18 Januari 2012

Inilah 'Aqidah Hasan As-Saqqaaf

Nama Hasan As-Saqqaaf sudah terkenal di belantara para pelaku penyimpangan. Namun, bagi sebagian saudara-saudara kita yang mengaku bermadzhab Asyaa’irah dalam ‘aqidah, As-Saqqaaf dianggap sebagai pahlawan, singa pembela madzhab Asyaa’irah (dalam melawan ‘Wahabiy’). Ia merupakan tokoh pujangga bagi para pencela madzhab salaf semisal Abu Salafy, Syakh Idahram, dan yang satu blueprint dengan keduanya. Melalui video ini, Anda akan tahu hakekat sebenarnya Hasan As-Saqqaaf dan siapa yang ia bela. Selamat menikmati.............
[abul-jauzaa’ – ngaglik, sleman, yogyakarta].

39 komentar:

  1. Ustadz,

    Mungkin terjemahan Transkrip ini bisa dimasukan atau di kolom komentar saja juga ndak apa-apa:

    TERJEMAHAN TRANSKRIP


    Sebenarnya wahai Sidi

    Sebahagian masalah yang mana hamba yg fakir ini (Saqqaf) menyetujui apa yang dikatakan Muktazilah dan selain Muktazilah

    dan aku telah syarahkan didalam Syarah Tohawiyah, bahawa masalah2 ini telah dikatakan oleh sekeumpulan Ahli Sunnah, maka mereka ibarat berita angin dan propaganda semata supaya menjauhkan orang ramai dariku.

    Namun demikian aku katakan: Muktazilah bukanlah diatas kebatilan, Muktazilah, disebabkan politik, adalah dizaman dahulu, zaman Daulah Abasiyah, disebabkan politik dan permusuhan khalifah2 terhadap Muktazilah, inilah yang menjadikan ramai ulama menyebutkan didalam kitab2 mereka khilaf Muktazilah lalu menolak kata2 mereka

    sedangkan kebanyakan yang mereka tentang, kebanyakan yang mereka tolak dari Muktazilah tidak sohih.

    Contohnya : Mereka menuduh bahawa Muktazilah menafikan azab kubur, dan ini adalah pembohongan terhadap Muktazilah.

    Jika kita rujuk kitab2 Muktazilah, kita akan dapati mereka semuanya bersepakat menetapkan azab kubur.

    Berkata Qadi Abdul Jabbar,, didalam ' Syarah Usul al-Khamsah ', dan beliau adalah salah seorang Imam Muktazilah, " Tiada khilaf tentangnya dikalangan seorangpun dari umat ini, melainkan sesuatu yang diceritakan dari Dhirar bin A'mru, dan ini tidak diterima oleh Muktazilah, "

    Dan beliau ini dulu Muktazilah kemudian keluar darinya.

    Dan ini termasuk memburuk2kan lawan, maka mereka menuduh2 mereka dengan tuduh2an yang lawan bebas darinya, atau dgn tuduh2an yang memang dikatakan mereka, tetapi tiada apa2 (kesalahan) disitu.

    (Kata2) Quran itu Makhuk bukan Muktazilah sahaja yang mengatakannya,
    Asyairah menyetujui mereka,
    Ibadhiyah menyetujui mereka,
    Zaidiyah menyetujui mereka,
    Imamiyah menyetujui mereka,

    Lihat wahai Sidi!

    Aku berkata : Khilaf kita terhadap Wahabiyah lebih besar dan mendalam dari khilaf kita dengan Muktazilah,

    Yang mengasaskan mazhab yang mereka namakan Asyairah secara tahqiq ialah Imamul Haramain dan Ghazali, bukan Abul Hasan Al-Asya'ri

    Kerana Abul Hasan Al-Asya'ari dan Baqilani misalnya, mereka berdua berkata dalam kitab2 mereka :
    Kami tidak katakan bahawa Istawa bermakna Istawla, bahawa tangan bermakna qudrat"

    Tetapi Al-Ghazali dan Imam Haramain berkata :
    Istiwa ialah Istila', tangan ialah qudrat, inilah kata2 Muktazilah yang sama!

