Ternyata, Imam Ma’shum Mencintai Bid’ah, Mendorong (Orang Lain) Berbuat Bid’ah, dan Sekaligus Berbuat Bid’ah
Diposting oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
19.01
1 komentar
Label:
Syi'ah
Orang-orang Syi’ah sangat gemar menuduh, mencaci, dan memfasiqkan ‘Umar bin Al-Khaththaab radliyallaahu ‘anhu. Kata mereka, ‘Umar adalah orang yang besar perannya dalam mengacak-acak syari’at. Menetapkan apa yang tidak disyari’atkan Nabi, dan menghapus apa yang justru disyari’atan oleh beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Pengakuan Imam Ma’shum bahwa Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam Pernah Marah Kepadanya
Diposting oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
00.44
1 komentar
Label:
Syi'ah
Pernahkah Anda membaca tulisan orang-orang Syi’ah yang mendiskreditkan para shahabat ? Aha,… saya yakin banyak Pembaca pernah menemuinya walau hanya sekali. Mereka banyak menukil hadits-hadits dari kutub Ahlus-Sunnah dengan cara memanipulasi atau membawa makna dan maksud pada tempat yang tidak semestinya. Apalagi sekarang banyak Ahlus-Sunnah gadungan, orang Syi’ah yang tidak mengakui kesyi’ahannya namun membawa semangat shahabatphobia atau ahlus-sunnah phobia.
Al-Imaam Maalik rahimahullah berkata :
عن إسحاق بن عبد الله بن أبي طلحة عن حميدة بنت أبي عبيدة بن فروة عن خالتها كبشة بنت كعب بن مالك وكانت تحت بن أبي قتادة الأنصاري أنها أخبرتها أن أبا قتادة دخل عليها فسكبت له وضوءا فجاءت هرة لتشرب منه فأصغى لها الإناء حتى شربت قالت كبشة فرآني أنظر إليه فقال أتعجبين يا ابنة أخي قالت فقلت نعم فقال إن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال إنها ليست بنجس إنما هي من الطوافين عليكم أو الطوافات
Allah ta’ala berfirman :
ثُمَّ أَوْرَثْنَا الْكِتَابَ الَّذِينَ اصْطَفَيْنَا مِنْ عِبَادِنَا فَمِنْهُمْ ظَالِمٌ لِنَفْسِهِ وَمِنْهُمْ مُقْتَصِدٌ وَمِنْهُمْ سَابِقٌ بِالْخَيْرَاتِ بِإِذْنِ اللَّهِ ذَلِكَ هُوَ الْفَضْلُ الْكَبِيرُ
“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar” [QS. Faathir : 32].
واعلم أن مذهب أهل السنة أن الكذب هو الإخبار عن الشيء بخلاف ما هو، سواء تعمدت ذلك أم جهلته، لكن لا يأثم في الجهل، وإنما يأثم في العمد
“Ketahuilah, madzhab Ahlus-Sunah menyatakan bahwa dusta itu mengkhabarkan sesuatu yang berbeda dengan kenyataannya. Sama saja, apakah engkau lakukan dengan sengaja atau engkau lakukan karena ketidaktahuan (tidak sengaja). Akan tetapi, tidak berdosa jika dikarenakan ketidaktahuan, dan hanya berdosa jika dilakukan karena kesengajaan” [Al-Adzkaar, hal. 460; Maktabah Nizaar Mushthafaa Al-Baaz, Cet. 1/1417 H].
‘Aliy bin Abi Thaalib Berbaiat kepada Abu Bakr radliyallaahu ‘anhumaa
Diposting oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
04.38
19
komentar
Label:
Syi'ah
Di antara syubhat orang Syi’ah adalah pernyataan ‘Aliy bin Abi Thaalib tidak pernah ridlaa dalam baiatnya kepada Abu Bakr radliyallaahu ‘anhumaa. Mereka juga mereka-reka bahwa ‘Aliy menunda pembaiatannya sampai lewat beberapa bulan.[1] Tentang klaim ketidakridlaan ‘Aliy radliyallaahu ‘anhu, blog ini membuat bahasan tersendiri tentangnya.[2]
Dimanakah Allah ? – Ini Jawaban Al-Imaam Maalik bin Anas rahimahullah
Diposting oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
00.06
66
komentar
Label:
'Aqidah
Permasalahan ‘dimanakah Allah’ adalah permasalahan krusial yang di jaman dulu para imam kita dari kalangan salaf mudah menjawabnya dengan jawaban sederhana, namun menjadi susah oleh generasi setelahnya. Generasi khalaf, terutama yang berafiliasi dengan kelompok Asyaa’irah, membuat aneka jawaban yang susah untuk dimengerti, mempersulit diri sendiri. Dulu, ketika Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bertanya kepada seorang budak wanita ‘dimanakah Allah’, dengan mudah dijawab : ‘Di atas langit’. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam pun membenarkannya.[1]
Hukum Zakat Fithri Atas Janin yang Masih di dalam Perut
Diposting oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
18.43
4
komentar
Label:
Ramadlan
Para ulama berbeda pendapat akan hal tersebut. Ibnu Hazm rahimahullah dan kalangan madzhab Dhaahiriy berpendapat wajib bagi janin yang telah ditiupkan ruh yang berusia 120 hari di dalam perut ibunya sebelum lewat fajar malam Fithri [Al-Muhallaa, 6/131-132; Daarul-Fikr].
