14 November 2013

Asy-Syaikh ‘Abdul-Malik Ar-Ramadlaaniy tentang Murid-Murid Asy-Syaikh Al-Albaaniy

Asy-Syaikh ‘Abdul-Malik Ar-Ramadlaaniy hafidhahullah adalah salah seorang ulama yang mendapatkan tempat di hati kaum muslimin. Beliau adalah penulis kitab yang terkenal berjudul : Madaarikun-Nadhaar fis-Siyaasah[1], salah seorang murid utama dari Asy-Syaikh ‘Abdul-Muhsin Al-‘Abbaad hafidhahumallah. Satu saat beliau pernah ditelepon seseorang. Berikut dialognya :
Penanya      :   “Assalaamu’alaikum”.
Asy-Syaikh  :   “Wa’alaikumus-salaam warahmatullaahi wa barakaatuh”.
Penanya      :   “(Apakah ini) Asy-Syaikh ‘Abdul-Malik Ramadlaaniy ?”.
Asy-Syaikh :   “Benar”.
Penanya      :   “Alhamdulillah, bagaimana kabarmu syaikhunaa ?”.
Asy-Syaikh  :   “Alhamdulillah”.
Penanya      :   “Asy-Syaikh, kami menginginkan nasihat darimu. Bagaimana cara kami berinteraksi dengan saudara-saudara kami yang masih senantiasa terpengaruh dengan (pemikiran) ‘Aliy bin Hasan Al-Halabiy dan Masyhuur Hasan Aalu Salmaan ?[2]”.
Asy-Syaikh :   “Terpengaruh dengan siapa ?”.
Penanya      :   “Dengan ‘Aliy bin Hasan Al-Halabiy dan Masyhuur Hasan Aalu Salmaan”.
Asy-Syaikh  :   “Aku termasuk orang yang terpengaruh ‘Aliy Hasan Al-Halabiy dan Masyhuur Hasan Aalu Salmaan”.
Penanya      :   “E...... Syaikh, telah sampai kepada kami perkataan Asy-Syaikh Rabii’, Asy-Syaikh ‘Ubaid Al-Jaabiriy, dan Asy-Syaikh Ahmad Bazmuul.....”
Asy-Syaikh  :   (Dengan memotong pembicaraan) Thayyib, thayyib,.... apakah mereka[3] itu para Nabi ?. (Tentu tidak), para masyayikh tersebut – semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan – adalah para ulama, semoga Allah memberikan barakah kepada mereka. Akan tetapi, kami tidak menjadikan ulama kami seperti para pendeta Yahudi dan Nashaaraa”.
Penanya      :   “Ya. Ada sebuah kitab dari Ahmad Bazmuul yang berjudul : ‘Shiyaanatus-Salafy’. Kitab ini telah dipuji oleh Asy-Syaikh Rabii’. Beliau mengatakan bahwa penulis (Ahmad Bazmuul) membantah dengan hujjah-hujjah dan bukti-bukti ya Syaikh. (Bagaimana pendapatmu) ?”.
Asy-Syaikh  :   “Baik. Apakah jika kitab tersebut dipuji oleh Asy-Syaikh Rabii’ artinya juga dipuji oleh Rasul ‘alaihish-shalaatu was-salaam ?.
Penanya      :   “Tidak syaikh. Namun, Asy-Syaikh Rabii’ adalah imam al-jarh wat-ta’diil di masa sekarang. Seorang yang berilmu”.
Asy-Syaikh  :   “Baik. Engkau (mesti) mengikuti dalil”.
Penanya      :   “Bagaimana ?”.
Asy-Syaikh  :   “Ikutilah dalil !”.
Penanya      :   “Benar ya syaikh. Kami berada di belakangnya”.
Asy-Syaikh  :   “Kitab itu telah dicela oleh Asy-Syaikh Al-‘Abbaad”.
Penanya      :   “Mencela kitab Shiyaanatus-Salafiy ?”.
- sambungan telepon terputus - [selesai].
Rekaman percakapan tersebut dapat didengarkan di sini.
Adapun transkripnya dapat dibaca di sini.
[abul-jauzaa’ – perumahan ciomas permai, ciapus, ciomas, bogor – 10011435/14112013 – 00:20 - direvisi 07:37 setelah membandingkan transkrip yang dimuat di situs albaidha dan kulalsalafiyeen plus mendengarkan kembali rekaman audionya].