    BalasHapus
  2. By: Abu Ahmad Al Jawi
    Assalamu`alaikum
    Tadi ana baca teks bahasa Indonesia dikatakan Qadi Abdul Jabbar dalam Syarah Usul al Khamsah berkata "Tidak ada khilaf tentangnya(azab kubur)dikalangan seorangpun di umat ini" Bagaimana tanggapan ustadz tentang ini mengingat banyak ulama mengatakan Mu`tazillah menafikan azab kubur? Mohon penjelasan ustadz

    BalasHapus
  3. Lanjutan Terjemahan Transkrip

    Maka Abul Hasan Al-Asya'ari dan Baqilani, engkau dapati dalam kitab2 mereka mengutuk Muktazilah, mereka berkata bahwa Muktazilah mentakwilkan sifat tangan kepada qudrat, sedangkan kami tidak katakan bahawa tangan itu qudrat, tapi kami mengithbatkan bagi Allah sifat tangan, yang layak dengan keagunganNya, yang bukan anggota,tetapi ia sifat bagi Allah Ta'ala ...hingga akhirnya..

    Dan kata2 ini disisi kita tertolak, seratus peratus
    Dan kata2 ini ini yang dikatakan Al-Asya'ri dalam kitab2nya... Allah mempunyai dua mata, Ini Tajsim!.. Tajsim belaka

    Allah tidak katakan Dia ada dua mata, Allah berkata : Sesungguhnya engkau dengan mata2 Kami, contohnya, maka bagaimana kita boleh katakan Allah ada dua mata sedangkan Allah tidak sebut dalam kitabNya yang mulia bahawa Dia ada dua mata? Allah hanya sebutkan satu mata dan mata2

    Sebab itu datang imam2 Asyairah yang sebenarnya, yang telah mengasaskan mazhab Asy'ari, mereka itulah Imam Ghazali dan syaikhnya Imam al-Haramain,

    mereka berkata dalam kitab2 mereka bahawa : istiwa itu istila, .. Allah tiada dua mata, tangan itu qudrat, dan inilah yang dikatakan oleh mereka2 yang datang selepas mereka dikalangan Asya'irah. Inilah yang mereka setujui Muktazilah.

    Muktazilah adalah manusia2 yang terhormat, datangkan dalil mereka bukan manusia terhormat!

    Mereka adalah satu jama'ah yang mensucikan ( Allah )

    Mereka gunakan akal, bukan seperti golongan Muhadithin yang gila...
    ...
    Hatta dalam masalah penciptaan perbuatan ( خلق الأفعال ), Imam Haramain dan Ghazali berkata dengan kata2 Muktazilah. Imam Subki telah mengaku hal demikian, beliau berkata : " Mereka berkata2 dengan mazhab yang mendekati sedekat2nya dengan Muktazilah, tapi ia bukannya ia. "

    BalasHapus
  4. http://www.youtube.com/watch?v=3uKCSa4X7mo&feature=related

    BalasHapus
  5. Wahh ini baru buat saya. Ternyata aqidahnya As-Saqqaaf lebih parah daripada yg saya bayangkan selama ini. Benar2 mu'tazilah tulen. Ga heran dia panen kecaman dan bantahan dari para ulama ahlusunnah, pantesan juga dia dikagumi banget oleh para mu'tazili dan jahmi di tanah air kita yg mengaku2 (katanya) asy'ari pdhl Al Imam Abul Hasan berlepas diri dari mereka. Allahul Musta'an.

    BalasHapus
  6. Muantab Tadz...

    Bagaimana ternyata As-Saqqaaf yang dibangga-banggakan oleh mereka ternyata malah justru menselisihi dan mencela panutan mereka sendiri yaitu As-Syaikh Abul Hasan Al-Asy'ari dan malah mengagungkan kaum Mu'tazilah..

    BalasHapus
  7. Apakah kritik As-Saqqaf terhadap tahqiq Syaikh Al-Albani layak utk didengar? http://ahmadfaruq.blogdetik.com/2009/02/05/kesalahankelemahan-albani/

    BalasHapus
  8. Tentang pendapat Mu'tazilah, Ibnu Hajar mengatakan bahwa sebagian Mu'tazilah mengingkarinya, seperti Dliraar bin 'Amru dan Bisyr Al-Mariisiy [Fathul-Baariy, 3/233].

