21 Juni 2010

Khayalan.........

Beberapa waktu lalu, kaum muslimin dibuat resah karena beredarnya pin bergambar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Usut punya usut, ternyata sumbernya berasal dari orang-orang Syi’ah. Entah darimana mereka mempunyai ilham tentang rupa/wajah beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Fenomena gambar menggambar para tokoh pujaan memang sudah menjadi trend tersendiri dalam adat agama Syi’ah. Seandainya mereka dihadapkan oleh sabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam :
إن أشد الناس عذابا يوم القيامة المصورون
“Sesungguhnya orang yang paling keras adzabnya di hari kiamat kelak adalah para penggambar” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 5950, Muslim no. 2109, dan yang lainnya].
tentu mereka tidak akan menggubrisnya.

Kita tidak usah ambil pusing dengan penolakan tersebut, karena memang sudah tabiatnya.
Sekedar iseng, mari kita lakukan uji akurasi penggambaran mereka dengan riwayat yang ada pada referensi mereka. Kita akan ambil sampel salah seorang shahabat mulia, ‘Aliy bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhu – yang telah mereka tahbiskan sebagai penghulu imam agama mereka.
Faathimah Az-Zahraa’ pernah berkata dalam riwayat mereka :
إن نساء قريش تحدثني عنه أنه رجل دحداح البطن، طويل الذراعين ضخم الكراديس، أنزع، عظيم العينين، لمنكبه مشاش كمشاش البعير، ضاحك السن لا مال له.
“Sesungguhnya para wanita Quraisy telah menceritakan kepadaku bahwasannya ia (‘Aliy) seorang laki-laki yang pendek lagi gemuk, panjang tangannya, besar persendiannya, besar kedua matanya, pundaknya lunak seperti onta, giginya yang berseri-seri, dan tidak punya harta” [Tafsir Al-Qummiy, 2/336].
Dari Abu Ishaaq, bahwasannya ia berkata :
أدخلني أبي المسجد يوم الجمعة فرفعني فرأيت عليا يخطب على المنبر، شيخا، أصلع، ناتئ الجبهة، عريض ما بين المنكبين، في عينه أطرغشاش (يعني : لين في عينه).
“Ayahku memasukkanku ke dalam masjid, lalu aku angkat pandanganku yang ternyata ‘Aliy sedang berkhutbah. Ia adalah seorang laki-laki tua, botak, dahinya menonjol (lebar), lebar dua bahunya, dan pada matanya terdapat kelemahan” [Muqaatiluth-Thaalibiin].
Dalam sumber referensi yang sama, disebutkan lebih lanjut tentang sifat-sifat fisiknya :
كان عليه السلام أسمر مربوعًا، وهو إلى القصر أقرب، عظيم البطن، دقيق الأصابع، غليظ الذراعين، حَمِش الساقين، في عينه لين، عظيم اللحية، أصلع، ناتئ الجبهة
“’Aliy ‘alaihis-salaam kulitnya sawo matang, cenderung pendek, gendut, jari-jarinya lembut, kedua betisnya kecil, matanya terdapat kelemahan, jenggotnya lebat, botak, dan dahinya menonjol (lebar)” [idem, hal. 27].
Sekarang, bandingkan dengan hasil penggambaran mereka :
Kalau saya pribadi menilainya tidak cocok. Bahkan beda jauh dengan sifat-sifat yang tertera dalam referensi Syi’ah di atas.
Sebagian kita mungkin bertanya-tanya, darimana ide gambar di atas muncul. Pikiran usil saya melayang pada tokoh ‘Yesus’-nya orang Nashara :
Sah-sah saja jika ada orang Syi’ah berang dengan penyamaan ini. Namun tidak perlu sewot, namanya juga mengkhayal…..
Apapun itu, kita (Ahlus-Sunnah) tetap menolak riwayat mereka tentang sifat-sifat ‘Aliy yang terdapat dalam referensi mereka karena sanadnya sendiri tidak jelas, dibawakan bukan oleh orang-orang kepercayaan. Kita pun menolak rekayasa lukisan mereka tentang diri/wujud ‘Aliy bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhu. Tidak lebih, itu hanyalah khayalan kaum pengkhayal yang telah menjadikan khayalan mereka bagian dari agama.
Wallaahul-Musta’aan.
Nb : Mohon maaf, gambar tidak bisa saya tampilkan di artikel ini.
[abul-jauzaa’ – 1431].

4 komentar:

  1. assalamu'alaykum warahmatullah,,
    afwan,, apa benar penulisan kalimat berikut:
    “’Aliy "‘alaihis-salaam" kulitnya sawo matang, cenderung pendek, gendut, jari-jarinya lembut, kedua betisnya kecil, matanya terdapat kelemahan, jenggotnya lebat, botak, dan dahinya menonjol (lebar)” [idem, hal. 27].

    BalasHapus
  2. Ustad .....

    Antum memberi nuansa lain dalam thalibul ilmi ini , waktu membaca tulisan ini sangat sinkron dengan yang antum bayangkan ....

    Pingin ketawa juga kalau melihat dan memikirkan kelakuan ahlu bidah ( syiah ) , nyleneh .

    BalasHapus
  3. kalo menurut ana, 'Aliy yg mereka gambar lebih mirip face orang-orang Iran, pusat agama mereka..

    BalasHapus
  4. @Anonim [21 Juni 2010 23:55]

    Saya hanya mengikuti teks aslinya saja....

    BalasHapus