Dalil utama yang dipakai Ibnu Hazm dan yang menyepakatinya adalah :
Imam Ma’shum Tidak Taat pada Orang Tua
Diposting oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
00.07
0
komentar
Label:
Syi'ah
Allah ta’ala berfirman :
وَقَضَى رَبُّكَ أَلا تَعْبُدُوا إِلا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلاهُمَا فَلا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلا كَرِيمًا * وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia. Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kesayangan dan ucapkanlah: "Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil" [QS. Israa’ : 23-24].
Shalat dengan Memegang dan/atau Membaca Mushhaf
Diposting oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
00.55
4
komentar
Label:
Fiqh
Al-Imaam Al-Bukhaariy rahimahullah membuat satu bab dalam kitab Shahih-nya berjudul :
إمامة العبد والمولى - وكانت عائشةُ يؤُمُّها عبدُها ذَكوانُ من المصحف
“Keimaman seorang budak dan maulaa – ‘Aaisyah pernah diimami oleh budaknya yang bernama Dzakwaan dengan membaca mushhaf” [Mukhtashar Shahih Al-Bukhaariy oleh Al-Albaaniy, 1/224; Maktabah Al-Ma’aarif, Cet. Thn. 1422 H].
Asal dari hewan-hewan yang diciptakan Allah ta’ala adalah mubah/boleh untuk memakannya hingga ada dalil khusus atau umum yang menunjukkan keharamannya. Allah ta’ala berfirman :
هُوَ الَّذِي خَلَقَ لَكُمْ مَا فِي الأرْضِ جَمِيعًا
“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu” [QS. Al-Baqarah : 29].
Ikhtilaath (الاختلاط) secara istilah didefinisikan sebagai bercampur-baurnya laki-laki dan wanita yang bukan mahram-nya secara fisik dalam satu tempat tanpa penghalang, yang dapat menimbulkan fitnah. Ada tiga keadaan ikhtilaath sebagaimana dijelaskan oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Ibraahiim rahimahullah :
Perkataan Para Imam tentang Kafirnya Orang yang Mengatakan Al-Qur’an adalah Makhluk
Diposting oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
02.40
5
komentar
Label:
'Aqidah
Permasalahan Khalqul-Qur’an merupakan permasalahan besar yang pernah menggemparkan dunia Islam. Ya, dulu, permasalahan ini merupakan permasalahan qath’iy yang membedakan dengannya mana mukmin mana kafir, mana Ahlus-Sunnah mana Ahlul-Bida’. Betapa dulu para imam kita banyak tertimpa ujian. Para ulama dipenjara, disiksa, dan dibunuh oleh kalangan Jahmiyyah[1] melalui tangan penguasa yang berhasil mereka pengaruhi hanya karena keyakinan mereka (para ulama) bahwa Al-Qur’an adalah Kalaamullah, bukan makhluk. Namun sekarang permasalahan ini nampaknya samar bagi sebagian orang. Selain dari faktor kebodohan, juga karena faktor eksistensi beberapa sekte menyimpang dalam dunia Islam yang masih saja menjajakan ajaran kufur ini.[2]
‘Aqidah Imam vs ‘Aqidah Syi’ah : Siapa yang Benar ?
Diposting oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
03.36
1 komentar
Label:
Syi'ah
Setelah kita tahu bagaimana sebenarnya ‘aqidah Syi’ah tentang Al-Qur’an dari sisi keotentikannya[1], sekarang akan saya ajak rekan-rekan Pembaca sekalian untuk membandingkan bagaimana ‘aqidah Ahlul-Bait yang sebenarnya dengan ‘aqidah ‘para pecinta (palsu) Ahlul-Bait’ alias Syi’ah Raafidlah.
Langganan:
Postingan (Atom)