    Dan Al-Qaadliy 'Abdul-Jabbaar falam kitab Syarh Ushuulil-Khamsah (hal. 733) dan Fadlul-I'tizaal (hal. 202) berkata :

    وأنكر مشايخنا عذاب القبر ونعيمه في كل حال

    "Dan masyaikh kami mengingkari 'adzab kubur dan nikmatnya dalam segala keadaan" [selesai].

    Secara umum, kritik As-Saqqaaf tersebut menunjukkan keinkonsistensiannya dan kebodohannya. Inkonsistensi karena ia sendiri melemahkan beberapa hadits shahih dalam Shahihain tanpa alasan yang ilmiah. Bodoh karena ia tidak memahami hadits dan sekalgus perkataan Al-Albaaniy.

    wallaahu a'lam.

    BalasHapus
  9. Buat yang belum tau,

    Tokoh yang dijadikan artikel kali ini adalah salah satu keturunan Nabi/Habib dari jalur Sayyidina Husain.

    Mungkin lebih tepatnya Habib pembela Mu'tazilah.

    BalasHapus
  10. Ya memang... keturunan Nabi bukan pemegang kunci surga. Keturunan Nabi tidak dijamin selalu benar. Buktinya di atas.

    BalasHapus
  11. Beugh, gila bener itu as-saqaf. Masa Mu'tazillah dibilang berakal sedangkan ulama2 hadits dibilang gila?
    Apa dia saat berbicara itu baru bangun tidur dan masih mengigau ya?

    BalasHapus
  12. Siapapun dia, mau keturunan Nabi, harap dicatat...jika dia mendakwahkan kesesatan, maka tidak sepantasnya kita berloyalitas padanya. Yg lebih pantas mendapat rasa hormat kita adalah habib2 yg mendakwahkan Al Qur'an dan As Sunnah dengan pemahaman salafus sholeh, bukan mendakwahkan kebid'ahan.

    BalasHapus
  13. Hmm mungkin tulisan pengantar videonya provokatif akh , golongan ulama Ahlusunnah wal jama'ah asyairoh di Mesir sendiri banyak menentang pendapat beliau.Meskipun memang kita harus adil bahwa banyak juga karangan beliau yang ilmiah yang bisa kita ambil hikmah dan keilmuannya.Toh tidak lantas karena Akidahnya dianggap bermasalah , kita harus menolak mentah2 perkataannya sebelum kita teliti secara ilmiah.Hal yang sama juga akan kita temukan ketika beberapa ulama menganggap akidah Syaikhul Islam Ibn Taymiyah ada masalah , toh tidak semua perkataan beliau dibuang.

    Nah sebagaimana saudara2 salafi / wahabi tidak mau digeneralisir , saya kira mereka pun harus adil . karena kalau tidak , yah apa bedanya yah ga ^_^

    dan semoga Allah menunjukkan kita ke jalan yang benar manakala kita menyimpang

    BalasHapus
  14. Di atas saya katakan :

    "Namun, bagi sebagian saudara-saudara kita yang mengaku bermadzhab Asyaa’irah dalam ‘aqidah, As-Saqqaaf dianggap sebagai pahlawan, singa pembela madzhab Asyaa’irah (dalam melawan ‘Wahabiy’)" [selesai].

    Apakah kalimat itu bernada menggeneralisir ya ?.

    Ushul 'aqiidah As-Saqqaaf itu bermasalah. Bukan tidak bermasalah. Saya tidak pernah mengatakan bahwa semua perkataan As-Saqqaaf itu keliru, sebagaimana saya tidak pernah mengatakan semua perkataan orang Nashara itu keliru dalam doktrinitas agama mereka. Namun berhubung asas 'aqidahnya salah, para ulama tidak pernah merekomendasikan untuk membaca kitab-kitab As-Saqqaaf atau kitab Bible-nya orang Nashara.

    NB : Harap antum jangan salah paham ketika saya menyandingkan As-Saqqaaf dengan Nashara sebagai bentuk pengkafiran terhadap As-Saqqaaf (karena saya belum pernah mendengar para ulama mengkafirkannya). Saya lakukan itu agar gambaran masalahnya jelas.

    Mohon maaf jika ada kurang berkenan.

    Wallaahu a'lam.