[1]      Telah diterjemahkan dalam bahasa Indonesia oleh Pustaka Imam Bukhari dengan judul : ‘Pandangan Tajam terhadap Politik’.
Buku Madaarikun-Nadhaar ini menjadi salah satu referensi utama Al-Ustaadz Luqmaan Ba’abduh dalam bukunya ‘Mereka adalah Teroris’ – yang isinya membantah pemikiran dan ideologi Imam Samudera rahimahullah.
[2]      Pembaca dapat lihat tipe pertanyaan yang diajukan. Penanya mengarahkan pertanyaan ke arah negatif tentang diri Asy-Syaikh ‘Aliy Al-Halabiy dan Asy-Syaikh Masyhuur bin Hasan dengan harapan Asy-Syaikh ‘Abdul-Malik akan mejawab sesuai dengan harapan mereka. Namun betapa terkejutnya mereka setelah itu ketika mendapatkan jawaban beliau yang di luar dugaannya.
[3]      Yaitu tiga masyaikh yang membicarakan (baca : mengkritik) Asy-Syaikh ‘Aliy Al-Halabiy hafidhahumullah.

2 komentar:

  1. Kalian harus mengikuti dalil....
    Selesai...

    BalasHapus
  2. Setelah terputus, masih ada kelanjutannya ustadz...

    (berikut kelanjutannya)

    A ; assalamualaikum
    B : wa'alaikumussalam warahmatullah

    A ; syaikh maaf telfon terputus
    barokallahu fik maaf wahai syaikh
    B : khairan insya'Allah

    A : Syaikh antum mengatakan syaikh Abdul Muhsin Al Abbad apa wahai syaikh ?
    apakah beliau mencela kitab siyanatus salafy ?

    B : apabila skrg masing2 kt menceritakan perkataan fulan dan fulan maka aku katakan pdmu Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad mencela kitab itu
    aku katakan syaikh Rabi salafy, syaikh Abdul Muhsin salafy, Syaikh Ali Hasan salafy syaikh Masyhur hasan salman salafy
    tp mrk berselisih dlm sebagian masalah
    selesai inilah masalah yg sebenarnya

    A : wahai syaikh kami adl murid2 anda smg Allah berbuat baik kpd anda, kami menginginkan dari anda penjelasan agar anda bisa mengarahkan kami
    Wahai syaikh seandainya anda menjelaskan apa yg mjd sebab Syaikh Abdul muhsin Al Abbad mencela kitab siyanatus salafy

    B : baiklah , krn kitab itu mengambil kesimpulan sepihak yg tdk dikatakan oleh Syaikh Ali Hasan dan menisbatkannya pada beliau

    dia mengambil konsekwensi madzhab, padahal sdh diketahui di kalangan pr ulama bhw konsekwensi madzhab seseorang itu tdk dianggap sbg madzhabnya dia.
    bagaimana menuduh org dg penyatuan agama perkataan macam apa ini penyatuan agama.

    Ali hasan itu menetapkan bhw penyatuan agama itu kekufuran, lantas bagaimana dianggap ia menganut penyatuan agama,

    tuduhan macam apa ini wahai akhi ?????? ini perkataan yang sgt aneh.

    Dan Syaikh Ali Hasan mengatakan penyatuan agama kufur, lalu antum mau apakan ini ?

    Sampai seandainya kt anggap beliau mengatakan penyatuan agama, beliau tdk menyatakannya dg sempurna
    tp beliau hny memuji sesuatu yg ada d risalah raja mereka (di yordania) risalah amman, pujian ini tdk memberikan konsekwensi bhw beliau memuji semua yang ada di risalah tersebut dan risalah itu sendiri tdk dengan jelas menyatakan penyatuan agama.

    aku sdh bc risalah itu berkali2, Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad sdh bc risalah itu berkali2
    beliau (Syaikh Al Abbad) berkata : "tdk jelas ada penyatuan agama di dalamnya".

    ada perkataan yg muhtamal multi tafsir, manusia tdk boeh disikapi dg perkatan spt itu (yg msh blm jelas), oleh karenanya hendaknya dikatakan : Syaikh Ali Hasan keliru sudah gitu aja, krn berdalil dg risalah itu walaupun beliau mengatakannya krn ada sikon politik. tp bagaimana pun kita katakan beliau keliru. adapun jk kt katakan beliau mengatakan penyatuan agama ini adalah kezaliman yang sangat nyata

    A : ah benar barokallahu fikum syaikh
    B : wafika barokallahu
    smg Allah memberikan taufik kpd antum wahai akhi

    A ; assalamualaikum

    diterjemah oleh al-akh al-fadhil abul aswad al bayaty

    sumber: http://www.kulalsalafiyeen.com/vb/showthread.php?t=53213

    sumber suara 2 lanjutan yg terputus :

    https://www.dropbox.com/s/bmg8xzqp5x590vr/ramadani2.mp3

    (kutip dari: https://www.facebook.com/abul.albayaty/posts/688746484471228)

    BalasHapus