ أَيَّامِكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ فِيهِ خُلِقَ آدَمُ عَلَيْهِ السَّلَام، وَفِيهِ قُبِضَ، وَفِيهِ النَّفْخَةُ، وَفِيهِ الصَّعْقَةُ، فَأَكْثِرُوا عَلَيَّ مِنَ الصَّلَاةِ، فَإِنَّ صَلَاتَكُمْ مَعْرُوضَةٌ عَلَيَّ "، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَكَيْفَ تُعْرَضُ صَلَاتُنَا عَلَيْكَ وَقَدْ أَرَمْتَ أَيْ يَقُولُونَ قَدْ بَلِيتَ؟ قَالَ: " إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ حَرَّمَ عَلَى الْأَرْضِ أَنْ تَأْكُلَ أَجْسَادَ الْأَنْبِيَاءِ عَلَيْهِمُ السَّلَام "
Kitab-Kitab Kontemporer yang Membahas tentang Iman dan Kufur (Membantah Tuduhan Salafiy = Murji’)
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
02:05
8
komentar
Label:
'Aqidah,
Umum
Berbagai tuduhan yang dialamatkan kepada Ahlus-Sunnah/Salafiyyuun sebagai kelompok Murji’ah, dari orang-orang yang berpemikiran rusak memang populer belakangan ini. Telah banyak kitab sebenarnya yang ditulis untuk membantah tuduhan mereka itu. Sayangnya, sebagian besar masih terkemas dalam bahasa Arab dan belum diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Di sini saya coba mengumpulkan beberapa kitab dimaksud dengan harapan para penuntut ilmu dan para ustadz dapat memanfaatkannya. Yaitu, kitab-kitab yang membahas tentang berhukum selain yang diturunkan Allah, hubungan antara amal dan iman, dan pengkafiran. Barangkali satu saat, ada effort dari ikhwah untuk menterjemahkan secara penuh dan ada Penerbit yang mau mencetaknya.
Kisah Adam, Hawwaa’ dan Setan
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
02:18
4
komentar
Label:
'Aqidah,
Kisah
Allah ta’ala berfirman :
هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا فَلَمَّا تَغَشَّاهَا حَمَلَتْ حَمْلا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِ فَلَمَّا أَثْقَلَتْ دَعَوَا اللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ آتَيْتَنَا صَالِحًا لَنَكُونَنَّ مِنَ الشَّاكِرِينَ * فَلَمَّا آتَاهُمَا صَالِحًا جَعَلا لَهُ شُرَكَاءَ فِيمَا آتَاهُمَا فَتَعَالَى اللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ
“Dialah Yang menciptakan kamu dari diri yang satu dan daripadanya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa senang kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya itu mengandung kandungan yang ringan, dan teruslah dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya (suami istri) bermohon kepada Allah, Tuhannya seraya berkata: "Sesungguhnya jika Engkau memberi kami anak yang sempurna, tentulah kami termasuk orang-orang yang bersyukur". Tatkala Allah memberi kepada keduanya seorang anak yang sempurna, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah terhadap anak yang telah dianugerahkan-Nya kepada keduanya itu. Maka Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan” [QS. Al-A’raaf : 189-190].
Kitab ini sangat terkenal di kalangan Syi’ah Zaidiyyah. Di box software/program maktabah syamilah dan jawaami’ul-kalim 4.5 pun tersedia. Saya punya soft copy kitab tersebut dalam bentuk scan pdf, terbitan Daarul-Kutub Al-‘Ilmiyyah, Beirut (400 halaman). Terus terang saya sedikit merasa heran dengan dimasukkannya kitab ini dalam khazanah keilmuan sunniy dalam dua software tersebut di atas.
Calling The People Of Sunnah To Aid Our Brothers In Damaaj - Shaikh Rabee' Al-Madkhalee & Shaikh Muhammad bin Hadee
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
15:40
19
komentar
Label:
Umum
Membuat Marah Imam = Membuat Marah ...[?].....
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
16:16
58
komentar
Label:
Syi'ah
Bagi pemerhati Syi’ah, tentu tidak asing dengan dalih : ‘Membuat marah Faathimah sama dengan membuat marah Nabi’, karena keridlaan Faathimah bersama keridlaan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa ‘alaa aalihi wa sallam.[1] Lantas, bagaimana hukumnya jika Faathimah membuat marah ‘Aliy radliyallaahu ‘anhumaa ?.
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ، قَالَ: حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ أَبِي حَازِمٍ، عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ، قَالَ: " جَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْتَ فَاطِمَةَ فَلَمْ يَجِدْ عَلِيًّا فِي الْبَيْتِ، فَقَالَ: أَيْنَ ابْنُ عَمِّكِ؟ قَالَتْ: كَانَ بَيْنِي وَبَيْنَهُ شَيْءٌ فَغَاضَبَنِي فَخَرَجَ فَلَمْ يَقِلْ عِنْدِي، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِإِنْسَانٍ: انْظُرْ أَيْنَ هُوَ، فَجَاءَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، هُوَ فِي الْمَسْجِدِ رَاقِدٌ، فَجَاءَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ مُضْطَجِعٌ قَدْ سَقَطَ رِدَاؤُهُ عَنْ شِقِّهِ وَأَصَابَهُ تُرَابٌ، فَجَعَلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَمْسَحُهُ عَنْهُ، وَيَقُولُ: قُمْ أَبَا تُرَابٍ، قُمْ أَبَا تُرَابٍ "
Pokok Iman (Ashlul-Iimaan) Menurut Ahlus-Sunnah wal-Jama’ah
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
23:51
67
komentar
Label:
'Aqidah
Sebelum membahas ini, maka penting diketahui bahwasannya iman menurut Ahlus-Sunnah adalah perkataan dan perbuatan, sebagaimana definisi yang dikatakan Al-Imaam Ibnu ‘Abdil-Barr rahimahullah :
أجمع أهل الفقه والحديث على أن الإيمان قول وعمل، ولا عمل إلا بنية
“Para ahli fiqh dan hadits telah sepakat bahwasannya iman itu perkataan dan perbuatan. Dan tidaklah ada perbuatan kecuali dengan niat” [At-Tamhiid, 9/238].
Langgan:
Entri (Atom)