    BalasHapus
  15. Afwan akh , mungkin kita berbeda dalam memahami nash tulisan antum .

    Karena dari tulisan antum , kata "sebagian" kemudian disifati dengan kalimat selanjutnya "saudara-saudara kita yang mengaku bermadzhab Asyaa’irah dalam ‘aqidah" , disini terkesan generalisirnya.

    tapi kalau yang antum maksud adalah "Sakhsyun Mu'ayyanun / Thoifatun Mu'ayanatun minal Asya'iroh" , yah berarti ana yang salah dalam memahami nash.

    Bagi saya yang belajar Ahlusunnah wal Jama'ah Asya'iroh , Dalam bidang ushul akidah , Hassan As-Saqaf jelas bukan dari golongan Saya.Bahkan para guru saya di Masjid Al-Azhar dan di Kuliah mengingatkan saya untuk tidak "tenggelam" dalam buku2nya.Namun seperti yang sudah saya katakan , tidak semua perkataannya lantas menjadi bathil.

    di Indonesia banyak terdapat karangan Beliau , sebagian orang terkesan menjadikan beliau Asya'iroh karena hujjah yang dipakai Hassan As-Saqof dianggap cocok untuk menentang akidah wahabi.

    Mohon maaf bila ada yang kurang berkenan , semoga Allah menunjuki kita manakala kita menyimpang.

    Salam hangat di pagi kairo yang dingin

    Wallahu a'lam

    BalasHapus
  16. hm lebih baik tentang beliau adalah menampilkan secara full video tersebut agar jelas maksudnya tidak terpotong-potong bahkan divideo tersebut ada bunyi ledakan(derr)

    guna mengklarifikasi tersebut bisa mengirimkan email ke:

    hasan_alsaqqaf@maktoob.com

    tapi arabic only

    hasana berkata :

    "Sebahagian masalah"

    yang mana hamba yg fakir ini (Saqqaf) menyetujui apa yang dikatakan Muktazilah dan selain Muktazilah

    ---
    Namun demikian aku katakan: Muktazilah bukanlah diatas kebatilan, Muktazilah, disebabkan politik, adalah dizaman dahulu, zaman Daulah Abasiyah, disebabkan politik dan permusuhan khalifah2 terhadap Muktazilah, inilah yang menjadikan ramai ulama menyebutkan didalam kitab2 mereka khilaf Muktazilah lalu menolak kata2 mereka

    ____
    INgat "Sebagian" yang beliau katakan
    ____

    sedangkan kebanyakan yang mereka tentang, "kebanyakan yang mereka tolak dari Muktazilah tidak sohih".

    ___

    inti beliau mengajak kita untuk memilah yang shahih dan yang tidak dari perkataan Muktazilah

    metoda kontroversi ini juga diterapkan oleh

    syeikh ibnu tamiyah

    dan mengenai bukunya saqqaf selalu mengaitkan buku satu ke satu nya untuk memahami

    dan melakukan pemahaman-pemahaman mana yang beliau maksud

    hal ini seperti
    metoda al bani(yang dibilang muhadis gila divideo tersebut)

    kembali lagi seperti ibnu tamiyah "jangan taklid buta"

    BalasHapus
  17. @ Anonim 3 Maret 2012 07:04

    maksud antum itu apa ya?..mungkin antum bisa lebih jelas menyatakan pendapat antum, misalnya saya keberatan Syaikh As-Saqqaf dianggap Pro Mu'tazilah atau saya keberatan Mu'tazilah dianggap sesat.

    saya rasa itu lebih mudah dimengerti oleh para pembaca, khususnya saya yang masih awam ini.

    kalau menurut antum inti beliau mengajak kita untuk memilah yang shahih dan yang tidak dari perkataan Muktazilah...saya rasa itu terlalu prematur.

    Bukankah kata sebagian itu diucapkan hanya di awal dan untuk menceritakan bahwa ada hal-hal yang belaiu setujui dari pendapat Mu'tazilah.

    kemudian kan dengan jelas beliau katakan Muktazilah bukanlah diatas kebatilan

    apakah pernyataan beliau tersebut masih kurang jelas dan tegas akan pembelaan beliau terhadap Mu'tazilah dengan sebelumnya berbasa-basi :)

    Ada sedikit tambahan Vitamin buat antum terkait pembelaan Syaikh As-Saqqaf terhadap Mu'tazilah (rekaman suara):

    http://www.youtube.com/watch?v=n8MTcqkZUHs&feature=related

    Terjemahan Transkrip:

    Disitu ada soalan, ditulis oleh seorang ikhwah sebentar tadi...

