Takhrij Hadits : Apabila Seseorang Meninggal Dunia, Maka Terputuslah Amalannya Kecuali Tiga…..
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
23:33
10
komentar
Label:
Hadits
Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah buku yang ditulis seorang da’i mantan kiyai NU hafidhahullah di sebuah toko buku. Setelah membuka-buka halamannya yang penuh manfaat, saya agak terkejut ada pernyataan melemahkan hadits yang tertera dalam judul di atas. Beliau mempermasalahkan seorang perawi yang bernama Al-‘Alaa’ bin ‘Abdirrahman yang katanya dla’iif. Sungguh kecewa diri saya. Padahal, Al-Imaam Muslim rahimahullah memasukkan hadits tersebut dalam kitab Shahih-nya.
Dalam artikel sebelumnya (klik di sini), telah sedikit disinggung tentang bahasan mencukur rambut tengkuk. Maka di sini akan kami bahas bagaimana penjelasan ulama mengenai hal ini.
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum mencukur rambut tengkuk.
‘Aliy bin Abi Thaalib : Mu’aawiyyah adalah Saudara Seiman, Sama dengan Dirinya
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
00:03
7
komentar
Label:
Syi'ah
Lho kok bisa begitu ? Simak perkataannya dalam kitab Nahjul-Balaaghah, kitab yang dianggap mu’tamad oleh orang-orang Syi’ah :
وَكَانَ بَدْءُ أَمْرِنَا أَنَّا الْتَقَيْنَا وَالْقَوْمُ مِنْ أَهْلِ الشَّامِ، وَالظَّاهِرُ أَنَّ رَبَّنَا وَاحِدٌ (1) ، وَنَبِيَّنَا وَاحِدٌ، وَدَعْوَتَنَا فِي الْإِِسْلاَمِ وَاحِدَةٌ، لاَ نَسْتَزِيدُهُمْ (2) فِي الْإِيمَانِ باللهِ وَالتَّصْدِيقِ بِرَسُولِهِ، وَلاَ يَسْتَزِيدُونَنَا: الْأَمْرُ وَاحِدٌ، إِلاَّ مَا اخْتَلَفْنَا فِيهِ مِنْ دَمِ عُثْمانَ، وَنَحْنُ مِنْهُ بَرَاءٌ!
“Awal-mula mula urusan kami, kami dan orang-orang Syaam (yaitu kubu Mu’aawiyyah) bertemu. Dan yang terang/nampak bahwasannya Rabb kami adalah satu, Nabi kami adalah satu, dan dakwah kami dalam Islam adalah satu. Dan kami tidak melebihkan diri kami dibandingkan mereka dalam hal keimanan kepada Allah dan pembenaran kepada Rasul-Nya, dan mereka pun juga demikian. Urusan kami adalah satu, kecuali apa yang kami perselisihkan padanya tentang darah ‘Utsmaan (yang terbunuh secara dhalim). Dan kami berlepas diri darinya…..” [Nahjul-Balaaghah, 3/648, surat no. 58].
Mu’awiyyah Minum Minuman yang DiHaramkan (Khamr)
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
00:55
57
komentar
Label:
Hadits,
Syi'ah
Orang-orang Syi’ah mengatakan bahwa Mu’aawiyyah bin Abi Sufyaan radliyallaahu ‘anhu meminum minuman yang diharamkan (khamr) berdasarkan hadits berikut :
حدثنا عبد الله حدثني أبي ثنا زيد بن الحباب حدثني حسين ثنا عبد الله بن بريدة قال دخلت أنا وأبي على معاوية فأجلسنا على الفرش ثم أتينا بالطعام فأكلنا ثم أتينا بالشراب فشرب معاوية ثم ناول أبي ثم قال ما شربته منذ حرمه رسول الله صلى الله عليه و سلم ثم قال معاوية كنت أجمل شباب قريش وأجوده ثغرا وما شيء كنت أجد له لذة كما كنت أجده وأنا شاب غير اللبن أو إنسان حسن الحديث يحدثني
Pembahasan Hadits : Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam Selalu Berkurban di Madinah Selama 10 Tahun
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
10:04
13
komentar
Label:
Hadits
Telah berkata Al-Imam At-Tirmidziy rahimahullah :
حدثنا أحمد بن منيع وهناد قالا حدثنا بن أبي زائدة عن حجاج بن أرطاة عن نافع عن بن عمر قال : أقام رسول الله صلى الله عليه وسلم بالمدينة عشر سنين يضحي كل سنة قال أبو عيسى هذا حديث حسن
Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Manii’ dan Hanaad, mereka berdua berkata : Telah menceritakan kepada kami Ibnu Abi Zaaidah, dari Hajjaaj bin Arthaah, dari Naafi’, dari Ibnu ‘Umar, ia berkata : “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam tinggal di Madinah selama sepuluh tahun dalam keadaan selalu berkurban setiap tahunnya”.
Abu ‘Iisaa (At-Tirmidziy) berkata : “Ini adalah hadits hasan” [Al-Jaami’ no. 1507].