    Apakah Muktazilah orang2 yang sesat pada pendapat engkau?

    Saqqaf - Tidak ! Padaku Muktazilah adalah imam2 ahli petunjuk !

    Maka Muktazilah, mungkin kita berselisih, aku bukan Mukatzilah.

    Yakni, aku bukan mahir dalam kitab2 Muktazilah, tapi aku tahu beberapa masail mereka.

    Dan aku ada beberapa kitab, tetapi orang Muktazilah adalah akal yang bersih

    Akal yang tidak tercemar dengan khurafat

    Syaikh Kauthasri telah berkata dalam pendahuluannya untuk kitab Tabyin Kadzibil Muftari nusiba Ila Abi al-Hasan al-Asy'ari bahawa...

    Muktazilah mempunyai tangan2 putih dalam menetapkan aqidah.

    Dan mereka adaprbincangan dan munazarah beberapa puak Islam, menolak orang2 Kristian

    dan golongan Falsafah dan selain mereka

    Maka Muktazilah padaku adalah ahli petunjuk, dan mereka adalah golongan yang terhormat.

    Dan pada zaman Salaf, ada jamaah dari Imam2 Ahlul Bait, mereka cinta Imam2 Ahlul Bait,

    mereka mengikuti imam2 Ahlul Bait, dan Sayidina Muhammad an-Nafs az-Zakiah (Imam Syiah Zaidiyah)..

    selalu bersama daurah2nya orang2 dari Muktazilah.


    Mungkin perlu di kaji pendapat Syaikh As-Saqqaf bahwa banyak Muhaditsin (Ahli Hadits) Gila yang tidak menghormati Mu'tazilah seperti Imam Syafi'i, Imam Ahmad, Imam Bukhori dll

    sepertinya mereka semua TERSESAT dan yang paling PARAH SESAT itu Imam Asy'ari..sudah benar di Mu'tazilah kok rela bertaubat dari Mu'tazilah.

    Wahai Syaikh As-Saqqaf, semoga Allah memberi hidayah pada anda, saya dan seluruh pembaca blog ini, amin

    BalasHapus
  18. hem...

    wah pada tidak ngerti hasan As-Saqqaf ya??


    Muhadis gila yang beliau maksud adalah Albani bukan yang lain

    karena banyak buku beliau mengkritik albani

    !!!Jangan taklid buta!!!

    mengenai Al Quran adalah makhluk
    dalam akidah hasan as-saqqaf

    bukan mahluk sebagaimana manusia

    tapi sebagaimana ciptaan Allah yang lainnya

    bukan seperti Muktazilah sesat

    contoh

    "batu adalah benda padat tidak mungkin dapat dikatakan makhluk"

    namun

    shahih muslim mengatakan:

    Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:

    Dari Nabi saw. bersabda: Kamu sekalian pasti akan memerangi orang-orang Yahudi, lalu kamu akan membunuh mereka, sehingga batu berkata: Hai muslim, ini orang Yahudi, kemari dan bunuhlah dia!


    ***
    Hadis riwayat Abu Hurairah ra.:

    Bahwa Rasulullah saw. bersabda: Kiamat tidak akan terjadi sebelum kaum muslimin memerangi orang-orang Yahudi, lalu kaum muslimin dapat mengalahkan (membunuh) mereka, sampai-sampai seorang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon lalu batu dan pohon itu berseru: Hai orang muslim, hai hamba Allah, ini seorang Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah dia! Kecuali pohon gharqad (sejenis pohon cemara atau pohon berduri), karena pohon itu adalah pohon orang Yahudi

    ***
    so inilah kenapa hasan assaqaf

    lebih mengutamakan hadis

    aku tinggal dua perkara

    alquran dan ahlul bait

    shahih muslim

    dari pada

    alquran dan hadis

    kenapa karena Alquran sudah pasti terjaga sedangkan hadis???

    (beliau mendhoifkan riwayat 2 perkara alquran dan alhadis bukan berarti beliau tidak menggunakan alhadis
    "beliau sendiri juga pengguna hadis"
    karena itu bertentangan dengan tata cara pengambilan hukum)

    inilah sebab umar ra urung membuat sahih umar(kumpulan hadis nabi susunan umar bin khotob)

    oleh sebab itu

    beliau mengatakan "sebagian

    dari Muktazilah bukanlah diatas kebatilan

    "

    pahamilah

    BalasHapus
  19. Saya cukup terhibur dengan ketidak pahaman ustadz abul jauzaa...karena saya jg tidak paham dengan tulisan saudara hem diatas.. hahahhah XD

    BalasHapus
  20. @ Anonim 17 Juni 2012 16:14

    Mungkin kalau Imam Ahmad masih hidup, anda juga menyalahkan Imam Ahmad yang menolak Qur'an adalah Makhluk ya?...


    mudah-mudahan anonim bukan Syi'ah ya, kalau Syi'ah wajar aja nulis gitu karena udah sesat..(kalau gak sesat ya dia milih Sunni)

    BalasHapus
  21. @ boy dll

    Imam Ahmad RA. dan yang lainnya termasuk sayapun akan mengugat hal bahwasanya Al-quran itu adalah mahluk seperti manusia (memiliki tubuh dll) karena hal itu akidah Muktazilah yang sesat

    namun akidah yang benar ialah segala sesuatu selain Dzat Allah adalah ciptaan-Nya

    maka kami akan mengambil kutipan dari kitab IMAM AHMAD SENDIRI

    MUSNAD AHMAD:

    dari Ubay bin Ka'b ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

    "Janganlah kalian mencela angin karena ia adalah

    ciptaan Allah Tabaaraka Wa Ta'ala,

    memohonlah kepada Allah dari kebaikan angin itu, dari kebaikan yang ada padanya dan dari kebaikan apa-apa yang dibawanya, dan berlindunglah pada Allah dari keburukan angin tersebut, dari keburukan apa yang ada padanya dan dari keburukan apa-apa yang dibawanya."

    ***


    عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمْ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوْ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ
    Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda : “Kiamat tidak akan terjadi sehingga kaum Muslimin memerangi Yahudi, lalu kaum Muslimin akan membunuh mereka sampai-sampai setiap orang Yahudi bersembunyi di balik batu dan pohon, tetapi batu dan pohon itu berkata, ‘Wahai Muslim, wahai hamba Allah, ada orang Yahudi di belakangku, kemarilah dan bunuhlah dia.’ Kecuali (pohon) gharqad karena ia adalah pohon Yahudi.”


    Hadits dengan lafazh seperti ini dibawakan oleh Muslim dalam Shahih-nya di kitab al Fitan wa Asyrathus-Sa’ah, bab Laa taqumus-sa’atu hatta yamurrar-rajulu fi qabarir-rajuli, no. 2922. Demikian pula Imam Ahmad dalam Musnad-nya hadits no. 27502. Sedangkan Bukhari membawakan hadits Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu ini dengan lafazh semakna, namun tanpa menyebutkan kata gharqad dalam kitab al Jihad wasy-Sayr, bab Qitalul Yahud, no. 2926. Juga Imam Ahmad pada hadits no. 10476.

    BalasHapus
  22. Saya setuju angin dan batu adalah mahluk (ciptaan Allah).

    Jadi,,,
    Anda mengkiyaskan BATU dengan AL-QUR'AN ?!?

    Al-Qur'an adalah Firman Allah, Bukan Mahluk wahai bro anonim.

    Saya takut ketika khotbah jum'at, sang khotib berkata =
    "Allah Bermahluk (berfirman) dalam Al-Qur'an Surat ....."

    BalasHapus
  23. @ Anonim 18 Juni 2012 21:52

    Mau Kyai Hasan Saqqaf katakan itu Qur'an bukan makhluk seperti manusia atau seperti tokek, tetap aja artinya Qur'an adalah Makhluk.

    Qur'an itu Kalamullah (perkataan Allah), masa' perkataan Allah dibilang makhluk.

    kalau ada yang ribut Wahabi Tasybih (menyerupakan Allah dengan makhluk), ini yang menyatakan perkataan Allah Makhluk kalau bukan Tasybih apa namanya Tasypen???

    saya taqlid sama Ust. Jauza aja deh yang tidak paham tulisan anda...