‘Aisyah adalah Istri Nabi shallallaahu ‘’alaihi wa sallam di Dunia dan di Akhirat
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
23:29
7
komentar
Label:
Syi'ah
حَدَّثَنَا عَبْدُ بْنُ حُمَيْدٍ أَخْبَرَنَا عَبْدُ الرَّزَّاقِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ عَلْقَمَةَ الْمَكِّيِّ عَنْ ابْنِ أَبِي حُسَيْنٍ عَنْ ابْنِ أَبِي مُلَيْكَةَ عَنْ عَائِشَةَ أَنَّ جِبْرِيلَ جَاءَ بِصُورَتِهَا فِي خِرْقَةِ حَرِيرٍ خَضْرَاءَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ إِنَّ هَذِهِ زَوْجَتُكَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ
Telah menceritakan kepada kami ‘Abd bin Humaid : Telah mengkhabarkan kepada kami ‘Abdurrazzaq, dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin ‘Alqamah Al-Makkiy, dari Ibnu Abi Husain, dari Ibnu Abi Mulaikah, dari ‘Aaisyah : “Bahwasannya Jibriil datang kepada Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersama gambar Aisyah dalam secarik kain sutera hijau, lalu berkata : ‘Sesungguhnya ini adalah isterimu di dunia dan akhirat’” [Jaami’ At-Tirmidziy no. 3880, At-Tirmidziy berkata : “Hadits ini hasan ghariib, kami tidak mengetahuinya selain dari hadits ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘Alqamah”].
Hadits ini shahih.[1]
Ahlul-Bait Termasuk yang Terusir dari Haudl
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
19:12
2
komentar
Label:
Syi'ah
Saya sangat yakin, bagi Pembaca yang kenal trik-trik Syi’ah, akan sangat akrab dengan hadits berikut :
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا أَبُو عَوَانَةَ عَنْ مُغِيرَةَ عَنْ أَبِي وَائِلٍ قَالَ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَا فَرَطُكُمْ عَلَى الْحَوْضِ لَيُرْفَعَنَّ إِلَيَّ رِجَالٌ مِنْكُمْ حَتَّى إِذَا أَهْوَيْتُ لِأُنَاوِلَهُمْ اخْتُلِجُوا دُونِي فَأَقُولُ أَيْ رَبِّ أَصْحَابِي يَقُولُ لَا تَدْرِي مَا أَحْدَثُوا بَعْدَكَ
Telah menceritakan kepada kami Muusaa bin Ismaa’iil : Telah menceritakan kepada kami Abu ‘Awaanah, dari Mughiirah, dari Abu Waail, ia berkata : Telah berkata ‘Abdulah : Telah bersabda Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Aku akan mendahului kalian sampai di Haudl dan akan dihadapkan kepadaku beberapa orang dari kalian. Kemudian ketika aku memberi minum mereka, mereka terhalau dariku maka aku bertanya : ‘Wahai Rabbku, mereka itu shahabat-shahabatku. Dia berfirman : ‘Engkau tidak tahu apa yang mereka perbuat sepeninggalmu’ [Diriwayatkan oleh Al-Bukhaariy no. 7049].
Fatwa Lajnah Daaimah, Asy-Syaikh Al-‘Ubailaan, dan Asy-Syaikh Muhammad Al-Maghrawiy tentang Puasa ‘Arafah
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
01:34
29
komentar
Label:
Fatawa
Abul-Hasan Al-Asy’ariy Bertaubat ke ‘Aqidah Asy’ariyyah atau Salafiyyah ?
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
14:29
26
komentar
Label:
Umum
Beliau adalah Abul-Hasan ‘Aliy bin Ismaa’iil bin Abi Bisyr Ishaaq bin Saalim bin Ismaa’iil bin ‘Abdillah bin Muusaa bin Amir kota Bashrah, Bilaal bin Abi Burdah bin shahabat Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, Abu Muusaa ‘Abdullah bin Qais bin Hadlaar Al-Asy’ariy Al-Yamaaniy Al-Bashriy. Ibnu ‘Asaakir membawakan riwayat dengan sanadnya sampai Abu Bakr Al-Wazaan bahwa Abul-Hasan lahir pada tahun 260 H. Akan tetapi, ada ulama lain yang mengatakan tahun 270 H. Wafat pada tahun 324 H, sebagaimana dikatakan Ibnu Hazm [selengkapnya lihat : Taariikh Baghdaad 13/260, Tabyiinul-Kadzibil-Muftariy, hal. 146, dan Siyaru A’laamin-Nubalaa’ 15/85 no. 51].
Abul-Hasan telah menghabiskan banyak umurnya tenggelam dalam ilmu kalam, dan menjadi tokohnya, dengan mengikuti madzhab Mu’tazillah. Akan tetapi Allah ta’ala telah memberikan kepadanya hidayah sehingga rujuk kepada madzhab Ahlus-Sunnah dan melaziminya. Bahkan setelah itu, beliau sangat aktif memberikan bantahan-bantahan kepada madzhab yang telah ditinggalkannya itu.
Ada sebuah pertanyaan yang diajukan kepada Fadlilatusy-Syaikh Muhammad bin Shaalih Al-‘Utsaimin rahimahullah :
Tanya : Apakah diperbolehkan mengkopi program komputer yang bersamaan dengan itu, perusahaan dan sistem/peraturan tidak memperbolehkannya ? Apakah hal itu bisa diperhitungkan sebagai satu bentuk monopoli ? Mereka menjualnya dengan harga yang mahal, namun jika mereka menjual dalam bentuk kopian, maka mereka bisa menjualnya dengan harga yang lebih murah ?
Jawab : Apakah program itu adalah program Al-Qur’an ?
‘Aliy bin Abi Thaalib Shalat Sambil Mabuk
Diposkan oleh
Abu Al-Jauzaa' :
di
02:40
23
komentar
Label:
Syi'ah
Saya mengharapkan para Pembaca semua, sebelum membaca artikel ini, membaca artikel situs Hakekat : http://hakekat.com/content/view/83/1/. Karenanya, tulisan ini sama sekali bukan bertujuan untuk mendiskreditkan shahabat besar ‘Aliy bin Abi Thaalib radliyallaahu ‘anhu. Hanya saja, tulisan ini sekedar men-ta’kid apa yang telah tertulis di situs Hakekat.
Langgan:
Entri (Atom)