    Ustadz, saya ikutan ya...

    pak Anonim kasih nama dikit dong biar keren, ahmad, atau ali atau apalah..

    BalasHapus
  24. @anonim 18-6-12 21:52 alias hem..
    Namanya ciptaan ya makhluk kalo penciptanya kholik.. mohon dipikir ulang perkataan antum.. Wallahu Al Ghofuur Ar Rohiim..

    BalasHapus
  25. perasaan gak ada deh dalil dalam Al Qur'an maupun As Sunnah maupun atsar salaf bahwa ALLOH EMNCIPTAKAN AL QUR'AN

    BalasHapus
  26. Wong tinggal mengimani saja kalo Al Qur'an itu kalamullah saja kok susah amat ya? Pake dalil muter2 segala macem ke angin lah, pohon lah. Heran saya ama hem asya'irah nih

    @mas hem, kalo yg anda sebut itu adalah makhluk karena memang ia ciptaan Allah, tp kalo Allah sendiri yg menyebut Al Qur'an itu adalah kalamNya, trus kenapa? anda mau protes kepada Allah yg Dia tidak akan ditanya apa yg Dia perbuat??? Hati2 mas hem, tahanlah lisanmu dari sesuatu yg para salaf menahan diri dari memperbincangkannya lebih jauh.

    --Tommi--

    BalasHapus
  27. Al qur'an itu dari ilmu Allah, Mau mengatakan Allah itu makluk?

    Mohon koreksinya jika salah

    BalasHapus
  28. kok kesini nih

    wah pada OOT nih

    !!!Taklid BUta!!!

    silahkan baca lagi dan pahami koment saya

    "SAYA TIDAK MENGANGGAP ALQURAN ITU MAKHLUK SESUAI KESEPAKATAN ULAMA"

    "Hasana juga tidak bilang Alquran itu makhluk"

    hasana bilang

    "(Kata2) Quran itu Makhuk bukan Muktazilah sahaja yang mengatakannya,
    Asyairah menyetujui mereka,
    Ibadhiyah menyetujui mereka,
    Zaidiyah menyetujui mereka,
    Imamiyah menyetujui mereka,"

    saya berketik

    "mengenai Al Quran adalah makhluk
    dalam akidah hasan as-saqqaf

    bukan mahluk sebagaimana manusia

    tapi sebagaimana ciptaan Allah yang lainnya

    bukan seperti Muktazilah sesat "

    bener-bener OOT(Out of Topic)


    namun disini kita bahas adalah "ucapan hasana"

    sebagian dari Muktazilah bukanlah diatas kebatilan

    menerut saya beliau melakukanya agar mereka(Muktazilah yang seseat) paham"

    lagi pula hasana bilang dia "bukan Muktazilah" dan hanya sedikit tahu tentang masail mereka

    Apakah Video ini bisa dijadikan ???FITNAH??

    Seharusnya Bank jauzaa lebih sedikit selectif terhadap postingannya (seperti copy paste postingan orang)

    (apa kerana hasan sering kontra terhadap Albani dan sejenisnuya??) KOmpak banget "cari aja di google"

    karena video itu masih tanda Tanya??

    kenapa?? memulai langsung atau dipotong udah diedit lagi???

    Hasana Lahir 4 syawal 1380H mungkin dah umur 51 (2012 M)

    mungkin masih bisa klarifikasi


    oh ya nama gue???

    abu Jauzaa aja gak mau identitas aslinya
    (gimana yang taklid sama jauza pasti bingung nanti dihari kiamat??? he he he)

    dan kontribusi jauzaa juga terhadap daerah ngaglik, sleman, yogyakarta apalagi Indonesia???

    so kan ajaran sejenis jauza

    "Jangan Taklid Buta"

    BalasHapus
  29. pembelaan advocat-nya Hasan As Saqqofpayah. ngomongnya gak jelas ngalor ngidul.

    kan sudah jelas bahwa Mu'tazilah mengatakan Al Qur'an itu makhluq, kemudian i'tiqod ini disetujui oleh As Saqqof.

    BalasHapus
  30. To : Anonim @ 21 Juni 2012 01:26

    Assalamu'alaykum

    [quote]
    saya berketik

    "mengenai Al Quran adalah makhluk
    dalam akidah hasan as-saqqaf


    bukan mahluk sebagaimana manusia

    tapi sebagaimana ciptaan Allah yang lainnya


    bukan seperti Muktazilah sesat "

    ..
    Respon :
    awak nak tanya pakcik, definisi makhluk menurut pakcik itu apa ?
    apa makhluk tu cuma sebagaimana manusie saje kah ?
    Tolong jelaskan.

    ..
    coba pakcik baca doa di bawah :

    أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
    (2708) رواه مسلم

    aku berlindung dengan Kalimatullah (Kalimat Allah) yang sempurna, dari kejahatan makhluk~Nya


    ..
    kalo Kalimat Allah pakcik samakan dengan makhluk ciptaan Allahu Ta'alaa

    maka, selamat pakcik !
    anda telah berlindung kepada Makhluk Allah !!

    Wallohul Musta'an

    BalasHapus
  31. TO : Anonim @ 17 Juni 2012 16:14

    Assalamu'alaykum

    [quote]
    "so inilah kenapa hasan assaqaf

    lebih mengutamakan hadis

    aku tinggal dua perkara

    alquran dan ahlul bait

    shahih muslim



    dari pada

    alquran dan hadis

    kenapa karena Alquran sudah pasti terjaga sedangkan hadis???"



    ..
    Respons :
    hem ..
    kalo hadits berarti tidak terjaga, sedangkan ahlul bait SUDAH PASTI terjaga,
    SUDAH PASTI di jamin kebenarannya laiknya al-Qur'an,
    sehingga harus TAQLID BUTA kepada ahlul bait,
    begitu ya .. ?? tolong dijelaskan ..

    awak nak nanya pakcik,
    kalo ahlul bait-nya puak Wahhabi gimana pakciek,
    seperti :

    Syaikh Alawi bin Abdul Qader Al-Saqqaf


    Barakallahu fiik

    BalasHapus
  32. Sudahlah anakku, muktazila adalah proto ateisme, jangan lagi dibela.

    BalasHapus
  33. bang Jauza, bikinin syarah hadits "2pusaka alquran dan Itrah Ahlul Bait"

    orang awam nayak tuh

    BalasHapus
  34. wow seru tuh, kalau bahas hadis 2 pusaka pada shahih muslim, tentu Jauzaa tidak bakal respon terlalu detail(takut sama saudi)

    sudah pada belajar biologi gak??

    genetika rasulullah sempurna saat munculnya Imam mahdi(muhammad bin Abdullah)pada masa moderen silahkan lihat haditsnya

    sedangkan genetika Hasan Assaqqaf belum sempurna

    sedangkan untuk urusan hukum maka mereka yang bersalah akan dihukum rasulullah sendiri(walau diakhirat nanti).

    jika dihitung banyaknya sholawat saat sholat seluruh umat islam pastilah mereka dijerumuskan mendapat pengampunan

    dan mereka tidak kekal didalam neraka

    mengenai 2 pusaka itu adalah kitab kering(alquran) dan kitab basah(Pimpinan Ulama almurasatul ambiya)/ ahlul bait

    hal tersebutlah menjadikan keluarga rasulullah tidak makan sedekah/zakat dan mereka selalu dibantai dengan cara apapun diseluruh negeri

    maka DOakan mereka yang dijerumuskan dan carilah mereka yang gennya telah sempurna

    aku cinta keluarga Rasulullah.

    BalasHapus
  35. Maaf, Anda ngomong apa ya ? kok nggak jelas. Apa hubungan saya dengan Saudi ya ?. Mas, Saudi dan Raja Saudi itu ribuan kilometer dari tempat saya. Kalau ilmu genetika, ya saya pernah belajar di bangku kuliah dasar-dasarnya meski sekarang konsentrasi saya tidak di bidang itu. Tapi kalau nyambung ke bahasan genetika Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam, saran saya, sudahlah ... jangan terlalu banyak bikin spam di dunia maya. Jadilah aktivis lingkungan dengan mengurangi produksi sampah di dunia. Save our environment !!

    BalasHapus